Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Kekhawatiran Lena


__ADS_3

Semenjak Lena hamil mereka berdua memilih untuk tinggal di dunia siluman bersama dengan Ericson, karena itu juga atas permintaan Ericson dan David dengan alasan untuk mempermudah menjaga Lena dan bayinya saat Calvin pergi bekerja jadi Lena tidak bisa menolak permintaan ayahnya itu.


Usia kandungan Lena saat ini sudah memasuki bulan ke tujuh dan seharusnya Lena senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu, tapi entah kenapa sudah beberapa hari ini Lena malah terlihat jadi murung dan sering melamun seperti sedang banyak pikiran.


Hari ini saja Lena hanya terus berdiam diri di taman belakang sembari melihat ke arah Danau, Calvin yang melihat Lena terus menerus seperti itu langsung menghampirinya untuk menemani Lena dan mencoba bertanya tentang apa yang sedang dipikirkan Lena.


Ericson dan David sudah mencoba bertanya pada Lena tentang hal yang mengganggu pikirannya, tapi Lena tidak mau menjawabnya dan malah mengatakan kalau tidak ada hal yang dia pikirkan selain tentang jenis kelamin anaknya nanti.


"Hei, kamu ngapain di sini hmm?" Calvin mengusap kepala Lena sebentar dan langsung duduk di kursi depan Lena.


"Eh! Mas, kamu sudah pulang ya? Maaf ya aku engga tau kalau kamu sudah pulang, kapan kamu sampai di sini?" Lena menoleh ke arah Calvin.


"Baru saja, kamu kenapa sendirian di sini? Apa ada hal yang sedang kamu pikirkan?"


Lena menggeleng pelan "Engga ada kok mas, aku di sini cuma ingin menghirup udara sehari aja. Karena di dalam kamar terus rasanya sangat bosan, apalagi hanya sendirian saja tidak ada teman ngobrol"


"Lena... Kita sudah bersama cukup lama, jadi aku tau kalau kamu itu sedang berbohong. Karena sekarang ini aku adalah suami kamu, kamu bisa berbagi masalah yang mengganggu pikirkan kamu itu dengan ku" Calvin menggenggam tangan Lena yang berada di atas meja.


Lena hanya menundukkan kepalanya saja dan belum berniat untuk mengatakan apapun pada Calvin, tapi walaupun begitu Calvin akan terus menunggu sampai Lena mau mengatakan semua keluh kesahnya.


Satu jam mereka di sana dan Calvin berniat ingin mengajak Lena untuk masuk ke dalam sebelum turun hujan, tapi sebelum Calvin mengatakan niatnya itu Lena sudah lebih dulu membuka suaranya untuk mengatakan hal yang mengganggu pikirannya itu.


"Sebenarnya dari beberapa hari lalu, aku terus memikirkan tentang anak kita mas" Lena mengatakannya sembari menundukkan kepala.


"Anak kita? Memangnya kenapa dengan anak kita? Sampai-sampai itu mengganggu pikiran kamu"

__ADS_1


"Aku kepikiran, tentang gimana kalau saat anak kita lahir nanti dia jadi manusia seperti aku mas. Apa kita akan menyembunyikannya di dunia manusia juga? Seperti yang ayah David lakukan dulu"


"Jadi itu yang membuat kamu terus melamun dan jadi lebih banyak diam?" Lena mengangguk pelan.


"Sayang... Seharusnya kamu katakan itu dari awal, supaya kita bisa bicarakan masalah ini bersama-sama dengan ayah Ericson dan ayah David juga. Bukannya malah kamu pendam dan pikirkan sendiri saja, lain kali jangan seperti itu lagi ya" Calvin mengusap punggung tangan Lena dengan ibu jarinya.


"Iya mas, tapi jadinya gimana? Kalau anak kita benar-benar lahir manusia"


"Masalah itu kita bicarakan setelah ayah Ericson kembali ke sini ya atau kalau tidak nanti kita juga minta ayah David datang ke sini supaya kita bisa bahas sama-sama, siapa tau ayah bisa kasih solusi yang terbaik untuk kita. Jadi lebih baik sekarang kita masuk ke dalam dan menunggu ayah di dalam saja ya, soalnya udara di sini akan dingin kalau saat hujan turun" Lena lagi-lagi hanya mengangguk pelan sebagai jawaban untuk Calvin.


