
Lena yang memang dengan sengaja memanggil Lion dan Dion datang ke rumahnya untuk meminta bantuan pada mereka perkara permasalahan Calvin. Bahkan Lena menceritakan awal kejadiannya secara rinci ke mereka berdua dengan penuh kesabaran, karena Lion selalu memotong perkataan Lena.
Selesai Dion dan Lion mendengarkan Lena menceritakan semuanya termasuk cara yang Lena gunakan ke Calvin, mereka masih berkumpul di ruang tamu untuk memikirkan solusi yang bisa mengembalikan Calvin seperti biasanya lagi.
Karena berhubung masih ada Kia di dalam kamar Lena, jadi dirinya meminta Dion dan Lion bicara secara perlahan. Takutnya Kia tiba-tiba ke luar dari kamar dan langsung mendengar pembicaraan mereka, kalau sampai itu terjadi bisa di buat repot semua orang.
"Jadi apa kalian punya solusi buat Calvin? atau kalian tau obat yang bisa nyembuhin supaya waktu menjadi manusianya engga cepat habis?" tanya Lena sembari mengelus-ngelus kepala Calvin.
"Kami juga tidak tau non Lena, bahkan ini pertama kalinya kami melihat tuan Darian seperti ini" ucap Dion.
"Terus gimana dong? apa kita minta bantuan ayah Calvin aja?"
"Wah! nih perempuan udah engga waras Di, masa kita harus bertemu tuan Ericson di saat tuan muda kondisinya seperti ini. Kayanya dia mau buat kita semua menghilang di tangan tuan Ericson Di, kalau beneran kayak begitu kenapa bukan dia aja yang datang menemui tuan Ericson ya kan Di?" ucap Lion yang terus berbicara sembari menunjuk ke arah Lena, tapi pandangannya ke Dion.
"Apaan sih! aku kan cuma bilang minta bantuan ayahnya Calvin aja bukan berniat mau buat kalian menghilang dan kalau emang maunya aku yang datang engga apa-apa aku sih setuju aja, lagian segalak apa sih sih ayahnya Calvin? sampai kalian ketakutan seperti itu"
"Kalau saya boleh sarankan, sebaiknya jangan nona! karena kalau sampai anda ke sana, saya tidak bisa menjamin keselamatan anda lagi" ucap Dion.
"Dan mengenai tuan Ericson, saya tidak berani berkata apapun! jadi biar nanti tuan muda Andara saja yang menceritakan. tambah Dion sembari meminum teh yang Lena buatkan.
"Ya terus... jadinya harus gimana? masa iya Calvin mau di biarkan terlalu lama jadi kucing begini sih!" Lena mengangkat tubuh kucing Calvin dan membawanya kepangkuan dirinya.
"Saya tidak akan membiarkan itu terjadi! nona tenang saja saya akan terus berusaha mencari cara untuk tuan muda Calvin" ucap Dion.
Setelah perkataan Dion yang menenangkan hati dan pikiran Lena, Dion langsung seperti orang kebingungan yang mencari sesuatu barang hilang.
Lena yang penasaran langsung menanyakan apa yang di cari Dion? dan ternyata yang di carinya adalah dapur, karena kata Dion dia akan coba membuatkan sesuatu yang siapa tau akan membantu.
Hanya Lena dan Calvin yang menemani Dion di dapur, sedangkan Lion menunggu di ruangan tamu untuk menahan Kia saat dia ingin mendekati arah dapur.
__ADS_1
"Hoooaamm..." Kia yang baru keluar dari kamar tepat jam setengah sebelas siang.
Tanpa sadar Kia melirik ke arah Lion dan langsung membersihkan kotoran matanya yang masih menempel, Kia tanpa ragu duduk di sofa depan Lion dengan senyum di bibirnya.
"Ternyata ada tamu ya, mau cari Lena atau Calvin? kalau Lena ada, tapi kalau Calvin lagi di luar negeri" ucap Kia dengan suara lemah lembut.
"Kalau mau cari kamu boleh engga?" ucap Lion yang mengedipkan mata sebelah kirinya.
"Boleh aja, tapi aku udah punya pacar gimana dong?"
"Tidak masalah, asalkan bisa bersamamu" ucap Lion sembari tersenyum ke Kia.
"Godain terus! engga boleh lihat perempuan cantik dikit" ucap Calvin yang kembali dari dapur bersama Lena dan Dion, sedangkan Lion hanya menampilkan tawanya saja.
