
Ericson yang sudah sejak tadi berdiri tidak jauh dari tempat Lena bekerja hanya untuk menunggu kedatangan Lena, tapi sayangnya Lena datang bersama dengan Calvin.
Karena dirinya sudah terlanjur berada di sana, pada akhirnya dirinya tetap menghampiri Lena dan Calvin di depan pintu masuk tempat kerja Lena.
"Darian..." ucap Ericson sembari menepuk pundak Calvin.
Calvin yang langsung berbalik ke arah belakang dan melihat ayahnya berada di sana, dengan sigap dirinya menggenggam tangan Lena dan membawa ke belakang tubuhnya untuk melindungi Lena.
Lena sedikit mengintip dari balik tubuh Calvin untuk melihat wajah ayah Calvin yang sama sekali belum pernah dilihatnya, tapi setelah dia melihatnya ternyata ayah Calvin orang yang membantunya keluar dari hutan.
"Dari awal bertemu dengan om itu gue udah menduganya kalau mereka ada hubungannya, ternyata ayah dan anak toh pantes aja mirip banget" ucap Lena dalam hatinya.
"Mau apa anda ke sini?" tanya Calvin sembari menatap ayahnya dengan tatapan tajamnya.
Ericson yang melihat Lena terus memperhatikannya langsung memberikan senyuman ke Lena dan siapa sangka Lena juga memberikan senyumannya sebagai tanda menghargai ayah Calvin, walaupun akhirnya dirinya kembali bersembunyi di belakang Calvin.
"Apa dia kekasih yang kamu bilang waktu itu Andara?"
"Bukan urusan anda, jadi lebih baik silahkan anda pergi dari sini sekarang!" Calvin menunjuk ke arah sisi kanannya.
Calvin sudah sangat geram sekali dengan ayahnya, pasalnya Ericson sama sekali tidak pergi dari tempatnya dan malah meminta Calvin untuk memperkenalkan dirinya pada Lena.
Tidak mau membuat masalah di depan tempat kerja Lena, akhirnya Calvin memutuskan untuk mengakhiri perdebatan dengan ayahnya dan meminta Lena masuk ke dalam gedung kantornya.
Setelah Calvin membisikkan sesuatu pada Lena dan memastikan Lena sudah benar-benar aman, dirinya langsung pergi meninggalkan ayahnya begitu saja.
"Lihat saja nanti, kamu akan menyesal sudah berani melawan ayah Andara!" Ericson bermonolog sendiri dengan masih berdiri di tempatnya.
"Kali ini ayah akan membuat dirinya menjauh dari kamu" ucap Ericson yang menatap sebentar kearah gedung tempat Lena bekerja dan setelah itu dirinya langsung pergi dari sana.
__ADS_1
Calvin sebenarnya masih berada di sana juga, dia sengaja bersembunyi untuk memastikan ayahnya benar-benar pergi dan karena dirinya tidak mau hal yang sama terulang, jadi Calvin akan meminta Dion dan Lion memperketat penjagaannya sampai dirinya datang kembali untuk menjemput Lena pulang.
Sedangkan Lena yang sudah berada di meja kerjanya berusaha untuk menghilangkan dulu sejenak masalah kutukan Calvin, karena kali ini dirinya harus fokus untuk menyelesaikan dokumen persentasi dengan klien dari luar negeri.
Untung saja pekerjaan Lena selesai tepat di jam makan siang, jadi dirinya bisa langsung menyusul Kia ke restoran baru yang berada di sebrang kantor untuk mencoba makanan yang ada di sana.
Kia sudah lebih dulu pergi ke restoran itu beberapa menit sebelum jam makan siang supaya mereka bisa mendapatkan tempat duduk, kemarin mereka sempat gagal mencoba karena sudah tidak dapat tempat.
Baru saja Lena ingin masuk ke dalam restoran, tapi langkahnya terhenti karena seseorang memegang tangannya. Lena yang terkejut langsung berbalik untuk melihat siapa yang memegang tangannya.
"Lena, boleh saya bicara sebentar dengan kamu?" tanya Ericson dengan tatapan yang berpura-pura memohon.
