Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Saat ini Calvin, Ericson, dan yang lain masih berkumpul di ruang tamu untuk menunggu salah satu pengawal itu kembali ke castle dengan membawa raja siluman kucing coklat, sesuai permintaan Ericson sebagai bukti kalau mereka tidak berbohong dengan mengatakan Lena dan Kia putri raja kucing coklat.


Ternyata bukan hanya Calvin yang menaruh curiga dengan para pengawal itu, tapi Ericson juga sama halnya dengan Calvin. Bahkan Ericson sampai tidak mengizinkan Lena dan Kia untuk pergi dari castle, karena dia sama sekali tidak ada rasa percaya sedikitpun dan kalau memang semua itu benar Ericson akan tetap mempertahankan mereka di castle.


Dua jam sudah berlalu, tapi belum ada tanda-tanda kalau pengawal yang di beri perintah untuk menjemput raja kucing coklat akan kembali. Lena yang sudah tidak bisa menunggu lagi, akhirnya dia meminta pengawal pribadi itu untuk segera meninggalkan castle karena dia mengatakan kalau ingin beristirahat.


"Maafkan saya nona, tapi kami tidak bisa kembali tanpa membawa nona bersama kami"


"Ya sudah, terserah kalian saja lah yang penting sekarang saya ingin beristirahat. Ayo! Kita ke kamar Ki" Lena langsung bangun dari duduknya, begitu juga dengan Kia.


Setelah melihat Lena dan Kia pergi meninggalkan tempat duduknya, Tito langsung bersiap untuk mengejar mereka berdua dan mencegahnya untuk tidak pergi. Untungnya Calvin bisa selangkah lebih cepat untuk menghalangi Tito, bahkan pengawal castle dan Lion juga sudah berjaga-jaga.


"Tuan muda Darian, saya minta jangan halangi kami untuk membawa nona kami kembali" Tito mengeluarkan pedangnya.


"Saya tidak akan membiarkan anda membawa mereka berdua" Calvin bersiap untuk melawan Tito.


"Baiklah, kalau anda terus menghalangi saya tidak akan segan-segan untuk memakai kekerasan" Tito mulai melangkahkan kakinya untuk menyerang Calvin.


Lena yang melihat akan ada perkelahian langsung memegang tangan Calvin untuk melarangnya turun tangan, tapi Calvin hanya menoleh ke Lena sembari tersenyum dan melepaskan tangannya dari genggaman Lena.

__ADS_1


Di saat mereka sudah akan saling menyerang raja kucing coklat tiba di castle Ericson dan langsung menghentikan perselisihan diantara mereka, bahkan raja itu meminta pada Ericson untuk berbicara secara baik-baik dan tanpa ada kekerasan sedikitpun.


Ericson menyetujui hal itu dan langsung membubarkan semua pengawalnya, begitu juga dengan raja itu yang meminta seluruh pengawalnya termasuk Tito untuk menunggu di luar castle sampai dia selesai berbicara. Setelah seluruh pengawal bubar dari ruang tamu, Ericson langsung mempersilahkan raja itu duduk.


Bukan hanya Ericson dan raja itu saja yang duduk, tapi Calvin, Lena, Lion, dan Kia juga ikut kembali duduk. Ketegangan di ruangan itu akhirnya menghilang dan berganti menjadi ketenangan kembali, kalau saja raja itu tidak datang tepat waktu mungkin saja sudah terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Son, saya benar-benar minta maaf ya sudah buat keributan di castle kamu"


"Tidak masalah... Saya juga mau minta maaf sama kamu, karena saya tidak mempercayai pengawal kamu itu dan sampai membuat kamu datang ke sini. Oh iya, perkenalkan ini Darian anak saya dan Darian ini Om David raja siluman kucing coklat" Ericson tersenyum ke arah Calvin dan David bergantian, sedangkan Calvin hanya menganggukan kepalanya sekali dan memberikan senyuman yang juga.


"Ayah kenal sama raja kucing coklat?" Calvin yang duduk di sofa sisi kiri Ericson sedikit berbisik dan membuat Ericson langsung tertawa mendengar pertanyaan Calvin.