Kia yang posisinya membelakangi arah dapur, setelah mendengar suara dirinya langsung berbalik melihat ke belakang dan fokus melihat ke arah Dion tanpa berkedip sedikitpun.
Lena yang melihat sahabatnya terpesona dengan ketampanan Dion, langsung membisikkan sesuatu di telinga Kia agar dirinya bisa sadar dan mengontrol hati juga mata. Kia yang seperti sudah tersihir oleh wajah Dion tidak memperdulikan perkataan Lena padanya dan dirinya malah semakin menanyakan Dion.
"Gue serius Di! gimana caranya kok bisa dengan waktu secepat itu?"
"Benar seperti yang di bilang tuan Ericson, jawabannya hanya ada di nona Lena" ucap Dion sembari melihat ke arah Lena.
"Serius? ternyata beneran ampuh juga ya" ucap Lion yang juga ikut menatap Lena.
"Apa ini sudah masuk gejala awal tuan muda?"
"Bisa di bilang begitu dan bisa di bilang juga tidak, karena kalau mau tau kepastiaannya tuan muda harus diperiksa kembali setelah sekian lama tidak menjalani pengecekan.
Calvin yang mendengar pembicaraan Dion dan Lion malah menjadi khawatir, pasalnya kalau sampai Calvin seperti kemarin lagi mau tidak mau dirinya harus menggunakan Lena lagi sebagai obatnya.
__ADS_1
Dia berusaha melindungi Lena dari ayahnya, tapi kalau terus menerus seperti itu mungkin dia akan melukai Lena dan itu yang Calvin tidak bisa terima makanya dia menjauh.
"Calvin... Calvin! kenapa malah melamun?" ucap Lena yang mengibaskan tangannya di hadapan Calvin yang terus menatap Lena.
"Eh... iya Lena ada apa?"
"Kamu kenapa ngeliatin aku sambil melamun begitu?"
"Engga apa-apa, aku hanya ingin melihat wajah kamu lebih lama lagi.
"Apasih kamu tuh! malu tau Vin!"
"Aku serius Lena, aku ingin terus mengingat wajah kamu yang cantik makanya aku melihatnya sangat lama tadi".
Mendengar itu pipi dan telinga Lena langsung memerah, antara malu dan bahagia karena Calvin berbicara di depan yang lainnya.
Berbeda dengan Lena, Kia malah heboh sendiri sejak Calvin bilang seperti itu. Karena kekasihnya tidak pernah melakukan hal yang romantis, melainkan hanya mengeluarkan uang ku.
"Tuan muda, eh! maksudnya Calvin, tolonglah pengertian dikit saya dan kakak saya ini jomblo jadi tidak bisa seperti anda yang bisa melakukan hal romantis" ucap Lion dengan mencoba menjadi sahabat Calvin.
"Cari sana! biar tidak sirik dengan saya" ucap Calvin dengan wajah datarnya.
"Baik tuan muda nanti saya akan mencarinya" ucap Lion yang sembari tertawa, karena dia menggunakan kata tuan muda di depan Kia.
Hampir seharian mereka cerita dan tertawa bersama, banyak hal lucu yang di ceritakan Lion bahkan Lena yang tadinya tidak suka dengan pengawal yang di berikan Calvin. Sekarang mulai terbiasa dengan Dion dan Lion, karena sifat Lion yang humoris dan sifat Dion yang pintar.
"Oh iya Len, kucing lu mana? gue pinjam dua hari ya buat nemenin gue, boleh kan Len?" ucap Kia sembari menggenggam tangan Lena.
"Kucing gue lagi engga di rumah Ki, biasalah gue biarin dia keluar keliling karena dia udah terbiasa dan tau pulang. Jadi maaf ya Ki" ucap Lena yang memasang wajah merasa bersalah agar Kia bisa percaya padanya.
__ADS_1
"Oh gitu, ya udah engga apa-apa Len lain kali aja gue pinjemnya". ucap Kia sembari tersenyum dan dibalas juga dengan senyuman Lena.
Beruntungnya Lena karena kali ini Kia tidak memaksa dan juga kekasih Kia yang tiba-tiba menelfon ingin bertemu, jadi Lena tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari alasan saat Kia menanyakan salah satu diantara Calvin ataupun kucingnya.