Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Taman Hiburan


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin sampai sekarang mereka berdua menjadi canggung, saat tidak sengaja kontak mata mereka seperti orang kebingungan dan bahkan saat makan yang biasanya ramai dengan obrolan mereka berdua sekarang malah sunyi sepi.


"Eum, Lena" ucap Calvin yang akhirnya memulai pembicaraan lebih dulu.


"Iya, kenapa?"


"Waktu itu kamu pernah bilang mau bawa aku ke taman hiburan yang lebih banyak permainannya, apa itu masih berlaku?"


"Masih dong! kan aku udah janji sama kamu" ucap Lena sembari menunduk, karena dia masih malu untuk menatap Calvin.


"Kalau begitu! boleh tidak kita pergi hari ini? karena hari ini kan cuti terakhir kamu dan besok kamu sudah harus bekerja lagi"


"Hmm, sekarang ya? boleh juga kebetulan aku juga bosan di rumah terus, jadi sebelum mulai kerja lagi mau refresing otak dulu" ucap Lena dengan bersemangat dan menatap kearah Calvin.


"Kalau begitu, ayo kita siap siap buat pergi sekarang!" tambah Lena yang langsung berdiri dari duduknya.


"Ayo Lena!" ucap Calvin yang ikut bersemangat juga.


Mereka berdua mengganti baju di dalam kamar secara bergantian dan setelah selesai mereka langsung berangkat menggunakan taxi online, karena Lena sedang malas membawa mobil dan dia juga tidak mau kalau Calvin yang membawa karena pasti dia akan membawanya dengan kecepatan yang tidak wajar lagi.


Jarak yang mereka tempuh tidak begitu jauh, hanya butuh waktu setengah jam untuk sampai. Setelah turun dari mobil Lena sudah senang karena tidak ada lagi pengawal yang akan mengikutinya, tapi setelah masuk ke dalam taman hiburan kedua pengawalnya itu malah sudah ada di sana lebih dulu.


"Calvin! kenapa mereka berdua bisa ada di sini juga?" ucap Lena dengan tangan kanannya menunjuk ke arah Dion dan Lion.


"Untuk menjaga kamu! kemarin bukannya sudah aku jelaskan ya?" ucap Calvin dengan wajah datarnya.


"Iya udah sih, tadinya aku pikir mereka akan menjaga aku di saat aku pergi sendirian aja! karena sekarang aku pergi sama kamu, jadi kamu bisa jagain aku tanpa harus ada mereka" ucap Lena yang langsung memasang wajah cemberutnya.


"Ya sudah begini saja, mereka tetap ada di sini untuk menjaga di pintu masuk saja dan akan menjaga jarak dengan kita bagaimana?" ucap Calvin sembari mengangkat kedua alisnya.


"Boleh deh, tapi ingat ya mereka engga boleh dekat dekat jagainnya! karena aku engga mau jadi pusat perhatian orang" ucap Lena dengan tangan di pinggangnya.


"Iya aku janji mereka tidak akan mendekati kita" ucap Calvin sembari mengusap surai rambut Lena dan langsung membawanya menuju salah satu wahana.

__ADS_1


Calvin membawa Lena untuk menaiki bianglala, tapi Lena bersikeras meminta untuk naik komidi putar terlebih dulu!! karena sedari tadi di rumah dia sudah membayangkan menaiki komidi putar lagi setelah sekian lama.


Awalnya Calvin menolak untuk menaiki wahana itu dan akan menunggu di luar pagar saja, tapi karena Lena terus mengatakan "Bagaimana kalau nanti aku hilang lagi? karena kamu engga ada di samping aku" akhirnya Calvin menyetujui keinginan Lena.


"Calvin, duduknya yang di sini aja biar lebih seru!" ucap Lena sembari menunjuk kuda di sampingnya.


"Baik Lena" Calvin langsung menurutinya, walaupun sebenarnya dia takut dengan wahana itu. Tapi demi Lena dan sesuatu yang ada di dalam diri Lena, makanya Calvin memberanikan dirinya.


komidi putarnya sudah mulai bergerak dan Lena terlihat sangat menikmati wahana itu, berbeda dengan Calvin yang hanya dia saja untuk menutupi rasa takutnya.


"Gimana? seru kan Vin?" ucap Lena dengan senyum di bibirnya yang tidak berhenti sedari tadi.


