Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Memperkenalkan Seseorang Kepada Lena


__ADS_3

Seharian Lena hanya berada di dalam kamarnya, karena masih marah dengan Calvin yang melarang dia bertemu dengan orang yang sudah menyelamatkannya dari hutan. Sebab Calvin tidak mau memberi tau dia alasannya, walaupun Lena sudah memaksanya.


Lena tidak bermaksud marah beneran pada Calvin, dia hanya mau Calvin berpikir ulang tentang sikapnya dan kalau ingin melarangnya Calvin harus punya alasan yang masuk akal. Tapi yang dilakukan Calvin malah berbanding terbalik dengan yang di inginkan Lena, dia justru bersikap seperti tidak terjadi apa apa karena menurut Calvin tindakannya sudah benar.


Sedari tadi Calvin hanya berdiri diambang pintu kamar Lena dan terus menatap Lena yang fokus dengan laptopnya tanpa memperdulikan kehadiran Calvin, tapi kali ini Calvin menghampiri Lena.


"Kamu lagi apa?" ucap Calvin sembari duduk di pinggir kasur.


"Emangnya kamu engga bisa lihat ya aku lagi ngapain? sampai harus nanya" ucap Lena tanpa menoleh ke arah Calvin.


"Iya aku lihat, kamu lagi lihat apa sih di situ?" ucap Calvin yang menunjuk ke arah laptop Lena.


"Lihat aja sendiri sih!"


"Lena kamu kenapa jawabannya seperti itu?" tanya Calvin dengan wajah polosnya.


Lena yang sudah malas menjawab Calvin, akhirnya hanya diam dan melanjutkan aktivitas nontonnya. Sedangkan Calvin masih terus menerus bertanya dan mengganggu Lena, karena rasanya sepi kalau Lena terus mendiamkannya.


"Lena, kamu engga bosan berada di dalam kamar terus?"


"Ish! bisa engga sih kamu engga ganggu aku nonton? kamu engga capek apa nanya terus?" ucap Lena yang langsung menghela nafasnya.


"Aku gak bosan sama sekali, jadi mending kamu cari kegiatan lain sana!" tambah Lena sembari mendorong pelan tubuh Calvin.


Walaupun Lena sudah mengusirnya Calvin tetap tidak mau beranjak dari tempatnya, dia malah memikirkan cara agar Lena cepat berbicara lagi padanya.

__ADS_1


Calvin yang baru ingat mau memperkenalkan Lena dengan seseorang akhirnya mencoba membujuk Lena untuk ikut dengannya dan mau tidak mau Lena ikut, karena Calvin terus mengacam tidak akan pernah memberi tau Lena alasannya.


...****************...


Sudah setengah jam Calvin dan Lena menunggu orang yang dimaksud Calvin, tapi masih belum ada tanda tanda orang itu sudah sampai di sana. Lena yang sudah merasa bosan dan tidak dapat menunggu lagi memutuskan untuk pergi dari tempat itu, tapi baru saja dia ingin memberitahu Calvin muncul dua orang pria di hadapan mereka berdua.


"Maaf tuan muda kami terlambat, tadi ada sedikit masalah di jalan" ucap salah seorang pria itu dengan membungkukan badannya.


"Wah! cowok ganteng, engga kalah ganteng dari Calvin. Tapi bentar deh, tadi dia panggil apa ke Calvin? tuan muda? kenapa mereka panggil Calvin kayak gitu ya?" ucap Lena dalam hatinya.


"Ada masalah apa? sampai kalian berani membuat saya menunggu" ucap Calvin dengan wajah datarnya.


"Beberapa pengawal menghalangi jalan kami tuan muda, mereka bilang itu adalah perintah dari ayah anda" ucap pria itu dengan kepala yang menunduk.


"Sebenarnya apa maunya ayah? apa yang di lakukan kemarin belum cukup? padahal saya hanya ingin melakukannya dengan cara saya sendiri, tanpa bantuan darinya" ucap Calvin dengan kedua tangannya yang sudah mengepal.


Rasa penasaran Lena kali ini sangat tinggi mungkin bisa di bilang sudah hampir mirip dengan Kia, tapi Lena melihat situasinya sekarang tidak memungkinkan untuk bertanya pada Calvin. Jadi Lena menunggu waktu yang tepat untuk bertanya tentang kehidupan Calvin, kalau sekarang bisa bisa nanti mereka bertengkar kembali.