"Bagaimana mungkin ayah tidak kenal dengannya, David ini adalah sahabat ayah dari kecil dan dulu kami pernah bersaing untuk mendapatkan mama mu. Tapi sayangnya ayah yang mendapatkannya, walaupun begitu hubungan persahabatan kami terus terjalin"


David yang menyadari Lena terus menatapnya langsung menoleh ke arah Lena dan memberikan senyumannya, bahkan sorot matanya saat dia menatap Lena seperti memancarkan rasa kebahagian dalam dirinya di saat dia berhasil menemukan kedua putrinya.


"Om David, maaf sebelumnya kalau saya lancang. Tapi saya ingin bertanya apa benar kekasih saya dan sahabatnya ini adalah putri anda?" pertanyaan Calvin seketika membuat suasana menjadi terasa tegang lagi.


Keheningan sesaat terjadi di dalam ruangan itu dan bahkan hanya terdengar suara helaan nafas dari David, dalam sekejap ekspresi wajah David juga jadi terlihat murung dan membuat mereka yang berada di sana menjadi bingung.

__ADS_1


"Iya, itu semua benar Darian. Om adalah ayah dari kekasih mu itu, karena sebenarnya mereka....." Lena dan Kia langsung membulatkan matanya.


"Engga mungkin! Saya ini manusia, bukan siluman kucing dan lagi saya memiliki orang tua walaupun mereka sudah meninggal dunia akibat kecelakaan. Dia pasti bohongin kita Len, lu jangan percaya dengan dia ya" Kia menggelengkan kepalanya dan memegang tangan Lena seperti orang ketakutan.


"Lu tenang dulu ya Ki! Kita dengarkan dulu semuanya sampai selesai ya, agar semua masalah ini bisa menjadi jelas tentang kebenarannya" Kia akhirnya bisa sedikit tenang dan mencoba mendengarkan kembali pembicaraan Calvin dan David.


"Apa bisa om jelaskan, kenapa om David bisa bilang mereka putri om?" David langsung menganggukan pelan dan mulai bercerita.


"Setelah om tidak berhasil mendapatkan mama mu, om menikah dengan perempuan manusia yang om temui waktu bekerja di dunia manusia. Dari pernikahan itu om memiliki tiga orang anak satu laki-laki dan dua orang perempuan, tapi ayah om tidak mengizinkan anak perempuan om tinggal di dunia siluman. Alasannya adalah karena mereka tidak memiliki kekuatan dan akan membahayakan mereka berdua" Davin bercerita sembari menatap mata Calvin dengan serius.


"Maka dari itu sejak kedua putri om lahir, mereka langsung dibawa pergi ke dunia manusia untuk di sembunyikan di tempat yang aman oleh ayah om. Tapi saat ayah om ingin kembali ke dunia siluman beliau diserang dan tewas di dunia manusia, bahkan beliau belum sempat memberitahu om dimana kedua putri om di sembunyikan"


"Jadi begitulah ceritanya dan kalian boleh percaya ataupun tidak pada om, tapi yang jelas kalian berdua adalah putri ayah"


Calvin dan Ericson langsung saling beradu pandangan untuk menyelesaikan urusan keluarga Lena dan Kia, karena Calvin bingung harus bagaimana akhirnya dia menyerahkan semuanya kepada ayahnya.


"Vid, karena ini sangat tiba-tiba sekali saya rasa mereka berdua masih butuh waktu untuk mencerna semua ini. Jadi saya minta kamu bersabar dulu ya dan beri mereka waktu untuk bisa mempercayai juga menerima kamu sebagai ayahnya" Ericson menepuk bahu David yang duduk di sisi kanannya.


"Iya Son, saya paham dan saya akan memberikan waktu untuk anak-anak saya"

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu lebih baik kita sekalian makan malam bersama dan kamu menginaplah di sini dulu untuk malam ini" David hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban


Ericson langsung meminta bibi di sana untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk David, sedangkan Davin dan yang lainnya masih berada di ruang tamu untuk menanyakan hal yang ingin Lena juga Kia tanyakan.


__ADS_2