Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Seperti Kencan


__ADS_3

Bertemu Kia hari ini ada rugi dan untungnya juga. Rugi karena Kia pastinya akan menanyakan ini dan itu yang bikin pusing kepala, untungnya karena dia akan berhenti meminta Lena untuk mencari pacar lewat aplikasi kencan. Sekarang mereka mau tidak mau harus mengikuti keinginan Kia, karena Lena dan Meow sudah tidak bisa kabur lagi.


"Oh iya gue lupa tanya nama lu, siapa nama lu?"


"Nama saya..."


"Nama dia Calvin, Calvin Darian" ucap Lena yang membuat Meow bingung, bagaimana bisa Lena tau nama aslinya Darian?


"Oh Calvin, salam kenal ya" Kia senyum ke arah Calvin.


"Ngomong ngomong lu kenal sama Lena dimana? soalnya setau gue Lena tuh jarang banget dekat sama cowo, tapi sekalinya dapat langsung ganteng gini"


"Saya kenal Lena di..."


"Di luar negeri, lu ingat kan waktu gue di tugasin buat ikut pak Satya ke luar negeri? nah di sana gue ketemu sama Calvin" Lagi lagi belum selesai Meow berbicara, Lena sudah menyela perkataannya.


"Kok lu yang jawab terus sih Len! gue kan tanya Calvin"


"Dia tuh suka lupaan, makanya gue yang jawab sama aja kan?"


"Iya juga sih, terus mulai dari kapan kalian jadian? kok lu engga cerita apa apa sih ke gue"


"Eum, baru satu bulan sih dan soal gue engga cerita ke lu maaf ya gue lupa Ki"


Lena tersenyum tipis ke Kia, mau sampai kapan drama ini terus dia lakukan? karena tidak mungkin Calvin terus menerus menunjukkan dirinya sebagai manusia.


Untungnya sebelum Kia bertanya kembali, makanan yang mereka pesan sudah datang jadi setidaknya untuk beberapa menit dia bisa tenang dan mempersiapkan diri dengan pertanyaan Kia yang lainnya.


Tapi di saat yang lain mulai sibuk dengan makanannya, Calvin malah tidak menyentuh sama sekali makanannya dan hanya minum jus buah saja. Lena yang melihatnya pun merasa aneh, pasalnya tidak biasanya Calvin tidak seantusias ketika Lena yang memasaknya.


"Kenapa makanannya engga dimakan?" ucap Lena dengan nada berbisik.


"Kamu lupa ya? ini nasi goreng seafood kalau aku makan ini, terus berubah jadi kucing gimana?" Calvin menjawab Lena dengan nada berbisik juga.


"Kok Calvin engga makan sih Len?" Ucap Kia sambil menyuap makanannya.


"Gue lupa kalau dia alergi seafood Ki"


"Lah! parah pacar sendiri lupa untung aja belum di makan sama Calvin"


"Ya udah lu pesenin yang lain lah Len!"


"Engga perlu! biar nanti saya makan masakan Lena saja"

__ADS_1


"Okelah, oh iya lu engga bisa ya kalau ngomongnya engga usah terlalu formal gitu?"


"Maksudnya?"


"Ya pake lu gue aja gitu, engga usah pake kata saya segala"


"Oh akan saya, maaf akan gue coba"


"Nah gitu dong, lu tinggal di sini juga atau lagi nemuin Lena aja Vin?"


"G-gue tinggal di luar negeri dan sekarang ke sini buat nemuin pacar kesayangan gue, sekalian mau liat dia berani lirik pria lain apa engga"


Lena yang sedang meminum jus alpukatnya langsung tersenda, karena mendengar jawaban Calvin ke Kia. Calvin yang melihat langsung berinisiatif membersihkan tangan dan mulut Lena menggunakan tissue, agar lebih seperti orang berpacaran.


"Lu engga apa apa kan Len?"


"Iya gue engga apa apa kok, tapi kayaknya gue harus bersihin ini dulu deh di toilet"


"Ya udah, biar gue temenin ya!"


"Oke"


Engga lama mereka pergi Calvin juga pergi tanpa berpamitan dengan kekasih Kia, bahkan kekasih Kia pun bingung dengan kepergian Calvin yang terburu buru seperti sedang melihat orang yang sedang dia cari.