"Hem"


"Kamu kenapa? engga suka wahananya ya?"


"Bukan!"


Lena yang setelah melihat wajah Calvin seperti tau apa yang sedang di rasakan Calvin, dia akhirnya turun dan pindah duduk di satu kuda yang sama dengan Calvin.


"Engga apa apa! aku cuma mau ngerasain rasanya menunggangi kuda bersama pangeran" ucap Lena dengan tawa canggungnya.


"Kalau gitu suatu saat nanti aku akan bawa kamu menunggangi kuda yang asli" ucap Calvin dengan senyum tipis yang terbit di bibirnya.


"Hahaha boleh! tapi syaratnya kamu harus jadi pangeran dulu, karena aku maunya hanya menunggangi kuda bersama pangeran" ucap Lena dengan tawa lepasnya, baru kali ini Lena bisa tertawa lepas lagi setelah sekian lama dia bersedih karena kepergian orang tuannya.


Komidi Putarnya sudah berhenti bergerak dan Calvin turun seperti orang yang mabuk, karena penglihatannya terus berputar dan inilah penyebabnya Calvin takut dengan komidi putar. Karena dia takut kepalanya akan terasa pusing dan akan lama untuk menghilangkannya.


"Oke! sekarang kita naik apa lagi? bianglala, istana boneka, atau rumah kaca dulu? kalau naik niagara garanya nanti aja terakhir karena wahana itu ada airnya"


"Aku ikut kamu saja, mau yang apa dulu"


"Kalau gitu kita pergi ke rumah kaca dulu aja!" ucap Lena sembari menarik tangan Calvin.

__ADS_1


"Apa yang ada di dalam sini?"


"Pasti kacalah sesuai namanya"


"Sepertinya tempat ini cukup aman, kalau begitu ayo kita masuk!" ucap Calvin yang langsung menggenggam tangan Lena dan membawanya masuk ke dalam.


Calvin yang melihat sisi kiri dan kanannya di penuhi kaca di dalam rumah itu awalnya biasa saja, tapi setelah mereka masuk lebih dalam lagi Calvin malah terlihat bingung. Pasalnya dari tadi yang dia lihat hanya kaca, tidak ada satupun orang lain ataupun hal yang lain.


"Kenapa semuanya kaca? bagaimana caranya kita keluar dari sini?" ucap Lena yang mengeratkan pegangan tangannya pada Calvin.


"Ini mudah! kamu tenang saja sebentar lagi kita pasti akan keluar dari sini" ucap Calvin sembari melihat Lena dari kaca.


"Beneran kan? kamu engga bohong kan?"


"Iya benar Lena, percaya sama aku!"


Calvin melanjutkan pencarian pintu keluarganya dan hanya butuh dua menit untuk dia bisa menemukannya, entah bagaimana Calvin bisa secepat itu menemukan jalan keluar yang penting Lena bisa lega karena tidak terjebak terlalu lama di dalam.


"Pokoknya aku engga akan pernah mau masuk lagi ke dalam sana" ucap Lena sembari mengatur nafasnya.


"Memangnya kenapa Lena? ada aku yang menemani kamu"


"Tetap aja aku engga mau masuk lagi pokoknya!! lama kelamaan dalam rumah itu menyeramkan"


"Ya udah, sekarang kita duduk di sana aja dulu ya? nanti baru lanjut ke wahana lainnya"


Calvin langsung membawa Lena duduk di kursi dekat wahana komidi putar tadi setelah Lena menganggukkan kepalanya, sembari menunggu Lena istirahat dan menenangkan diri. Calvin berlutut di hadapan Lena dan mengatakan suatu hal yang membuat Lena membulatkan matanya.


"Lena, aku suka kamu. Apa kamu mau menjadi kekasih ku?" ucap Calvin sembari memegang kedua tangan Lena.


"Calvin, kamu ngaco ya habis masuk ke rumah kaca tadi? udah buruan bangun!" ucap Lena yang melirik orang di sekitarnya.


"Aku serius Lena, apa kamu mau?"

__ADS_1


Lena hanya diam sembari menatap Calvin, pasalnya dia bingung kenapa Calvin tiba tiba mengutarakan cintanya dan jawaban apa yang harus dia berikan pada Calvin?.


__ADS_2