
Hari ini Calvin berniat pergi ke kantor Lena untuk membawakan makan siang khusus yang dia masak sendiri, karena kemarin Lena sempat marah gara-gara Calvin tidak menjawab pertanyaan yang Lena ajukan.
Calvin bahkan datang tanpa sepengetahuan Lena bukan karena dia ingin memberikan kejutan, tapi karena dia tidak memiliki ponsel makanya dia datang langsung dan bahkan dia pergi dengan berjalan kaki.
"Permisi mbak, apa saya bisa bertemu dengan Elena Althea?"
"Mahon maaf mas, tapi semua karyawan di sini sedang ada rapat dengan atasan"
"Kira-kira selesai berapa lama ya mbak?"
"Kalau itu saya kurang tau mas, mungkin sebelum makan siang sudah selesai. Masnya kalau mau menunggu bisa tunggu di sana mas" ucap resepsionis sembari menunjuk ke arah sofa sebelah kirinya.
"Baik mbak saya akan menunggu di sana, Terima kasih ya mbak" ucap Calvin dengan senyum tipisnya dan langsung berjalan ke arah sofa.
Calvin sudah menunggu Lena hampir satu jam, tapi belum ada tanda-tanda Lena datang menemuinya. Dia berpikir rapatnya masih akan berjalan untuk waktu yang lama, jadi Calvin memutuskan untuk kembali ke rumah.
Saat Calvin baru hampir menyentuh pegangan pintu kaca di sana, seseorang memanggil namanya dan ternyata orang yang Calvin tunggu-tunggu sejak tadi.
"Kamu ada apa ke sini? dan kenapa engga kasih tau aku dulu? biar aku bisa pesankan ojek online buat kamu" ucap Lena
"Aku ke sini mau bawain kamu makan siang, tapi kayaknya makanannya udah dingin, dan apa kamu lupa? aku tidak memiliki ponsel, lalu bagaimana aku bisa menelfon mu?" ucap Calvin yang menunjukkan kotak makan berwarna merah jambu.
"Oh iya aku lupa, maaf ya dan ini kamu beneran bawain makan siang buat aku?" ucap Lena sembari mengambil kotak makan yang dari tadi Calvin pegang.
"Iya Lena, itu juga aku yang memasaknya khusus untuk kamu. Anggap saja sebagai tanda permintaan maaf aku ke kamu, karena masalah kemarin"
"Ya udah, kalau begitu kita makan bareng yuk!"
Tanpa menunggu jawaban dari Calvin, Lena langsung menarik tangan Calvin dan membawanya ke sofa tempat tadi Calvin menunggunya.
__ADS_1
Tidak di sangka setelah pacaran Calvin menjadi sosok pria yang romantis dan bahkan dia rela datang hanya demi meminta maaf dari Lena.
"Gimana enak tidak makanannya? soalnya udah dingin gitu" tanya Calvin yang melihat Lena sudah memasukkan makanan ke mulutnya.
"Enak kok! walaupun makanan ini udah dingin tapi masih tetap enak, karena yang masak kekasih kucing ku" ucap Lena berbisik dengan senyum di bibirnya yang penuh makanan, membuat pipi Lena menjadi terlihat chubby.
"Kalau begitu habiskan ya makannya!" ucap Calvin sembari mengelap sudut bibir Lena dan membuat pipi Lena seketika memerah.
Calvin memperhatikan Lena yang menyantap makanannya dengan sangat lahap, bahkan tanpa ada yang menyadari senyum lebar Calvin terbit di bibirnya, tapi seketika itu juga otaknya menyadarkan Calvin untuk fokus dengan tujuannya.
Berbeda dengan otaknya, jujur sampai saat ini hati Calvin masih merasa bimbang, apa harus dia melanjutkan tujuannya atau berhenti sampai di sini? di satu sisi dirinya merasa kasihan, tapi di sisi lain dia juga membutuhkan Lena untuk tujuan yang sudah dirinya janjikan pada ayahnya.
Mungkin untuk beberapa bulan ke depan dirinya akan menikmati hari-harinya bersama Lena, sembari memberinya kenangan indah yang belum pernah Lena rasakan.