Lima menit berlalu mereka kembali dari toilet, tapi hanya tinggal kekasih Kia saja yang sedang menghabiskan makanannya. Lagi lagi Lena harus mencari keberadaan Calvin dan juga memberikan alasan ke Kia atas pertanyaan 'kenapa Calvin selalu pergi tanpa bilang dulu'.


Saat Lena baru ingin melangkahkan kakinya untuk mencari Calvin, orangnya sudah berada di hadapan Lena dan langsung menggenggam tangan Lena untuk membawanya pergi dari tempat itu. Karena dia merasa sudah tidak aman jika Lena berlama lama di sana, bahkan Kia hanya bisa diam terpaku melihat sahabatnya di bawa pergi begitu saja.


"Calvin kita mau kemana?"


"Cari tempat yang ramai dengan pengunjung"


"Hah! tempat ramai buat apa?"


"Kamu ikut aja ya engga usah banyak tanya dulu"


Lena akhirnya diam dan mengikuti kemanapun Calvin membawanya, walaupun dia beberapa kali hampir terjatuh karena tersandung kakinya sendiri saat mengimbangi jalan Calvin yang terlalu cepat. Untungnya Calvin memegang erat tangan Lena, kalau tidak mungkin badannya sudah penuh luka akibat jatuh terus menerus.


"Calvin aku capek, haus juga"


Calvin langsung melihat ke sekeliling dan menemukan supermarket yang lumayan besar dan pengunjung di sana juga lumayan ramai, dan dia langsung membawa LLena masuk ke dalam.


"Setidaknya Lena aman di sini untuk sementara waktu" Ucap Calvin dengan nada berbisik, tapi masih dapat di dengar Lena.

__ADS_1


"Aman? memangnya aku dalam bahaya ya?"


"Ah i-itu... engga kok, udah sana kamu beli minuman biar hausnya hilang"


Lena yang masih curiga Calvin menyembunyikan sesuatu mencoba menatap matanya dengan tatapan penasaran, tapi yang Lena dapat bukan jawaban melainkan Calvin balas menatap Lena dengan tatapan tajamnya dan membuat Lena terpaksa melepaskan kontak matanya lebih dulu.


"Ngapain masih diam di sini?"


"Ck, sebenarnya apa sih yang dia sembunyikan?" Ucap Lena pada dirinya sendiri dan langsung mengambil minuman dari lemari pendingin.


"Ada lagi yang kamu mau beli Lena?"


"Karena lagi di sini aku mau sekalian belanja buat stok makanan di kulkas deh"


"Ya udah, tunggu sebentar aku ambil keranjang belanjaannya dulu"


Calvin buru buru mengambil keranjang belanjaannya dengan tatapan matanya masih tertuju ke Lena dan langsung kembali ke tempat Lena menunggu, dia menggenggam tangan Lena dan mulai membawanya memutari tempat sayuran terlebih dahulu. Mereka sekarang benar benar terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berbelanja, bahkan masih banyak pandangan mata yang tertuju pada mereka berdua.


"Calvin, kamu mau sayuran yang mana?"


"Yang mana saja boleh, karena aku tidak begitu suka dengan sayur"


"Emang dasar kucing, liatin aja nanti aku masakin kamu sayur semua tanpa ada satupun ikan" Lena berbicara dalam hatinya.


"Sekarang kita mau kemana lagi?"


"Tempat buah buahan dulu"


"Engga ke tempat ikan?"


"Kayaknya engga usah beli ikan deh ya"


"Kenapa? memangnya stok ikan untukku masih ada?"


"Udah habis sih, tapi kayaknya engga perlu beli deh kita makan sayur seminggu ini ya?"


"Aku engga mau! pokoknya kita harus beli ikan!"


Calvin langsung pergi menuju tempat ikan dan meninggalkan Lena sendirian, saat Lena menyusulnya Calvin sudah mengambil apa yang dia lihat dan memasukannya ke dalam keranjang tanpa bertanya lagi kepada Lena.


"Calvin! apa apaan semua ini? kamu udah gila ya? cepat kembalikan ke tempatnya sekarang juga!" ucap Lena sambil bertolak pinggang di hadapan Calvin dan penjual ikan.


"Hehehe maaf ya Lena" ucap Calvin yang mulai merapikan kembali ikan yang sudah diambilnya.

__ADS_1


__ADS_2