
Dion dan Lion masih mempersiapkan kejutan untuk Lena yang diadakan pukul tujuh malam nanti, dan sebenarnya di tempat itu bukan cuma ada Dion dan Lion saja tapi juga ada Kia yang memaksa mau ikut membantu mempersiapkannya sekaligus dirinya ingin melihat Dion.
Berbeda dengan mereka bertiga, Lena sendiri malah sedang fokus merawat Calvin. walaupun Calvin sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya, tapi karena ada memar di bahu dan bagian lainnya makanya untuk makan Calvin masih sulit menggerakkan tangannya.
"Calvin, boleh aku masuk?" tanya Lena sembari mengetuk pintu kamar Calvin.
"Iya masuk saja Lena" ucap Calvin sembari mencoba memakai baju kemeja.
Setelah Calvin mengizinkan Lena langsung masuk ke dalam kamar Calvin dengan membawa nampan berisi sop ayam dan buah apel, tapi saat di dalam dirinya malah melihat Calvin yang kesusahan saat memakai baju.
Lena langsung buru-buru meletakkan nampannya di atas meja dan langsung segera membantu Calvin, walaupun Lena membantu sembari terus mengomel.
"Aish! kenapa kamu engga tunggu aku aja sih baru ganti baju? udah tau tangannya masih sakit, tapi masih dipakasain aja" ucap Lena sembari mengancingkan baju kemeja Calvin.
"Kalau hanya didiamkan saja dan engga dipaksa gerak, nanti tangan ku akan tambah kaku jadinya" ucap Calvin sembari menatap Lena.
"Iya sih, tapi kan engga harus sekarang juga bisa nanti kalau memarnya sudah sedikit hilang dan lagian kenapa kamu malah pakai kemeja lengan panjang? aku kan belum kompres memarnya" ucap Lena yang sedang menggulung lengan baju Calvin.
"Nanti malam aku mau ajak kamu jalan-jalan sembari mencari angin biar aku engga bosan di kamar terus, gimana apa kamu mau?".
Lena langsung menatap Calvin dengan wajah marahnya dan menghela nafasnya kasar, kenapa Calvin mengajaknya pergi tanpa melihat kondisinya terlebih dahulu? Padahal wajahnya masih seperti itu, tapi pada akhirnya Lena mengiyakannya karena kasihan melihat Calvin yang terus berada di kamar.
"Iya aku mau...Tapi sebelum pergi kamu harus makan dan di kompres dulu memarnya, Oke?".
"Makan dulu saja gimana? kalau kompresnya setelah pulang jalan-jalan saja, boleh kan Lena?" tanya Calvin sembari menunjukkan wajah memelasnya, tapi bagi Lena wajah memelas Calvin malah membuat dia tambah imut dan tampan.
__ADS_1
"Hah... ya udah, ya udah hanya kali ini saja ya aku menuruti kamu!" ucap Lena dengan tangan yang di lipat di atas dadanya.
Setelah selesai bernegosiasi Lena membawa Calvin duduk di sofa dan dirinya langsung menyuapi Calvin makan mulai dari sop ayam sampai buah apel yang sudah dirinya potong-potong.
Walaupun sop ayamnya sudah dingin, tapi Calvin tetap menikmati masakan Lena. Karena Calvin ingin selalu menghargai usaha Lena yang sudah mau merawatnya di saat Lena sendiri masih kecewa dengan dirinya.
"Oh iya, nanti kita mau pergi kemana?" tanya Lena sembari menumpuk mangkok dan piring kotor.
"Ke suatu tempat, yang pastinya nanti kamu akan menyukainya" ucap Calvin sembari senyum ke Lena.
Lena hanya bisa memanyunkan bibirnya dan menuruti Calvin, karena Calvin tidak mau memberitahu dirinya mereka akan pergi kemana dan malahan Calvin menyuruh Lena untuk berdandan yang cantik.
