
Dari bangun tidur Calvin lagi lagi terus menempel dengan Lena dan dia juga kembali mengikuti Lena kemanapun dia pergi, bahkan sekarang Calvin juga ikut duduk di kursi yang ada di teras depan villa. Padahal niat Lena untuk bersantai sebentar mumpung Kia yang membuat sarapan hari ini, tapi malah di gangguin sama Calvin.
"Ish, dibilangin jangan ngikutin terus! ngapain malah ikutan ke sini coba?" tanya Lena yang langsung mengubah duduknya menghadap Calvin.
"Mau lihat wajah kamu, sekalian jagain kamu" ucap Calvin dengan sedikit senyum di bibirnya.
"Apaan sih! ngapain juga ngeliat wajah aku, terus jagain aku dari siapa coba?" Lena memutar bola matanya malas dan langsung berbalik melihat pemandangan di depannya.
"Dari pria lain yang akan gangguin kamu" ucap Calvin sembari mengacak rambut Lena dan langsung di tepis oleh Lena.
"Emangnya kenapa kalau ada pria yang ganggu aku?"
"Karena aku engga suka kalau Lena ku di gangguin"
"Memangnya kamu berani melawan mereka yang ganggu aku?" tanya Lena dengan tangan yang berada di depan dadanya.
"Berani, kalau menyangkut kamu aku berani melawan siapapun" ucap Calvin yang tiba tiba tiduran di paha Lena.
Walaupun Lena tidak protes dengan apa yang di lakukan Calvin, tapi dia sedikit terkejut karena apa yang di lakukan Calvin sekarang ini seperti pria yang sedang bermanja dengan pacarnya.
Beberapa rekan kerja wanita yang lewat menatap mereka berdua dengan tatapan iri, karena melihat Lena yang bisa sangat beruntung mendapatkan pria tampan yang cinta dan sayang banget padanya. Lena yang mendengar perkataan iri yang di ucapkan rekannya itu terus berkata dalam hatinya "kalian engga tau aja dia ini siluman kucing yang terkadang bikin kesal, kalau kalian tau belum tentu bakalan kalian puji puji terus kayak gitu"
Sedangkan orang yang mendapatkan pujian dari wanita lain malah pura pura tidak peduli dan mengambil tangan Lena dengan mata terpejam untuk mengusap kepalanya, Lena sendiri malah mengikuti keinginan Calvin dan langsung mengusap lembut kepala Calvin sampai wanita wanita itu pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Udah di cariin kemana mana dari tadi ternyata di sini, malah enak enakan berduaan lagi" ucap Kia yang tiba tiba muncul dari dalam dan bertolak pinggang di hadapan Lena dan Calvin.
"Hehehe... lu juga kan masak berdua sama pacar lu, masa gue engga boleh sih berduaan juga" ucap Lena yang langsung menujukan ketawa canggungnya.
"Iya deh lu boleh berdua juga, ya udah yuk kita sarapan dulu udah jadi tuh makanannya" ucap Kia yang langsung berlalu pergi untuk masuk ke dalam kembali.
Setelah Lena memintanya Calvin bangun dan pindah dari pahanya, dia langsung berlari masuk ke dalam. Walaupun hampir terjatuh, karena tersandung kaki kursi yang tadi mereka duduki.
Calvin yang hanya bisa menghela nafasnya melihat kecerobohan Lena dan dia juga langsung ikut ke dalam untuk sarapan, tapi saat melihat makanan yang Kia buat. Selera makan Calvin langsung menurun, karena dia sedang tidak mau berubah menjadi kucing untuk hari ini sedangkan Kia malah memasak nasi goreng seafood yang akan menguras energi di dalam tubuh manusianya.
"Lu kenapa engga makan Vin? engga suka ya masakan gue?" tanya Kia sambari menuangkan minum untuk kekasihnya.
"Bukan begitu, tapi dari awal kita makan di restoran mall saya memang tidak makan seafood karena memiliki alergi" Ucap Calvin yang langsung menatap Lena, sedangkan yang di tatap malah fokus dengan makanannya.
