Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Keputusan


__ADS_3

"Ki, boleh gue masuk?" Lena mengetuk pintu kamar Kia yang dia kira terkunci dari dalam.


"Masuk aja Len! Pintunya engga gue kunci"


Tanpa basa basi lagi Lena membuka pintu kamar Kia dan langsung memperlihatkan Kia yang sedang duduk di atas kasurnya sembari memeluk bantal, Lena masuk ke dalam kamar Kia dan langsung mengunci pintunya karena dia tidak mau ada yang mengganggu pembicaraannya dengan Kia.


Lena berjalan menghampiri Kia dan duduk di pinggir kasur sembari menepuk pelan tangan Kia "Kenapa lu pergi begitu aja tadi? Kasian loh Lion jadi merasa engga enak sama ayah Ericson dan ayah David"


"Kenapa jadi dia yang merasa engga enak? Lagian lu juga kenapa panggil orang itu dengan sebutan ayah? Emang lu mau terima dia jadi ayah lu?"


Sebelum menjawab pertanyaan dari Kia, Lena terdiam sebentar sembari menatap Kia. Bukan cuma itu saja yang Lena lakukan, tapi dia juga menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan untuk bisa meyakinkan dirinya tentang keputusan yang dia ambil.


"Kenapa lu diam aja? Lu masih ragu kan buat mengakui orang itu ayah lu?"


Lena menggenggam tangan Kia sembari tersenyum "Kemarin-kemarin memang gue masih ragu, tapi setelah tadi gue mendengar apa yang Calvin katakan. Jadinya gue engga begitu terlalu ragu lagi dan bisa mulai yakin dengan hati gue, bahkan sekarang gue juga mau mencoba untuk memberikan kepercayaan untuk ayah David"


"Emangnya apa yang Calvin katakan ke lu? Sampai-sampai bisa membuat lu jadi yakin gitu"


"Calvin bilang ke gue tentang informasi yang dia dapat mengenai ayah David" Lena langsung menceritakan semuanya sama persis seperti yang di katakan Calvin padanya.


Kia mendengarkan semua perkataan Lena sampai selesai, bahkan dia juga sama sekali tidak memotong penjelasan Lena. Setelah Lena selesai mengatakan yang ada dihatinya Kia hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya, karena dia masih belum bisa yakin seperti Lena.


"Gue harap lu bisa pikirkan dan pertimbangkan lagi perkataan gue tadi" Lena menepuk tangan Kia dan langsung bangun dari duduknya.


Sebelum melangkahkan kakinya Lena melihat ke arah Cilla yang masih dengan posisi sama, tapi saat Lena sudah melangkahkan kakinya beberapa langkah Kia memanggilnya dan membuat Lena menoleh kembali ke arah Kia.

__ADS_1


Lena hanya menatap Kia untuk menunggunya berbicara lebih dulu, karena Lena ingin memberikan waktu sebentar lagi untuk Kia agar bisa yakin lagi dengan apa yang dia inginkan.


"Len....." Kia menatap Lena dengan mata sayunya, sedangkan Lena hanya mengangkat alisnya saja.


"Gue udah pikirkan perkataan lu tadi Len dan sekarang gue memutuskan kalau gue, akan menerima om David sebagai ayah gue juga dan akan memanggil lu kakak mulai sekarang" setelah mendengar perkataan Kia Lena langsung menghampirinya lagi dan duduk di tempatnya tadi.


"Lu serius sama perkataan lu barusan kan Ki?"


"Iya gue serius Len, karena gue baru teringat pesan yang di berikan ibu gue sebelum kecelakaan pesawat itu terjadi"


"Emangnya pesan apa yang ibu lu berikan?"


"Ibu gue bilang, kalau suatu saat nanti terjadi apa-apa dan gue harus kehilangan mereka. Gue harus cari orang tua gue yang sebenarnya"


"Saat ibu gue bilang gitu awalnya gue pikir beliau bercanda, tapi ternyata sekarang semuanya sudah terbukti kalau orang tua gue adalah om David" Kia menambahkan perkataannya sembari menundukkan kepalanya dan menahan air matanya.


