
Lena yang bosan terus bermain game di ponselnya, langsung berniat untuk mengagetkan Calvin yang sedang baca buku di ruang tamu. Tapi sayangnya rencana Lena tidak berjalan mulus, karena Calvin sudah mengetahui niat Lena walaupun mereka berada di ruangan yang berbeda.
Walaupun Calvin siluman, tapi dia termasuk dalam orang yang gemar dengan baca buku. Bahkan di tempat asalnya Calvin yang paling cerdas diantara yang lainnya, dan saat dia fokus membaca aura ketampanannya semakin meningkat.
"Ada apa Lena?" tanya Calvin dengan masih fokus pada bukunya.
"Ish, nyebelin padahal aku baru aja mau ngagetin kamu!" ucap Lena yang langsung memasang wajah kesalnya.
"Kenapa kamu mau ngagetin aku?" tanya Calvin sembari membalik halaman bukunya.
"Engga kenapa kenapa sih, cuma bosan aja. Tapi kenapa kamu bisa tau aku ada di sini?" ucap Lena yang duduk di samping Calvin.
"Hah! kamu lupa? aku ini manusia kucing dan indra penciuman ku lumayan tajam, makanya aku bisa tau kamu di sini cuma dengan mencium aroma tubuh mu" ucap Calvin sembari menutup bukunya dan berbalik menghadap Lena.
"Oh gitu ya, aku baru tau soalnya aku baru kali ini benar benar merawat kucing dan sekalinya merawat dapatnya manusia kucing hehehe" ucap Lena sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
Calvin yang baru ingin melanjutkan bacanya, tiba tiba terhenti karena Lena menarik lengan bajunya dan menunjukkan wajah sedihnya. Akhirnya Calvin yang langsung mengerti keinginan Lena memikirkan ide untuk bisa menghilangkan rasa bosannya, walaupun Calvin harus menunda menyelesaikan membaca bukunya.
"Lena, gimana kalau kita jalan jalan keluar? kamu mau?" ucap Calvin yang menatap wajah Lena.
"Mau...mau, kita mau jalan jalan kemana?" tanya Lena dengan senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Kamu ikut aja, nanti juga akan tau" ucap Calvin yang membalas senyum Lena dengan senyum singkatnya.
Tanpa berkata lagi Calvin langsung membuka kacamatanya dan meletakkan bukunya di atas meja, bahkan dia langsung membawa Lena pergi tanpa bilang terlebih dahulu ke Kia. Lena pun juga lupa bilang pada sahabatnya itu, karena dia sudah tidak sabar ingin pergi bersama Calvin.
Sebenarnya Calvin tipikal yang malas untuk berjalan keluar rumah, karena baginya rumah adalah tempat ternyaman dan dia tetap bisa melakukan apapun walaupun hanya di dalam rumah. Tapi sekarang demi Lena dia melawan rasa malasnya, untuk bisa membawa Lena jalan jalan ke luar villa.
Mereka pergi lumayan jauh dari villa, bahkan villanya pun sudah tidak terlihat dari tempat mereka sekarang. Lena saja sampai terus bertanya kapan mereka sampai ke tempat yang Calvin tuju dan saat Calvin bilang mereka sudah sampai, Lena sedikit terkejut dengan tempat itu.
"Calvin, kamu serius bawa aku ke sini?" tanya Lena sembari melihat ke sekelilingnya.
"Iya, katanya kamu bosan kan makanya aku bawa ke sini biar sekalian kamu bisa hirup udara segar" ucap Calvin dengan entengnya dan wajah polos.
"Ya tapi engga ke hutan juga Calvin! apa kamu ingat jalan kita pulang nanti?" tanya Lena dengan tangan di pinggang.
Awalnya mereka berdua hanya berjalan jalan di sekitaran luar hutan saja dan saat Calvin melihat Lena mulai menikmati jalan jalannya dia selalu mengingatkan Lena untuk tidak pergi terlalu jauh dari Calvin, tapi Lena yang melihat seekor kelinci malah mengikutinya dan tanpa dia sadari dirinya sudah masuk ke hutan lebih dalam lagi.