Setelah selesai membereskan dapur, Lena langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi bersama Calvin. Sedangkan Calvin sudah menunggu Lena di ruang tamu sembari memainkan ponsel dengan tangan kirinya untuk menanyakan sudah sampai mana persiapan acara kejutannya dan juga Calvin memberitahu Dion, Lion, dan Kia kalau dirinya akan segera berangkat bersama Lena.
"Calvin..." Calvin langsung menoleh ke arah Lena saat namanya dipanggil.
Saat melihat Lena Calvin langsung diam membeku dan matanya juga tidak berkedip sama sekali, bahkan sudah berkali-kali Lena panggil Calvin tetap tidak mendengar.
Cukup lama Calvin memandangi dan mengagumi kecantikan Lena, sampai akhirnya dia tersadar dengan sendirinya dan mengajak Lena untuk segera berangkat. Karena semua sudah siap dan Dion, Lion, dan juga Kia sudah menunggu di sana.
"Kita perginya bawa mobil atau mau naik taxi?" tanya Lena sembari menatap Calvin.
"Kita naik taxi saja ya, masa kamu udah cantik-cantik begini harus nyetir" pipi Lena sedikit memerah mendengar Calvin yang bilang dirinya cantik.
"Ayo kita berangkat" tambah Calvin yang langsung menggenggam tangan Lena dan membawanya pergi.
__ADS_1
Berbarengan dengan mereka keluar dari rumah, taxi yang sudah dipesan Calvin datang dan berhenti tepat di depan mereka. Calvin langsung membukakan pintu mobil untuk Lena dan setelah Lena masuk mobil barulah Calvin yang juga masuk ke dalam taxi itu.
...****************...
Selama sejam setengah mereka di perjalanan dan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, yaitu taman yang menjadi tempat Calvin dipukuli karena kesalahan Lena.
"Kamu mau ngapain bawa aku ke sini Vin?"
"Nanti kamu juga akan tau sendiri" ucap Calvin sembari tersenyum dan langsung membawa Lena masuk ke dalam taman.
Lena melihat ke sekeliling taman yang tidak seperti biasanya, dirinya bingung taman yang biasanya ramai dengan orang-orang sekarang malah sangat sepi bahkan satu orangpun saja tidak ada.
Tapi saat mereka sampai di tempat air mancur banyak orang yang sedang menunggu kedatangan mereka berdua di sana dan juga tempat itu sudah dihias sangat cantik, tidak lama mereka sampai di sana Dion, Lion, dan Kia datang dengan membawa kue ulang tahun dan juga bunga.
Mereka semua langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Lena dan mereka berempat juga mengucapkan doa untuk Lena secara bergantian, setelah Lena meniup lilin Dion langsung memberikan bunga yang di pegangnya kepada Calvin.
"Lena... maukah kamu memberi aku kesempatan satu kali lagi dan kembali menjadi kekasih ku? agar aku bisa memperbaiki semua kesalahan aku dan juga menjadi kekasih yang terbaik untuk mu" ucap Calvin yang tiba-tiba berlutut di hadapan Lena sembari memegang bunga di tangannya.
"Terima... Terima... Terima" ucap semua orang di sana termasuk Lion dan Kia, sedangkan Dion hanya diam saja karena dirinya terlalu pendiam.
Lena melihat ke arah Kia dan yang lainnya, baru dirinya menganggukkan kepala tanda kalau Lena setuju memaafkan dan menerima Calvin kembali dalam kehidupannya.
Semua orang yang berada di sana langsung berteriak dan Calvin yang juga langsung memeluk Lena, bahkan dirinya tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada Lena.
Tanpa mereka sadari Ericson juga ada di dalam sekumpulan orang yang berada di sana, tapi dirinya tidak melakukan apapun yang membahayakan Lena melainkan dirinya hanya melihat Calvin tersenyum bahagia saat bersama Lena. Karena sudah sangat lama Calvin tidak tersenyum seperti itu di depannya dan kali ini Ericson menyadari kebahagiaan Calvin yang sekarang adalah bersama Lena walaupun nantinya Calvin yang harus merelakan dirinya sendiri demi Lena, tapi sekarang Ericson menghargai keputusan yang Calvin pilih.
__ADS_1