Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Bimbang


__ADS_3

Seharian ini Lena hanya berada di dalam kamarnya tanpa melakukan apapun, bahkan dirinya sampai belum makan dan belum mandi juga. Lena belum bisa tenang dan masih terus memikirkan keadaan Calvin yang sekarang, karena sudah dua hari dirinya belum melihat Calvin lagi dan hanya mendengar kondisinya dari Lion.


Lion sengaja di tugaskan oleh Ericson untuk tetap bersama Lena dan menunggu keputusan yang akan diberikan Lena untuk Calvin. Sekarang waktu yang Lena punya hanya tinggal satu hari saja, tapi dirinya belum bisa memberikan keputusan apapun pada Lion.


"Gue engga bisa terus-terusan berdiam diri di kamar begini... Kayaknya gue harus keluar dan menghirup udara segar dulu, siapa tau dengan gue jalan-jalan setelah pulang gue bisa langsung kasih keputusan ke Lion" ucap Lena sembari mengubah posisi tidurannya menjadi duduk.


Lena langsung bersiap-siap dengan pakaian seadanya dan memberitahu Lion yang sedang duduk di bangku depan teras rumah Lena, karena Lion di perintahkan untuk menjaga Lena juga akhirnya dia meminta ikut pergi dengan Lena.


Sebelum Lena mengiyakan permintaan Lion mereka berdua sempat berdebat sebentar, karena Lena tidak mau Lion ikut bersamanya. Kali ini Lena hanya butuh waktu sendiri, tanpa gangguan dari siapapun termasuk penjagaan dari Lion.


"Lion, aku boleh nanya pendapat kamu engga?" tanya Lena sembari berjalan menunduk.


"Tentu bolehlah, nona Lena mau bertanya tentang apa? biar nanti saya bantu nona untuk cari solusinya" ucap Lion sembari berjalan dengan tangan di belakang.


"Kalau kamu jadi aku, apa yang kamu lakukan untuk situasi ini? apa kamu akan memilih kesembuhan untuk orang yang kamu cinta, tapi kamu mengorbankan nyawa mu atau kamu memilih kehidupan kamu dan mengikhlaskan kepergian orang kamu cinta?" tanya Lena yang langsung menghentikan langkahnya.


"Wah! pilihan yang cukup berat ya, hahaha" ucap Lion sembari tertawa getir dan menendang angin.


"Hah... Kamupun merasa itu berat, apalagi aku yang ada di posisi itu sekarang" ucap Lena dengan mata tertunduk.


Lena melanjutkan perjalanannya lagi dan meninggalkan Lion yang masih berdiri di tempatnya, tapi sesaat kemudian Lion langsung mengejar Lena yang sudah hampir menjauh.


"Nona Lena tunggu sebentar! Sebenarnya ada yang saya mau tanyakan pada nona" ucap Lion sembari memegang tangan Lena.


"Tentang apa?" tanya Lena yang langsung berbalik ke arah Lion.

__ADS_1


"Tentang, hubungan antara kutukan Tuan muda Calvin dan nona Lena. Saya tidak tau tentang ini, karena setiap saya tanya Dion dia tidak menjawabnya. Jadi bisa tidak nona Lena jelaskan semuanya pada saya?"


"Kalau begitu kita duduk dulu saja yuk!" Lion langsung mengiyakan ajakan Lena, karena dirinya benar-benar penasaran dengan semua itu.


Lena duduk lebih dulu di halte bus sembari menatap ke arah jalanan, begitu juga dengan Lion yang langsung ikut duduk di samping dan menunggu Lena memulai ceritanya.


Sebelum menceritakan semua pada Lion, Lena menarik nafasnya dalam-dalam terlebih dahulu dan mengeluarkannya secara perlahan, Lena juga meminta Lion untuk memberikan pendapat setelah dirinya selesai cerita dan Lion pun mengiyakannya.


"Jadi sebenarnya begini..." Lena mulai menjelaskan hubungan dirinya dengan kutukan Calvin yang dirinya dengar langsung dari ayahnya Calvin.


