
Akhirnya hari yang Lena, Calvin, Lion, dan Kia tunggu-tunggu datang juga hari ini. Bahkan semuanya sesuai dengan janji Lena dan Kia semasa SMA yang akan menikah secara bersamaan, sekarang mereka berdua sedang menggelar acara pernikahan di satu tempat yang sama dan juga bisa merasakan kebahagiaan secara bersamaan
Setelah mengetahui kalau dirinya berpacaran dengan siluman kucing tanpa sepengetahuan Kia, Lena langsung tidak yakin kalau dirinya bisa memenuhi janjinya pada Kia. Tapi untungnya sekarang Lena bisa bernafas lega, karena Kia juga menikah dengan siluman kucing sama seperti dirinya.
Saat Lena dan Kia sedang asyik berfoto dengan ponsel yang di belikan Calvin khusus di dunia siluman, Ericson dan David menghampiri mereka berdua "Selamat ya untuk kalian akhirnya bisa lancar juga acaranya" Ericson menepuk bahu Calvin.
"Iya yah, setelah perjalanan panjang akhirnya aku sama Lena bisa bersatu juga" Calvin menggenggam tangan Lena sembari tersenyum dan langsung dibalas senyuman juga oleh Lena.
"Calvin, Lion ayah titip Lena dan Kia pada kalian berdua ya. Tolong kalian berdua bahagiakan kedua putri ayah ini, karena mereka sangat berharga untuk ayah" David melihat ke arah Calvin dan Lion bergantian, sedangkan mereka berdua mengangguk pelan sembari tersenyum.
Lena dan Kia langsung menggandeng lengan tangan ayahnya sembari tersenyum "ayah tenang saja Calvin pasti akan membahagiakan dan menjaga Lena dengan baik"
"Iya yah Lion juga pasti akan lakukan itu, jadi ayah percayakan saja pada Lion ya"
"Baiklah, ayah akan percayakan putri-putri ayah yang cantik ini pada Calvin dan Lion"
Mereka melanjutkan kembali acaranya sampai tidak ada lagi tamu undangan yang datang dan langsung beristirahat, karena harus bersiap-siap untuk kembali ke dunia siluman besok untuk menyiapkan acara di sana dua hari lagi.
Berhubung kamar di rumah Lena hanya ada dua, jadi untuk malam ini baik Calvin ataupun Lion belum bisa sekamar dengan istri mereka. Untuk kamar pertama ditempati oleh Lena dan Kia, sedangkan kamar kedua Calvin, Lion, Ericson, dan David.
...****************...
__ADS_1
Tepat di jam makan siang mereka sudah sampai di castel lagi dan di sana juga sudah ada seorang laki-laki yang tengah duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu ke datangan mereka semua, Lena dan Kia yang baru melihat orang itu langsung saling bertukar pandang.
Saat melihat Lena dan Kia kebingungan, laki-laki itu langsung menghampirinya dan berdiri di depan mereka sembari memasukan tangannya ke saku celana. "Jadi kalian yang namanya Lena dan Kia?"
Lena dan Kia langsung mengangguk kepalanya secara bersamaan "Kalau boleh saya tau kamu siapa?"
"Hah... Apa ayah belum memberitahu kalian berdua?" Lena dan Kia menggeleng pelan dan membuat laki-laki itu langsung menatap ke arah David, sedangkan David sendiri hanya tersenyum dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Baiklah... Berhubung kalian bertiga ada di sini, jadi ayah akan mengenalkan kalian satu sama lain"
"Lena, Kia perkenalkan ini Dario saudara laki-laki kalian berdua dan sekaligus anak pertama ayah, dan Dario ini adik perempuan kamu yang hilang"
"Oh, jadi ini saudara laki-laki kami berdua yang ayah ceritakan waktu itu?" Kia menunjuk Dario dengan jari telunjuknya dan langsung di iyakan oleh David dengan anggukan kepala.