Kali ini Lena benar-benar di buat ragu oleh hati dan pikirannya, hatinya berkata iya tapi pikirannya masih takut kalau tiba-tiba Calvin datang dan malah ada keributan lagi nantinya.
"Aduh! gimana ya? kalau Calvin tau aku bicara sama om Ericson pasti dia bakal marah, tapi kalau aku tolak engga enak juga gimanapun om Ericson pernah nolongin aku dan juga aku penasaran sih sama apa yang mau di bicarain" ucap Lena dalam hatinya.
"Eum... gimana ya om, aku belum izin sama Calvin soalnya"
Sebelum menjawab Lena melihat ke sekelilingnya terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada Calvin ataupun Dion dan Lion.
"Ya udah deh om, kita bicara di sana saja om"
Lena membawa Ericson ke dekat kolam air mancur untuk duduk di pinggirnya, karena menurutnya itu tempat paling aman kalau yang dibisikan Calvin padanya benar terjadi.
"Maaf om waktu makan siang saya hanya sebentar, jadi apa yang om mau bicarakan dengan saya?"
"Ini tentang Calvin"
"Calvin? memangnya ada apa dengan Calvin om?"
__ADS_1
"Sebenarnya Calvin..."
Ericson menceritakan semuanya tentang Calvin termasuk tujuannya memacari Lena, walaupun Lena terlihat tidak percaya Ericson tetap menceritakannya.
Sampai akhirnya Lena memutuskan untuk meminta Ericson berhenti, karena pembicaraan sudah terlalu jauh dan baginya itu tidak mungkin Calvin lakukan pada dirinya.
"Maaf om, tapi saya harus kembali ke kantor sekarang" ucap Lena yang langsung pergi dari tempatnya berada.
"Tunggu sebentar Lena masih ada yang saya ingin beritau ke kamu" ucap Ericson yang tidak di hiraukan oleh Lena.
Tanpa Ericson dan Lena sadari Dion sudah berada di sana walaupun dirinya tidak mendengar pembicaraan Ericson dan Lena, tapi setidaknya Dion tau bahwa Ericson menemui Lena lagi.
Lena sudah kembali ke kantor lebih dulu tanpa memberitahu Kia, karena perasaannya yang campur aduk antara harus percaya atau tidak membuatnya jadi lupa untuk menghubungi Kia.
Belum selesai Lena memikirkan masalah kutukan Calvin, sekarang di tambah lagi dengan perkataan yang di ucapkan ayahnya Calvin di depan restoran.
Kia kembali ke kantor dengan wajah cemberutnya, karena harus makan sendirian. Dirinya mendiamkan Lena sampai jam pulang kantor, bahkan Kia yang biasanya menunggu Lena untuk turun dan keluar kantor bareng sekarang malah dirinya pulang lebih dulu dan tidak bilang apapun pada Lena.
"Kenapa begitu wajahnya? apa ada masalah?" tanya Calvin saat melihat Lena keluar dengan wajah yang lesu.
"Engga ada apa-apa kok cuma capek aja" ucap Lena sembari memberikan senyum tipisnya.
"Kalau begitu ayo kita pulang biar kamu bisa cepat istirahat" Calvin langsung menggenggam tangan Lena dan membawanya pulang menggunakan taxi.
"Oh iya Lena, apa ayahku tadi menemui mu lagi?" tanya Calvin sembari melihat wajah Lena.
"Engga kok, memangnya kenapa?" Lena yang balik bertanya pada Calvin dan langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Calvin.
Lena terpaksa berbohong, karena dia takut Calvin akan marah padanya dan dirinya tidak ingin melihat Calvin bertengkar terus menerus dengan ayahnya. Walaupun sebenarnya Calvin sudah mengetahui kebenarannya dari Dion, dirinya akan tetap berpura-pura tidak tau sampai Lena yang menceritakan semuanya dengan sendirinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus berbohong padaku? padahal aku berharap kamu akan menceritakannya semuanya padaku" ucap Calvin dalam hatinya sembari menatap keluar jendela mobil.