
Sudah seminggu Calvin dan yang lainnya berada di dunia siluman, Calvin terus menantikan kepulangan ayahnya dan ingin bertemu lagi dengannya. Terkadang Calvin dan Lena menunggu di sekitar gerbang dunia siluman mulai dari pagi hari sampai sore, bahkan kalau Calvin sudah tidak sabar menunggu lagi dia akan memaksa ingin pergi ke dunia manusia untuk mencari Ericson.
Sebenarnya bukan hanya Calvin saja yang khawatir pada Ericson. Lena, Lion, dan bahkan Kia yang baru bertemu dan berbicara sebentar saja dengan Ericson juga merasakan hal yang sama, tapi yang bisa mereka bertiga lakukan hanya terus berada di samping Calvin untuk menguatkannya dan berharap Ericson kembali dengan keberhasilannya.
"Lena... Izinkan aku pergi ke dunia manusia sebentar saja ya, aku hanya ingin melihat keadaan ayah di sana" Calvin menatap Lena dengan ekspresi memohon sembari berdiri di gerbang perbatasan dunia siluman dan dunia manusia.
"Aku tidak akan mengizinkan kamu pergi, karena kalau kamu pergi ke sana sekarang. Takutnya akan menambah masalah untuk ayah Ericson, jadi aku minta kamu tunggulah sebentar lagi"
"Tapi aku....."
Perkataan Calvin tiba-tiba berhenti dan tidak di lanjutkan lagi olehnya, karena dia melihat ayahnya yang baru memasuki gerbang dunia siluman. Calvin yang sudah sangat menantikan kedatangan ayahnya langsung berlari dan langsung memeluknya sembari menangis, bahkan Calvin tidak henti-hentinya mengatakan kalau dia sangat merindukan ayahnya.
Ericson membalas pelukan Calvin sembari tersenyum, dirinya benar-benar tidak menyangka pada perubahan anaknya. Dulu karena kesalahpahaman antara mereka berdua membuat Calvin tidak peduli sama sekali terhadap ayahnya tapi sekarang Calvin mengatakan kalau dia merindukan ayahnya dan hal itu membuat Ericson benar-benar bahagia saat ini.
"Sudah... Sudah... Masa seorang pangeran dari siluman kucing menangis di depan kekasihnya, apa kamu tidak malu pada Lena yang terus melihat ke arah mu?" Ericson melihat ke arah Lena sembari menepuk pelan punggung Calvin.
Calvin melepaskan pelukannya sebentar dan menoleh ke arah Lena yang sedang tersenyum melihat kedekatan Calvin dengan ayahnya, setelah itu Calvin kembali memeluk ayahnya lagi tanpa memperdulikan Lena.
"Lena, kemarilah! Ayah juga ingin memeluk mu" Ericson tersenyum ke arah Lena sembari melambaikan tangannya.
Lena membalas senyum Ericson dan langsung menghampiri ayah Calvin untuk ikut memeluk Ericson, mereka bertiga berpelukan selama beberapa menit dan baru kembali ke castle agar Ericson bisa beristirahat.
Saat mereka sampai di castle sudah ada Lion dan juga Kia di ruang tamu, karena terlalu senang Ericson kembali lagi mereka berdua langsung bangun dari duduknya dan berlari untuk memeluk Ericson.
Beberapa detik kemudian Lion tersadar kalau yang di peluk dirinya dan Kia adalah tuan besarnya, akhirnya Lion langsung melepaskan mencoba melepaskan pelukannya tapi Ericson malah mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Maaf tuan Ericson, maafkan saya sudah lancang memeluk anda"
"Saya tidak masalah Lion, karena mulai sekarang kalian berdua sudah saya anggap sebagai anak saya juga" Ericson tersenyum dan mengusap punggung Lion dan Kia.
"Tuan Ericson... Terima kasih" Lion mengeratkan pelukannya, begitu juga dengan Kia.