"Kalau di lihat-lihat kakak laki-laki ku ini tampan juga ya, apa kak Dario sudah menikah juga?" Kia melepaskan pelukannya dan menatap Dario dengan tatapan menyelidik.
David dan yang lainnya langsung tertawa mendengar pertanyaan Kia, sedangkan Dario langsung memasang wajah cemberutnya sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Kia, jangankan menikah kakak mu yang satu itu sampai sekarang belum memiliki kekasih" David lah yang menjawab pertanyaan Kia sembari tertawa dan memegang perutnya.
Tatapan Kia ke Dario langsung berubah menjadi tatapan bingung, karena dia langsung memikirkan apa yang salah dengan kakak laki-lakinya itu sampai-sampai belum memiliki kekasih di saat adiknya sudah menikah.
__ADS_1
"Kenapa kak Dario belum punya kekasih? Padahal yang dikatakan Kia tadi benar loh, kalau kakak itu tampan dan apalagi yang aku dengar dari cerita ayah kalau kakak itu sama pintarnya dengan Calvin. Jadi apa lagi masalahnya?" Lena gantian bertanya pada Dario, tapi lagi-lagi yang menjawab pertanyaan itu adalah David.
"Semua perempuan takut dengan kakak mu itu, makanya dia susah untuk mendapatkan satu perempuan"
"Apa yang mereka takuti dari kak Darion yah?" Kia melemparkan pertanyaan lagi ke David agar dia bisa tau lebih banyak tentang kakanya itu.
"Sudah... Sudah, hentikan pembicaraan tentang ku! Lain kali aku akan menceritakan semuanya pada kalian berdua, jadi lebih baik kita makan siang dulu. Karena perut ku sudah sangat lapar menunggu kalian sampai di sini" Dario akhirnya berbicara untuk menghentikan Lena, Kia, dan David.
"Benar ya kak? Lain kali kak Dario harus menceritakannya sama kami berdua, janji kan kak?" Kia memberikan jari kelingkingnya di depan Dario, Dario langsung menautkan jari kelingkingnya ke Kia sebentar dan langsung pergi menuju ruang makan walaupun Ericson yang pemilik castle itu belum mengajaknya.
"Ya sudah, ayo! Kita juga harus segera menyusul Dario dulu, baru setelah itu kita lanjutkan lagi mengobrolnya" Ericson mempersilahkan David dan yang lainnya untuk ikut makan siang bersama.
Mereka semua makan dengan suasana yang tenang dan bahkan yang mereka bicarakan saat ini tidak lagi tentang Dario, tapi hanya tentang persiapan acara resepsi pernikahan Lena dan Calvin yang kedua.
Kia yang merasa badannya kurang sehat, di perjalanan tadi Kia dan Lion memutuskan untuk membatalkan rencana mereka membuat resepsi pernikahan kedua juga seperti Lena agar Kia bisa beristirahat.
"Dek, kamu yakin engga mau buat acara seperti Lena juga di sini?" Dario memastikan kembali pada Kia tentang pembatalan yang dikatakan ayahnya tadi.
"Iya kak aku yakin, soalnya acara kemarin benar-benar menghabiskan tenaga ku kak. Jadi sekarang aku mau istirahat dulu dan lagi Lion juga sudah menyetujui hal itu"
"Ya sudah, kalau itu udah menjadi keputusan kalian berdua kakak ikut saja. Asalkan kalian ingat ya! Setelah ini kalian berdua harus menemui saudara-saudara dari clan kucing coklat, karena kalau kalian berdua tidak menemui mereka semua tidak akan ada yang engga kalau kalian sudah menikah"
__ADS_1
"Siap kak, aku dan Lion akan mengikuti yang kak Dario katakan" Kia tersenyum pada Dario, sedangkan Dario hanya menunjukkan ekspresi wajah datarnya.
Setelah selesai makan mereka berkumpul lagi di taman belakang untuk sekedar menikmati kebersamaan mereka, karena sangat jarang sekali mereka semua bisa berkumpul dengan lengkap saat adanya Lena dan Kia.