Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Menerima Atau Tidak?


__ADS_3

Seminggu setelah pertemuan mereka dengan David, Lena dan Kia kembali ke dunia manusia untuk membersihkan rumah mereka yang sudah di tinggal selama hampir satu bulan. Berhubung Calvin dan Lion tidak bisa ikut bersama dengan mereka berdua, maka dari itu Calvin memberikan sepuluh orang pengawal khusus untuk menjaga mereka berdua selama di dunia manusia.


Lena tadinya menolak dan terus meyakinkan Calvin kalau tidak akan ada bahaya apapun lagi selama Andre sudah tidak berada di dunia manusia dan lagipula walaupun tidak ada orang lain di jalan yang melihat mereka membawa pengawal sebanyak itu, tapi para tetangga Lena dan Kia akan melihat rumah mereka ramai dengan pengawal.


Kekhawatiran Calvin terhadap Lena sangatlah besar makanya dia bersikeras agar Lena tetap membawa pengawal yang di berikan olehnya apapun alasannya, karena dia tidak ingin kejadian dengan Andre terulang kembali. Bahkan Calvin juga berpesan agar Lena dan Kia tidak pergi sendiri-sendiri demi keselamatan mereka berdua.


"Hah, akhinya selesai juga bersih-bersihnya" Kia menjatuhkan badannya di atas sofa sebelah kiri Lena.


"Len, lu lagi ngapain sih? Sibuk banget kayaknya" tambah Kia sembari bergeser mendekati Lena yang tidak berhenti-hentinya menatap layar ponselnya.


"Panggil gue kakak! Karena bagaimanapun sekarang gue ini kakak lu" Lena masih tetap memfokuskan pandangannya ke ponsel.


"Iya deh iya, kakak Lena yang cantik" Kia menyenderkan kepalanya di sandaran sofa sembari memutar bola matanya malas.


"Oh iya, emangnya lu udah benar-benar percaya dan mau menerima om David sebagai ayah kita? Kalau gue pribadi sih masih engga yakin " tambah Kia sembari menatap langit-langit, sedangkan Lena langsung menoleh ke arah Kia.


Lena hanya menatap Kia tanpa menjawab sepatah katapun tentang pertanyaan Kia, sebenarnya bukan tidak mau menjawab. Tapi Lena juga masih bingung antara dia bisa menerima atau tidak, karena hati Lena mengatakan untuk menerima semuanya dan sedangkan pikirannya mengatakan kalau dia, belum boleh menerima semua itu sampai Calvin selesai menyelidiki kebenarannya.


"Kenapa lu ngeliatin gue aja? Apa ada yang aneh di wajah gue?" Kia langsung mengambil ponselnya diatas meja untuk melihat wajahnya.


"Engga ada yang aneh kok di wajah lu Ki, cuma karena lu habis bersih-bersih rumah jadi badan lu sedikit bau keringat dan lebih baik sekarang lu mandi dulu deh sana" Lena mendorong Kia pelan agar Kia segera pergi dari tempatnya.


"Nanti aja, gue masih malas buat gerak lagi. Soalnya dari tadi Lion belum telpon gue, jadi gue masih engga mood buat mandi"


"Ya udah deh, terserah lu aja"

__ADS_1


Lena yang baru ingin fokus kembali menghubungi Calvin melalui chat tiba-tiba mendapat telpon dari Lion, karena Lena penasaran dia langsung mengangkat panggilan telpon dari Lion setelah menoleh ke arah Kia sebentar.


-Pembicaraan Lena dan Lion melalui telepon-


"Iya hallo Lion, ada apa? Tumben kamu telpon ke saya bukan ke Kia"


Mendengar Lena menyebut nama Lion di telpon Kia langsung mengubah posisi duduknya dan memasang wajah cemberutnya di depan Lena, sedangkan Lena tidak menghiraukannya dan malah melanjutkan pembicaraannya dengan Lion.


"Oh iya Li, kenapa kamu engga menelpon ke Kia? Dia jadi malas mandi loh, karena kamu belum kasih kabar ke dia"


"Maaf nona Lena, hari ini saya benar-benar sibuk sekali. Jadi belum sempat mengabari Kia dan kemungkinan saya baru akan bisa menghubungi Kia besok pagi, kalau saya boleh minta tolong sampaikan permintaan maaf saya ini pada Kia"


"Baiklah, nanti akan saya sampaikan"


"Iya"


Setelah panggilan telpon dari Lion terputus Lena langsung menyampaikan pesan yang tadi Lion berikan pada Kia, saat mendengarnya Kia menjadi terlihat tambah murung.