Flashback On


Lena menceritakan pada Lion dari saat dirinya pertama kali bertemu ayah Calvin yang datang ke kantor Lena, sampai ayah Calvin yang mengajak dirinya berbicara saat Lena akan makan siang bersama Kia.


"Apa ini ada hubungannya dengan Calvin om?"


"Benar, semua ini ada hubungannya dengan Andara dan kamu harus tau tentang kebenaran ini"


"Katakan saja om... Saya akan mendengarkannya, tapi tolong di percepat ya om soalnya jam makan siang saya sebentar lagi habis" ucap Lena sembari melihat jam di tangannya.


"Baiklah, jadi om ingin memberitahu kamu kalau tujuan Andara yang sebenarnya menjadikan kamu kekasihnya bukan karena dia mencintai kamu, tapi itu semua karena dia membutuhkan darah kamu"


"Maksudnya om? Kenapa Calvin butuh darah saya ya om? maaf, Lena kurang mengerti yang om maksud" tanya Lena dengan suara gugup.


"Begini... Sebenarnya Andara memiliki kutukan dan kutukan itu bisa di hilangkan asal dengan satu syarat yaitu, perempuan pilihan kakek tua yang kamu temui waktu itu harus mau memberikan darahnya sebanyak mungkin untuk di masukan ke dalam tubuh Andara melalui tranfusi darah.

__ADS_1


"Kalau kamu memberikan darah kamu pada Andara, dia bisa sembuh seutuhnya dari kutukan itu. Tapi kalau kamu tidak memberikan darah mu, kutukan itu akan mengusai tubuh Andara dan membuatnya menjadi kucing seutuhnya" tambah Ericson dengan menunjukkan wajah yang berpura-pura sedih pada Lena.


Lena langsung terdiam untuk berpikir, apa yang dikatakan ayah Calvin semuanya benar? kalau memang iya Calvin seperti itu, tapi kenapa sikap Calvin pada Lena sehangat itu dan seperti benar-benar mencintai Lena dengan tulus"


"Lena... Lena... Kamu dengar om kan?" tanya Ericson sembari melambaikan tangannya di depan wajah Lena.


"Eh! i-iya om Lena dengar, om kayaknya Lena harus kembali ke kantor sekarang deh soalnya waktu istirahatnya udah habis. Kita lanjut nanti ya om, kalau begitu Lena permisi dulu om" ucap Lena yang sembari membungkukkan sedikit badannya dan langsung pergi meninggalkan Ericson yang masih di posisinya.


Sebenarnya waktu istirahat Lena masih ada lima belas menit lagi, tapi dirinya sengaja langsung meninggalkan Ericson. Karena Lena tidak mau percaya siapapun termasuk ayah Calvin, kecuali Calvin sendiri yang bilang pada Lena tentang itu semua.


Flashback Off


"Begitulah hubungan aku dengan kutukan itu yang aku dengar dari om Ericson dan Dion juga mengatakan hal yang sama, jadi gimana pendapat kamu?" tanya Lena sembari melihat ke arah wajah Lion sebentar.


"Gini ya non... Kalau saya jadi non, saya akan lakukan apapun demi kesembuhan orang yang saya Cinta non karena saya engga mau lihat dia menderita. Tapi kan kata hati orang berbeda-beda, jadi kembali lagi dengan kata hati masing-masing non dan ini cuma pendapat saya aja loh ya"


"Jadi saya harus ikutin kata hati saya?"


"Iya non... Saran saya sih gitu aja, jadi non ngelakuinnya benar-benar dari hati"


"Okelah... Makasih ya untuk sarannya, kalau gitu ayo pergi makan biar aku teraktir kamu"


"Wah! Beneran nih non? makasih banyak loh non, kalau begitu silahkan non Lena jalan lebih dulu" ucap Lion sembari mempersilahkan Lena jalan terlebih dulu seperti pangeran, sedangkan Lena hanya tersenyum dan jalan lebih dulu.


Sepanjang perjalanan mencari makanan, Lena terus berpikir dan meyakinkan hatinya kalau keputusan yang sudah dia ambil mengikuti kata hatinya sudah tepat dan akan dirinya sampaikan ke Lion nanti kalau mereka sudah selesai makan.

__ADS_1


__ADS_2