"Lena, apa sore ini kamu ada acara atau lembur di kantor?"
"Aku mau ajak kamu pergi nonton bioskop, apa kamu mau Lena?"
Tanpa pikir panjang lagi Lena langsung mengiyakan ajak Calvin padanya, karena dirinya sangat ingin menikmati film di bioskop bersama pasangannya, seperti halnya pasang-pasangan lain.
"Ya udah, kalau begitu aku pulang dulu ya! nanti sore aku balik lagi buat jemput kamu di sini" ucap Calvin yang langsung berdiri.
"Kalau begitu biar aku pesankan ojek online untuk kamu ya? dan nanti sore juga kamu naik taxi aja dari rumah" ucap Lena sembari mengambil ponselnya di atas meja dan memesankan ojol untuk Calvin.
Hanya butuh waktu tiga menit untuk driver ojol itu sampai di depan kantor Lena, Calvin pulang tanpa berpamitan lagi, karena Lena harus kembali ke ruangannya untuk lanjut bekerja.
...****************...
Mereka sudah sampai di bioskop dan sudah memesan popcorn dan hot chocolate untuk di nikmati sembari menonton Film romantis yang di pilih oleh Calvin, karena film juga sudah mau di mulai mereka langsung masuk ke dalam ruang teater yang sudah di arahkan.
__ADS_1
Dari awal film di mulai sampai film berakhir, sedetikpun Calvin tidak melepaskan genggaman tangannya pada Lena, bahkan dirinya beberapa kali mengikuti hal yang dilakukan pria lain ke pasangannya, termasuk menyuapi popcorn ke mulut Lena.
'Calvin lucu banget sih, bukannya fokus nonton filmnya malah sempat-sempatnya dia belajar cara romantis di sini' Lena melihat Calvin sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Calvin, kamu ngapain malah ngeliatin mereka?" tanya Lena berbisik di dekat telinga Calvin.
"I-itu... aku cuma penasaran aja sama mereka kenapa bisa romantis seperti itu?"
"Udah jangan lihatin mereka lagi, mending kamu fokus nonton filmnya aja! sayang loh kalau di lewatin tiketnya mahal tau" ucap Lena dengan bibir yang dimanyunkan.
"Iya...iya aku fokus nonton lagi ya" ucap Calvin yang langsung melihat ke arah layar di depannya, sembari mengeratkan genggaman tangannya.
Selama dua jam Lebih mereka berada di ruangan itu, dan tanpa di sadari Lena ternyata Calvin tidak menontonnya sampai selesai, karena dia ketiduran saat menonton. Mungkin karena kelelahan makanya dia sampai ketiduran, setelah semua orang keluar Lena langsung membangunkan Calvin untuk pulang ke rumah.
Hari ini adalah hari yang membuat Lena benar-benar merasa sangat bahagia, dari awal Calvin membawakan makanan, mengajaknya menonton, sampai Calvin rela pulang tanpa menggunakan alas kaki, karena dia memberikan sepatunya untuk Lena agar kakinya tidak sakit lagi.
Sampai di rumah mereka langsung membersihkan diri mereka masing-masing, seharusnya sudah waktunya mereka untuk tidur, tapi karena Calvin sudah tidur di bioskop matanya jadi sudah tidak mengantuk lagi. Karena Lena baru ingat dia ada sesuatu yang ingin di berikan pada Calvin jadi sebelum masuk ke dalam kamarnya, Lena menghampiri Calvin yang lagi duduk di ruang tamu
"Calvin, aku punya sesuatu buat kamu" ucap Lena sembari menyembunyikan tangannya di belakang punggung.
"Sesuatu apa Lena?" Calvin yang mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Lena.
"Ini Vin" ucap Lena sembari memberikan paper bag berwarna putih dan langsung diambil oleh Calvin.
"Semoga kamu suka ya Vin"
Lena memberikan ponsel baru yang sempat dia beli melalui kekasihnya Kia, karena untuk mempermudah Calvin menghubungi dirinya dan setelah Lena memberikan hadiahnya dia langsung tiba-tiba memberikan hadiah kedua, yaitu berupa kecupan untuk Calvin bahkan tanpa diduga-duga oleh Calvin.
Cup...
__ADS_1