"Kalian boleh panggil saya ayah juga"
Ericson langsung melepaskan pelukannya setelah mendengar Kia yang tiba-tiba menangis dan dia juga melihat Kia dengan tatapan bingungnya, bahkan bukan hanya Ericson saja yang bingung tapi Lena, Calvin, dan Lio juga.
"A-ayah... Benarkah saya boleh panggil om dengan sebutan ayah" Kia menatap ke arah Ericson dengan mata sayunya.
"Iya itu benar, kamu bisa panggil saya ayah juga seperti Calvin dan Lena juga. Walaupun saya ini seorang siluman kucing, tapi saya akan melindungi kamu dan yang lainnya. Jadi jangan sungkan bilang apapun pada ayah ya" Ericson tersenyum sembari menghapus air mata Kia, sedangkan Kia hanya menganggukan kepalanya.
"Terima kasih ayah" Kia kembali memeluk Ericson lagi dan di balas dengan pelukan juga oleh Ericson.
"Oh iya yah, apa ayah berhasil mengalahkan Andre?" Lena mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Ericson.
"Tentu saja! Kalau ayah kalah, tidak mungkin ayah berada di sini bersama kalian"
"Hehehe... Benar juga ya yah" Ericson hanya tersenyum dan menggelengkan pelan kepalanya.
"Oh iya, apa kalian semua sudah makan siang?"
"Belum yah"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, ayo! kita makan siang bersama setelah ayah selesai bersih-bersih dulu" mereka berempat langsung menganggukan kepalanya dan melepaskan pelukan mereka.
Setelah Ericson pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, mereka berempat langsung menuju ruang makan sesuai dengan perintah Ericson untuk menunggu ayahnya di sana.
Tidak memerlukan waktu lama Ericson sudah datang dan bergabung dengan Calvin, Lena, Kia, dan juga Lion di meja makan. Mereka menikmati makanannya sembari berbicara tentang berbagai hal, termasuk hal yang mereka semua lakukan saat Ericson tidak berada di castle.
Bukan hanya itu saja yang mereka lakukan bersama Ericson, tapi saat sore hari mereka berkumpul di taman belakang sembari menikmati secangkir teh hangat dan cemilan yang cocok untuk menemani mereka semua saat menghabiskan waktu bersama.
"Ayah, sekarang Andre berada dimana?" Calvin bertanya sembari membenarkan duduknya.
"Dia sudah dibawa oleh klen kucing kuning dan sudah di penjarakan di penjara bawah tanah, bahkan sekarang dia sudah tidak bisa melihat lagi karena kesalahan dirinya sendiri"
Ericson menyeruput teh yang masih sedikit panas.
"Tapi apa ayah yakin, kalau dia sudah tidak akan bisa ganggu kita semua lagi?"
"Untuk hal itu ayah tidak bisa memastikannya, tapi saat ini tidak ada salahnya jika kalian berjaga-jaga bukan? Karena walaupun ayah Andre sudah berjanji untuk meningkatkan pengawasan terhadap Andre, bukan berarti dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena dia masih memiliki satu anak buah yang belum tertangkap"
"Baiklah, kalau begitu kita akan lebih berjaga-jaga ayah"
"Bagus! Sekalian kalian berdua jaga pasangan kalian masing-masing dan kalau bisa kalian selalu bersama sampai anak buah Andre berhasil di temukan" Calvin dan Lion langsung menganggukan kepalanya.
Terlalu asyik mengobrol sampai tidak terasa hari sudah gelap dan bukan cahaya matahari lagi yang menyinari tempat mereka berkumpul melainkan sudah berganti menjadi cahaya bulan.
Ericson langsung meminta anak-anak untuk segera masuk ke dalam untuk makan malam sebelum tidur dan setelah itu mereka semua harus masuk kamar untuk beristirahat, karena besok Ericson akan mengajak mereka semua berjalan-jalan bersamaan.
__ADS_1
Di saat yang lain sudah berada di dalam kamarnya, hanya Calvin yang masih belum ingin beranjak dari tempat duduknya karena ada hal yang ingin dirinya bicarakan hanya berdua saja dengan ayahnya.