Saat ini yang Lena harus lakukan adalah meredam amarah Calvin, karena mereka berada di tempat umum dan Lena tidak mau Calvin melakukan hal yang bisa memancing perhatian orang lain.


"Ada apa? dan mereka ini siapa?" tanya Lena berbisik dan sembari menarik lengan baju Calvin.


Emosi Calvin seketika reda, karena dia menyadari ada Lena di sampingnya. Kalau sampai Calvin teruskan takutnya dia akan salah bicara dan membuat Lena tau siapa dirinya yang sebenarnya dan juga maksud tujuan Calvin.


"Aku hampir lupa, Lena perkenalkan ini Dion dan Lion. Mereka adalah pengawal sekaligus orang kepercayaan ku" ucap Calvin sembari menatap Dion dan Lion bergantian.

__ADS_1


"Perkenalkan ini Lena, orang yang sudah merawat saya" tambah Calvin dengan menatap Lena dan memberikan senyuman tipisnya.


"Hallo! aku Lena, senang bertemu dengan kalian" ucap Lena yang langsung mengulurkan tangannya untuk berjabatan.


"Senang bertemu dengan anda juga, nona Lena" ucap kedua pria itu sembari membungkuk badannya bukan membalas jabatan tangan Lena.


Lena yang melihat itu langsung menarik tangannya kembali dan hanya bisa tertawa canggung, karena yang dilakukan mereka membuat Lena tidak merasa nyaman. Walaupun Calvin tau ketidaknyamanan Lena, dia tetap tidak meminta Dion dan Lion untuk merubah semua yang biasa mereka lakukan.


Calvin menjelaskan maksudnya tujuannya memperkenalkan Dion dan Lion kepada Lena, bahkan Lena menolak karena dia bukan anak kecil yang butuh penjagaan ekstra. Tapi dengan tegas Calvin mengatakan bahwa Lena tidak boleh menolak, karena demi kebaikan bersama dan Calvin tidak perlu takut lagi Lena hilang.


Setelah mendengar perkataan itu Lena teringat cerita Kia yang bilang bahwa Calvin terlihat seperti orang yang baru putus cinta, terus menerus diam dan bahkan sampai tidak mau makan. Lena berpikir sejenak di satu sisi dia tidak mau membuat Calvin khawatir lagi dengan dirinya, tapi di sisi lain Lena juga tidak mau diawasi terus menerus.


Jalan satu satunya adalah Lena menerima dulu pengawal yang di berikan Calvin selama beberapa hari, sambil dia mencari cara membujuk Calvin untuk mencabut pengawasan terhadap dirinya.


"Calvin, mereka berdua akan tinggal di mana?" tanya Lena dengan wajah bingungnya.


"Di depan rumah kamu, biar kamu selalu terlindung" ucap Calvin dengan entengnya.


"Tapi apa kata tetangga aku nanti? kalau rumah seperti itu harus pakai penjaga"


"Biarkan saja mereka mau bilang apa, yang penting kamu aman itu tujuan ku"


Lena hanya bisa menghela nafasnya dan pergi begitu saja meninggalkan Calvin serta Dion dan Lion, sudah capek Lena berdebat dengan Calvin. Semakin ke sini sifat Calvin berubah yang tadinya selalu menuruti perkataan Lena sekarang malah Lena yang harus menuruti perkataan dia, semua perubahan Calvin membuat Lena berpikir kenapa harus merubah sifatnya?.


Calvin yang langsung mengejar Lena dan di ikuti juga oleh kedua pengawalnya, saat Lena tau Calvin mengejarnya dia langsung menambah kecepatan jalannya dan sembari melihat ke arah belakang. Tanpa Lena sadari dia berjalan ke arah tiang listrik, dan untungnya Calvin berhasil menarik Lena sebelum dia menabrak tiang listriknya.

__ADS_1


Lena memang tidak menabrak tiang listriknya, tapi dia malah menabrak dada bidang Calvin dan membuat mereka berdua tidak ada jarak sedikitpun. Cukup lama mereka saling bertatapan dan membuat jantung keduanya langsung berdetak kencang, walaupun begitu tidak ada satupun dari mereka yang memutuskan kontak matanya terlebih dahulu.


__ADS_2