Karena tadi Calvin sempat ketiduran dan dia baru menyadari Lena yang sudah tidak ada bersamanya langsung panik, Calvin mencoba mencari Lena di sekitaran tempat mereka tadi tapi Lena tidak ada di sana. Walaupun begitu Calvin tidak menyerah dia terus mencoba mencari lagi dan kali ini ke dalam hutan dengan terus meneriaki nama Lena.
Calvin tidak kesulitan sama sekali untuk mencari jalan, walaupun hutan itu sudah lama tidak dia datangi lagi. Tapi seberapa jauh pun dia masuk ke dalam hutan, Lena tetap belum di temukan juga dan akhirnya Calvin memutuskan untuk kembali ke villa karena pikirnya mungkin Lena sudah pulang duluan.
"Lena? bukannya biasanya kalian barengan terus ya? gue engga ada liat dia dari tadi pagi, makanya gue pikir dia lagi sama lu" ucap Kia yang sedang duduk di sofa dengan kaki di silangkan.
__ADS_1
"Awalnya Lena memang bersama saya, kami jalan jalan ke hutan tapi saat saya ajak dia kembali ke villa Lena sudah tidak ada" ucap Calvin dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
Kia yang mendengar perkataan Calvin barusan, langsung memarahi dan menyalahkannya bahkan Kia sampai kelepasan menggunakan perkataan kasar di hadapan Calvin. Sedangkan Calvin sendiri hanya dia mendengarkan Kia, karena ini memang salahnya tidak menjaga Lena dengan baik.
"Pokoknya gue engga mau tau kita cari Lena lagi sekarang dan dia harus kembali hari ini juga! karena gue engga akan bisa tenang kalau sabahat gue ada di dalam hutan sendirian" ucap Kia yang langsung bersiap untuk pergi mencari Lena.
Mereka bertiga kembali ke hutan tadi dan mulai berpencar, Kia dengan pacarnya sedangkan Calvin sendiri dan demi menghindari Kia tersesat juga Calvin memberikan dia pita yang bisa di gunakan Kia untuk menghafal jalan pulang.
...****************...
Lena mencoba menggunakan ponselnya untuk menghubungi Kia, tapi tetap tidak bisa karena sinyal di ponselnya sama sekali tidak ada. Hari yang sudah semakin gelap menambah kepanikan dalam diri Lena, harapan dia saat ini cuma satu Lena ingin kembali ke villa dan bertemu Kia juga Calvin.
Baru beberapa menit Lena duduk di bawah pohon untuk beristirahat, dari kejauhan dia melihat seseorang yang mirip dengan Calvin. Tapi saat di panggil orang itu tidak berhenti ataupun menoleh ke arah Lena, pikir Lena mungkin Calvin tidak mendengar suaranya jadi dia memutuskan untuk mengikuti arah orang itu pergi.
"Calvin, tungguin sih kenapa jalannya cepat cepat banget! udah kayak mau ngambil gaji aja, terus juga kamu kenapa diam aja? kesurupan kah atau tiba tiba sakit gigi?" ucap Lena sembari terus mengikuti orang yang dia sangka Calvin.
"Dih! nyebelin banget sih di ajak ngomong malah nyuekin, liatin aja nanti aku bales deh kamu pake ikan goreng biar berubah jadi kucing lagi terus gantian aku cuekin" ucap Lena dalam hatinya.
Lena yang sibuk dengan rencananya tidak menyadari orang itu sudah tidak ada di depannya dan dia juga sudah tidak berada di dalam hutan lagi. Tapi tempat Lena berada sekarang terasa sangat asing dan seperti bukan arah ke villa, apa mungkin Lena semakin jauh lagi tersesat?.
Walaupun ada sedikit perasaan takut, tapi Lena mencoba menelusuri jalan itu sambil melihat ke sekelilingnya. Sampai akhirnya langkah Lena terhenti, karena seseorang menepuk bahunya.
__ADS_1
"Cari apa?" tanya orang itu pada Lena.