Saat Lena masih menenangkan Kia, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar Kia. Lena awalnya ingin mengabaikannya saja, tapi ternyata yang mengetuk pintu itu adalah Calvin yang datang untuk mencarinya.


"Lena, apa kamu bisa keluar sebentar? Ayah dan om David ingin berpamitan untuk kembali ke dunia siluman" Calvin berbicara di depan pintu sembari memegang knop pintunya.


"Iya baiklah, aku akan keluar sebentar lagi" Lena berbicara sedikit berteriak sembari dirinya masih memeluk Kia.


"Kalau begitu aku akan menunggu kamu di luar ya"


"Iya" Lena langsung melepaskan pelukannya pada Kia.

__ADS_1


"Ki, gue ke depan dulu ya. Kalau lu masih belum nyaman ketemu ayah David, lu bisa tetap berada di sini aja" setelah mengatakan itu Lena langsung bangun dari duduknya.


"Gue juga akan ikut sama lu Len"


"Lu yakin engga apa-apa?" Kia hanya mengangguk pelan sebagai jawaban darinya.


"Ya udah, kalau gitu ayo kita balik ke ruang tamu sekarang"


Lena langsung menggenggam tangan Kia dan membawa kembali menemui Calvin juga yang lainnya, saat mereka sampai di ruang tamu Ericson dan Davin sudah bersiap untuk pulang.


Ericson menghampiri Lena dan Kia yang berdiri tidak jauh dari sofa yang Calvin dan Lion duduki "Lena, Kia ayah pulang dulu ya. Karena masih ada pekerjaan ayah yang belum di selesaikan, kalian jaga kesehatan terus ya dan jangan sampai sakit karena acara pernikahan kalian tinggal sebentar lagi"


"Iya ayah Ericson, kami akan jaga kesehatan kami" ucap Kia sembari tersenyum.


Saat David melihat Ericson memeluk Kia dan Lena dia langsung memutar arah badannya dan melangkahkan kakinya untuk menunggu Ericson di luar, karena dia juga sangat menginginkan kedua putrinya memeluknya juga.


"Ayah, tunggu jangan pergi dulu!" Lena yang melihat kepergian David langsung berteriak dan berlari untuk memeluk ayahnya setelah Ericson melepaskan pelukannya.


David yang mendapatkan pelukan dari salah satu putrinya itu langsung tersenyum dan membalas pelukan dari Lena, bagi David walaupun baru Lena yang mau memeluknya. Tapi itu juga sudah sangat membuat David merasa senang, karena harapannya selama belasan tahun bisa terwujud.


Tidak berselang lama Kia berjalan menghampiri ayahnya sembari melipat ke dua tangannya di depan dada dan memasang wajah kesalnya. "Apa hanya ka Lena saja yang akan ayah peluk? Ayah pilih kasih"


David langsung tersenyum dan melebarkan tangan kirinya agar dia juga bisa memeluk Kia, walaupun mereka bertiga berpelukan cukup lama tapi Ericson tetap menunggu kawan lamanya itu melepaskan rindunya pada kedua putrinya.


"Terima kasih, karena kalian berdua sudah mau memanggil dengan sebutan ayah. Terima kasih banyak nak, ayah merasa sangat bahagia sekali" David mengusap surai rambut Lena dan Kia sembari meneteskan air mata bahagianya.

__ADS_1


Bukan hanya David saja yang merasa bahagia, tapi Ericson juga merasa bahagia dan saling bertukar pandang dengan kedua putranya itu saat melihat Lena dan Kia sudah bisa menerima David sebagai ayahnya. Tugas Ericson, Calvin, dan Lion untuk menyatukan kembali keluarga David akhirnya selesai juga.


__ADS_2