Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Kekhawatiran Calvin


__ADS_3

Calvin yang biasanya kuat hanya karena seorang wanita dia jadi seperti ini, semua kekuatannya seketika lenyap begitu saja. Bahkan sejak pulang dari hutan Calvin terus mondar mandir di halaman villa untuk menunggu Lena pulang, karena Kia melarangnya kembali ke hutan dengan alasan nanti akan bergantian dengan Lena. Takutnya Lena kembali malah jadi Calvin yang tersesat di sana, bahkan sekarang Calvin terus di pantau oleh kekasihnya Kia agar dirinya tidak bisa pergi diam diam.


"Calvin, sampai kapan lu mau terus di sana? emangnya lu engga capek ya? lagian ini udah larut malam, masuklah dulu Vin" ucap Kia yang berdiri di depan pintu.


"Saya masih mau di sini sampai Lena kembali" ucap Calvin yang masih engga untuk meninggalkan halaman villa.


"Tapi lu belum makan malam dari tadi Vin, mending sekarang lu masuk dulu terus makan! kalau lu engga makan dan sakit gimana caranya lu mau cari Lena?" ucap Kia dengan tangan di silangkan di depan dadanya.


Calvin mencoba mencerna perkataan Kia dan kalau di pikir pikir benar juga dirinya butuh tenaga untuk terus menemukan Lena, walaupun cukup lama Calvin berpikir akhirnya dia mau mengikuti perkataan Kia untuk masuk ke dalam dan makan.


"Kapan sih lu balik Len? kasian gue sama cowo lu" ucap Kia dalam hatinya.


Dari beberapa menit yang lalu Calvin memang sudah berada di meja makan dan bahkan sekarang di hadapannya sudah ada makanan yang Kia masak, tapi kali ini nafsu makannya benar benar tidak ada. Bukan karena makanannya tidak enak, hanya saja menurut Calvin tidak lengkap kalau makan tanpa di temani Lena.


Walaupun ada perasaan kesal karena Calvin sudah menjadi penyebab hilangnya Lena, tapi kalau Kia lihat lihat lagi ada perasaan kasihan pada Calvin. Dia terlihat sangat mencintai Lena, sampai saat Lena menghilang dia terlihat sangat frustasi.


"Kenapa makanannya cuma lu aduk aduk aja? engga enak ya masakan gue?" ucap Kia sembari duduk dihadapan Calvin.


"Engga bukan begitu! masakan kamu ini enak semua, tapi saya benar benar tidak punya selera untuk memakannya. Karena yang saya inginkan saat ini hanya Lena kembali untuk melihatnya makan dan sekalian menemani saya makan juga" ucap Calvin yang masih menatap semua makanan di atas meja.

__ADS_1


"Jujur saat ini pikiran saya terus bertanya tanya, bagaimana kondisi Lena di sana dan apa yang akan dia makan?" tambah Calvin sembari menghela nafasnya.


Sebenarnya Kia juga memikirkan hal yang sama dengan yang Calvin pikirkan apalagi sahabatnya sangat takut dengan gelap, tapi dia tidak mau menunjukkan semua kekhawatirannya di hadapan Calvin. Karena kalau Kia juga ikutan khawatir dan tidak tenang, Calvin akan memaksanya kembali untuk mencari Lena karena dia merasa bersalah pada Kia.


Saat ini yang bisa Kia lakukan hanya berdoa untuk ke selamatan sahabatnya dan berharap besok Lena bisa kembali berkumpul bersama mereka lagi, walaupun sangat kecil kemungkinan bisa menemukan Lena di hutan seluas itu dengan waktu singkat.


"Setidaknya lu makan lah masakan gue, dua suap aja buat hargain tenaga gue nih yang mau capek capek masakin buat lu" ucap Kia dengan wajah memelasnya.


"Maaf Kia bukan saya tidak ingin menghargai kamu, tapi saya benar benar tidak bisa makan tanpa Lena di samping saya" ucap Calvin sambil meletakkan kembali sendok yang tadi sudah dia pegang.


"Saya permisi ke kamar dulu" tambah Calvin yang langsung meninggalkan Kia di meja makan.


Kali ini Kia hanya bisa menatap kepergian Calvin, karena dia sudah kehabisan cara untuk bisa membujuk Calvin untuk makan. Kia juga mengerti perasaan Calvin saat ini, pasti sangat sulit untuk bisa makan di saat kehilangan orang yang kita sayangi.


...****************...


Lena masuk lebih dalam ke tempat itu dan tanpa dia sadari beberapa orang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan, tidak berselang lama orang orang itu membawa paksa Lena ke suatu tempat yang dijaga oleh beberapa orang yang membawa senjata.


Mencoba melarikan diri juga sepertinya akan percuma, jadi Lena memutuskan untuk tenang dan memikirkan cara untuk bisa keluar dari tempat itu dengan selamat. Saat dia sedang mengatur rencana seseorang dengan pakaian raja datang dan menyuruh pengawal di sana untuk membawanya, Lena mencoba melepaskan diri tapi sayangnya tubuhnya sudah sangat lemas karena belum makan apapun.

__ADS_1


"Lepasin! kalian siapa dan mau ngapain sih?" ucap Lena sembari mencoba melepaskan ikatan talinya.


"Kali ini saya tidak bisa menunggu lagi, karena sudah terlalu banyak waktu yang terbuang jadi saya perintahkan kamu untuk tidak menjadi pemberontak!" ucap seorang raja di sana dengan wajah sangarnya.


Setelah berkata seperti itu kepada Lena, raja itu langsung meminta orang di sampingnya untuk memulai pengambilan jantung Lena. Seketika Lena membulatkan matanya karena terkejut mendengar perintah raja itu, dia juga mulai menangis dan berharap Calvin datang untuk menyelamatkannya karena dia benar benar takut berada di tempat itu.


"Calvin....." teriak Lena saat seseorang tadi mulai menjalankan perintah rajanya.


Calvin yang terkejut langsung terbang dan dia baru sadar ternyata semua itu hanya mimpi buruk, entah dari kapan dia tertidur sampai bisa bermimpi seperti itu. Mimpi yang benar benar membuat hatinya semakin tidak tenang, karena Lena berada di hutan yang seharusnya Calvin tidak membawanya ke sana.


"Ini tidak bisa ditunda lagi, Lena harus ketemu malam ini juga" ucap Calvin yang langsung mengambil jaket dan keluar dari dalam kamarnya.


"Lu mau kemana malam malam gini Vin?" ucap Kia yang duduk di sofa sembari memegang laptopnya.


"Saya mau cari Lena"


"Lu udah gila ya! ini jam dua pagi Vin besok kan bisa" ucap Kia dengan nada sedikit membentak.


"Tapi saya sudah tidak bisa menunggu lagi, saya merindukan Lena" ucap Calvin dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Kia berpikir keras untuk bisa menenangkan Calvin, karena ini pertama kalinya dia menghadapi orang yang sedang kehilangan. Dia akhirnya meminta bantuan kekasihnya untuk bisa membantu menemani Calvin, siapa tau sesama cowo akan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk masalah ini.


Setengah jam mereka mengobrol akhirnya Calvin bisa tenang, walaupun akhirnya dia hanya duduk melamun di teras villa sambil memikirkan mimpinya tadi. Saat ini dia berharap Lena baik baik saja dan dia juga berjanji kalau Lena kembali dia akan menjaga dan mengawasi Lena lebih dari biasanya, agar Lena tidak pernah bisa hilang dari pandangan Calvin lagi.


__ADS_2