"Oh iya gue lupa Vin, maaf ya biar gue buatin makanan yang lain deh ya" ucap Kia yang sudah setengah berdiri untuk pergi ke dapur.
Kia yang merasa tidak enak pada Calvin langsung meminta Lena untuk membantunya, karena kalau dia yang pergi membantu Calvin kekasihnya pasti akan cemburu dan Kia tidak mau hal itu terjadi.
Lagi lagi demi sahabatnya Lena harus melakukannya, karena dia juga tidak mau membuat Kia merasa bersalah pada Calvin. Lena yang sudah berada di dapur langsung membuatkan Calvin nasi goreng sayuran dan Lena berniat kalau Calvin masih menolak makan juga, dia akan paksa Calvin makan dengan cara apapun.
"Nih! makanannya udah jadi, ayo makan!" ucap Lena dengan memberikan nasi gorengnya pada Calvin.
"Aku mau kamu kali ini suapin aku ya Lena" ucap Calvin dengan tatapan memohonnya.
__ADS_1
"Makan sendiri jangan manja! aku juga mau lanjut makan lagi tau" ucap Lena yang langsung meletakkan piring nasinya di atas kompor.
Calvin yang belum ingin menyerah terus membujuk Lena dan akhirnya lama kelamaan Lena setuju untuk menyuapi makan, tapi dengan syarat hanya untuk kali ini saja dan Calvin juga Menyetujui syarat itu. Walaupun dalam hati Lena terus menggerutu, karena hari ini Calvin benar benar sangat menyebalkan dan mengganggu Lena terus menerus.
Lena seperti sedang menyuapi bayi besar makan, karena Calvin mau makan sambil melihat pemandangan dan terpaksa mereka harus kembali duduk di bangku tadi lagi. Semoga aja Lena bisa melanjutkan makannya lagi setelah selesai mengurus Calvin, jujur perutnya masih sangat terasa lapar dan ingin menghabiskan nasi goreng kesukaannya itu.
"Calvin, kunyah makanannya cepetan dong! aku kan juga lapar mau makan tau" ucap Lena dengan nada yang sedikit kesal.
"Ya udah kamu makan juga aja masih goreng aku, engga apa apa kok Len" ucap Calvin dengan gampangnya menyuruh Lena.
"Engga mau! aku mau nasi goreng seafood, lagi aku lebih suka nasi goreng tadi dari pada yang ini"
"Lalu kenapa kamu buat nasi goreng ini kalau tidak suka?"
"Hah! aku kan buatin cuma buat kamu aja, karena kamu engga mau makan nasi goreng tadi" ucap Lena yang langsung menatap Calvin dengan wajah kesalnya.
"Tapi aku kan juga...."
Belum selesai Calvin bicara Lena sudah memasukkan makanan ke mulut Calvin, bahkan itu hampir membuatnya tersendat makanan. Karena sudah saking kesalnya, Lena tidak memperdulikan hal itu dan malah memberikan Calvin air putih tanpa melihat ke arahnya.
Calvin mengambil air itu dan langsung meminumnya sambil melihat wajah Lena yang sudah seperti kepiting rebus karena menahan emosi sampai memerah. Calvin yang melihat mood Lena sudah tidak bagus langsung mengambil piring makanannya dari tangan Lena dan menyuruhnya untuk melanjutkan makannya juga.
Setelah Calvin melakukan hal itu wajah Lena kembali ceria, dia langsung masuk ke dalam untuk mengambil nasinya dan makan bareng dengan Calvin. Tapi saat masuk ke dalam semua makanan yang ada di meja sudah di bersihkan oleh Kia, Lena akhirnya kembali ke depan dengan wajah sedih dan menahan lapar. Sedangkan Calvin hanya bisa menawarkan Lena untuk istirahat dan makan nasi miliknya.
__ADS_1
Lena mengikhlaskan dan terus menolak makanan Calvin itu, Walaupun dia tidak bisa menahan lapar di perutnya. Tapi kali ini Calvin yang sudah tidak bisa menahan emosi dan langsung gantian menyuapi Lena, d
itu semua membuat Lena terkejut dan mau tidak mau ikut makan makanan Calvin dari pada dirinya harus menunggu sampai siang nanti.