Calvin langsung membawa Lena masuk ke dalam dan memintanya untuk menunggu ayahnya kembali di ruang tamu, sedangkan Calvin pergi ke dapur karena dia ingin membuatkan susu ibu hamil yang sempat Calvin beli di dunia manusia sebelum kembali ke castle.


Di waktu yang bersamaan saat Calvin menghampiri Lena di ruang tamu dengan membawa susu hangat, Ericson juga baru saja tiba di castle bersama David dengan membawa buah-buahan untuk Lena.


"Loh! Vin, kenapa kamu membiarkan Lena masih di sini? Seharusnya kamu lebih perhatian lagi pada Lena dan menyuruhnya banyak-banyak istirahat, karena dia kan lagi hamil" Ericson menghampiri Calvin sembari memarahinya, sedangkan David duduk di samping putrinya sembari mendengarkan perdebatan antara Calvin dan ayahnya.


"Kenapa kamu malah memberikan susu coklat untuk ibu hamil? Seharusnya kamu kasih Lena susu putih, karena itu lebih baik dari susu coklat"


"Ayah ini, Lena itu alergi susu putih. Jadi dia tidak bisa meminumnya, lagipula mau susu putih atau coklat juga sama saja yah"


"Ya sudahlah, terserah kamu aja. Asalkan menantu dan cucu ayah sehat terus sampai lahiran nanti" Ericson duduk di kursi yang berada di sisi sebelah kanan David dan meletakkan buah yang di belinya di atas meja.


Setelah ayahnya selesai berbicara Calvin memberikan gelas susu yang di pegangnya ke Lena dan duduk di samping istrinya, sedangkan Lena langsung meminumnya setelah mengucapkan terima kasih pada Calvin.


"Ayah, sebenarnya ada yang kami berdua ingin tanyakan. Lebih tepatnya aku dan Lena ingin meminta solusi pada ayah, dan juga ayah David" Calvin kembali membuka suaranya untuk memecahkan keheningan, karena kedua ayahnya sibuk memperhatikan Lena yang sedang menghabiskan susu hamilnya.

__ADS_1


"Solusi tentang apa?" Ericson langsung menoleh ke arah Calvin, begitu juga dengan David.


Apa ada masalah yang terjadi?" David melihat kearah Calvin dan Lena bergantian.


"Iya yah, ini masalah kekhawatiran Lena terhadap bayinya"


Wajah Ericson dan David seketika menjadi panik dan melihat ke arah Lena yang kembali terlihat murung "Memangnya ada apa dengan bayinya Vin?"


"Bayinya baik-baik saja yah, tapi ada hal lain yang Lena khawatirkan?"


"Hal apa itu? Bilang pada kami"


"Sebenarnya Lena sedang kepikiran tentang...." Calvin menceritakan semua yang sudah Lena katakan padanya saat di taman belakang tadi.


Ericson dan David yang mendengar cerita Calvin langsung bertukar pandangan sebelum akhirnya David menyerahkan ke Ericson untuk memberikan penjelasan untuk Calvin dan Lena.


"Sebenarnya kalian berdua tidak harus berpisah dengan anak kalian, tapi kamu dan Lena harus bisa menentukan dimana kalian akan tinggal" Ericson memberikan jawaban lebih dulu.


"Kalau kamu memilih tinggal di dunia manusia, berarti Lena dan juga anak mu tidak bisa datang ke sini. Begitu juga sebaliknya kalau memilih tinggal di sini, kamu harus bisa melarang anak kamu untuk pergi ke gerbang antar dunia. Karena ayah takut kalau nantinya anak kamu tidak bisa merahasiakan keberadaan dunia ini, jadi walaupun anak kamu terlahir manusia kalian tetap bisa bersama dengannya" David langsung menambahkan perkataan Ericson.


"Jadi pada akhirnya aku harus tetap memilih ya yah?" Lena menundukkan kepalanya.


"Iya seperti itulah nak, tapi apapun pilihan kamu nanti ayah akan selalu mendukung dan membantumu" David mengusap dengan lembut kepala Lena.


"Iya yah, makasih ya" Lena tersenyum tipis ke arah David.

__ADS_1


Setelah pertanyaan yang mengganggu pikirannya sudah terjawab oleh kedua ayahnya, Lena pamit ke kamar untuk beristirahat begitu juga dengan Calvin juga ikut dengan Lena untuk menemani istrinya yang sedang merasa sedih.


__ADS_2