"Sudah jangan sedih begitu, Calvin juga belum menelpon gue dari tadi pagi" Lena mengusap bahu Kia.


"Tapi lu enak udah chattan sama Calvin, jadi bisa tau kabarnya"


"Lu kan juga udah tau kabar Lion tadi dan bahkan lu udah dengar suaranya, sedangkan gue sama sekali belum mendengar suara Calvin. Lagipula Lion kan akan menghubungi lu besok pagi, jadi tunggu ajalah dan mending lu mandi sekarang deh"


"Iya deh gue mandi dulu ya kakak" Kia tertawa sembari bangun dari duduknya dan langsung pergi ke kamarnya untuk mandi.

__ADS_1


Saat Lena sendirian dia kembali memikirkan kembali tentang pertanyaan Kia yang menerima om David sebagai ayahnya, kalau dilihat dari wajah Ericson kemarin sepertinya Ericson mempercayai perkataan sahabatnya itu. Sedangkan Calvin terlihat sama sekali tidak percaya dan sampai-sampai berusaha keras menyelidiki kkebenarannya


Lena yang masih bergelut dengan pikirannya dan sangat merasakan pusing di kepalanya, tiba-tiba Calvin datang dan langsung duduk di sampingnya membuat Lena menoleh ke arah Calvin dan seketika pikirannya tentang masalah tadi langsung hilang.


"Loh! Kamu kok bisa ada di sini? Bukan tadi kamu bilang akan pergi tiga hari, karena urusan pekerjaan dari ayah Ericson"


"Sebenarnya tadi itu aku berbohong hanya untuk mengerjai kamu saja, maaf ya" Calvin langsung tertawa, sedangkan Lena hanya menghela nafasnya sembari memutar bola matanya malas.


"Oh iya, Kia dimana? Apa ada masalah yang terjadi di sini?"


"Kia tadi aku suruh mandi, jadi mungkin sekarang dia masih ada di kamar mandi. Kalau masalah sebenarnya sebelum kamu datang, tadi ada yang terjadi di sini"


"Apa yang terjadi di sini? Apa ada orang yang tibatiba datang ke sini? Tapi kalian berdua baik-baik saja kan?" ekspresi wajah Calvin langsung terlihat panik dan itu malah membuat Lena tertawa.


"Kenapa kamu malah tertawa?" Calvin mengangkat satu alisnya.


"Wajah kamu terlihat lucu kalau sedang panik begitu, padahal tadi itu aku hanya mengerjai kamu saja. Tapi respon kamu malah panik beneran" Lena tambah tertawa terbahak-bahak.


"Jadi kamu tadi mengerjai ku? Sebenarnya tidak ada yang terjadi di sini, iya?" Lena hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Calvin yang kesal karena dikerjai oleh Lena langsung duduk diam dan memasang wajah kesal, bercandaan Lena membuat dia sedikit kesal walaupun tadi Calvin juga mengerjai Lena. Tapi yang Lena lakukan saat ini menurutnya sangat tidak lucu untuk dijadikan bercandaan, karena Calvin tidak bisa kalau sampai melihat Lena terluka.


Lena yang menyadari kalau Calvin marah padanya langsung meminta maaf pada Calvin, Lena mengaku salah karena sudah menjadikan kekhawatiran Calvin sebagai bahan bercandaan dan walaupun dia tau kalau Calvin sangat-sangat mengkhawatirkannya. Tapi usaha Lena untuk minta maaf sepertinya akan susah, karena Calvin terus diam saja.


Saat Lena masih meminta maaf pada Calvin, Kia yang baru selesai mandi kembali ke ruang tamu dan berniat untuk menghampiri Lena lagi. Tapi setelah melihat Calvin berada di sana dan juga merasa suasana ruangan itu menjadi dingin, akhirnya Kia putuskan untuk kembali ke kamarnya saja dan menunggu sampai suasananya kembali membaik.

__ADS_1


__ADS_2