Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Liburan Bersama II


__ADS_3

Setelah semuanya selesai makan dan merasa Lion sudah kembali tenang, sekarang sesuai janji Calvin kalau dia akan membawa mereka untuk jalan-jalan sesi ke dua ke tempat yang Lion inginkan kemarin.


Sebelum berangkat ke tempat itu Calvin meminta pada Lion, Dion, dan Lita untuk berjanji dulu, kalau tidak akan ada yang menggunakan kekuatan masing-masing lagi walaupun keadaannya sangat mendesak.


Kali ini Calvin akan membawa mereka semua pergi ke Bioskop, karena tempat itu yang Lion inginkan. Alasan Kevin mengiyakan Lion, karena Calvin tidak bisa menolak keinginan salah satu asisten pribadinya yang sekaligus sahabatnya itu.


Sebenarnya alasan Lion ngotot sekali ingin pergi ke bioskop, itu karena dia ingin mengajak Kia nonton. Tapi dirinya takut Kia menolak ajakannya, apalagi kalau sampai di dengar Lita pasti dia akan jadi bahan ejekan di saat mereka bertengkar.


"Jadi kita mau nonton film apa nih?" Lita melihat ke arah Lena dan Kia bergantian.


Calvin, Lion,dan Dion masih menunggu para cewek-cewek yang masih berdiskusi tentang film yang mau di tonton, karena semuanya punya pilihannya masing-masing.


"Udah! Lebih baik begini saja, kita nonton masing-masing saja lagi. Gue nonton film horor, Lena film action, dan Lita film romance. Untuk para cowok-cowok terserah mau ikut yang mana, gimana setuju gak?"


Lena dan Lita langsung menyetujui saran dari Kia, bahkan Calvin juga menyetujuinya dan sudah pasti memilih ikut bersama Lena. Tapi Lion dan Dion yang masih bingung, dan bahkan belum memberikan keputusan untuk ikut bersama dengan siapa.


Dion dan Lion belum menentukan pilihan mereka, karena sebenarnya Lion ingin menonton film romance dengan Kia, tapi dirinya malah ingin menonton film yang membosankan bagi Lion. Sama halnya dengan Lion, Dion malah ingin menonton film horor dan bukan menonton film yang tidak memacu adrenalin.


"Lion, Dion... Jadinya kalian akan ikut siapa? soalnya Calvin ingin membeli tiketnya sekarang" Lena menjentikkan jarinya untuk menyadarkan mereka berdua dari lamunannya.


"Udah biar Dion sama aku aja Len, dan Lion biar ikut Kia. Engga apa-apa kan begitu?" Lita melihat ke arah Lion dan Dion bergantian.


"Iya saya juga setuju dengan pendapat Lita tuan" Walaupun Dion berbicara dengan Calvin, tapi matanya terus melihat ke arah Lita.


"Baiklah... Kalau begitu kalian tunggu di sini dulu, biar saya beli tiketnya dulu"

__ADS_1


Calvin langsung mengajak Lena untuk membeli tiket sekaligus popcorn dan juga minuman untuk mereka makan di dalam, mereka yang melihat Calvin dan Lena kerepotan untuk membawa empat popcorn dan enam minuman langsung menghampiri mereka berdua.


Setelah Calvin memberikan tiket mereka masing-masing, ternyata jam mulai film mereka berbeda-beda. Calvin dan Lena lah yang masuk lebih dulu, sedangkan yang lainnya masih menunggu sampai film mereka di mulai.


Tidak lama Calvin dan Lena masuk, sekarang giliran Lita dan Dion yang masuk ke dalam ruang teater. Setelah sepuluh menit barulah Lion dan Kia yang juga masuk ke dalam, mereka berdua langsung duduk di bangku yang sesuai dengan nomor di tiket mereka.


"Lu yakin mau nonton film ini? Engga akan takut kan?"


"Enggalah, gue engga sepenakut itu ya" Kia memutar bola matanya malas.


"Oke, tapi nanti jangan teriak-teriak ya kalau hantunya muncul"


"Ya selama dia datangnya engga tiba-tiba gue engga akan teriak" Lion hanya menganggukkan pelan kepalanya.


Tidak lama setelah obrolan mereka selesai filmnya dimulai dan Lion langsung membenarkan posisi duduknya menjadi bersandar dan menyilangkan kakinya


Padahal filmnya baru setengah di putar, tapi Kia sudah merasa ketakutan sampai dirinya tidak merasa sudah menggenggam tangan Lion dengan erat. Lion yang tadinya fokus menonton, jadi mengalihkan pandangannya ke Kia.


Saat hantunya tiba-tiba muncul di layar Kia langsung menoleh dan membuat jarak antara wajahnya dan Lion semakin menipis, sedangkan Lion yang melihat Kia ketakutan hanya tersenyum.


"Siapa yang tadi bilang engga takut, hmm?" Lion mencubit hidung Kia.


"Emang engga takut, tadi c-cuma k-kaget aja"


Kia yang baru ingin menonton lagi langsung mengurungkan niatnya, karena hantunya masih berada di sana. Akhirnya Kia kembali menatap wajah Lion, tapi kali ini Lion hanya membiarkannya.

__ADS_1


Lion tiba-tiba melepaskan tangan Kia dari tangannya dan dialah yang gantian menggenggam tangan Kia, melihat hal itu membuat Kia tersenyum tipis.


"Mulai hari ini kita pacaran, oke?" Lion langsung mencium punggung tangan Kia, dan Kia hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua hanya saling menatap sampai filmnya habis, setelah lampunya dinyalakan kembali Kia dan Lion langsung keluar untuk berkumpul kembali dengan yang lainnya.


"Gimana? Gimana? Filmnya seru gak?" Lena langsung mendekati Kia dan Lita.


"Seru, tapi Kia ketakutan sampai panas dingin" Lion yang tiba-tiba nyeletuk untuk menjawab pertanyaan Lena.


"Hah! Serius Ki? kamu sampai panas dingin gara-gara ketakutan nonton film itu?" Lita langsung menatap Kia dengan ekspresi khawatir.


"Engga! Lion bohong, mana ada ketakutan" Kia langsung menatap Lion dengan tatapan tajamnya.


Calvin yang sudah lapar langsung menghentikan pembicaraan mereka dan mengajak mereka untuk makan malam sebelum pulang ke rumah, akhirnya mereka semua menghentikan pembicaraannya dan langsung mengikuti Calvin yang sudah berjalan lebih dulu.


Setelah sampai di restoran dekat bioskop dan makanan yang mereka pesan datang, mereka langsung memulai makannya tanpa ada pembicaraan apapun. Calvin tiba-tiba pamit untuk pulang lebih dulu, karena perut Lena yang tiba-tiba terasa sakit.


Karena Lita dan Kia khawatir pada Lena akhirnya mereka juga ikut pulang ke rumah Lena, Calvin sudah membujuk Lena untuk ke rumah sakit. Tapi dia terus menolaknya, dengan alasan ada Lita yang juga bisa mengobatinya, karena Lita sudah pernah mengobati Lena sebelumnya.


Calvin tidak ada pilihan lain dan dirinya hanya bisa mengiyakan keinginan Lena, begitu juga dengan Lita yang menyetujui permintaan Lena. Sampai di rumah Lita langsung membawa Lena ke dalam kamar untuk segera memeriksa keadaannya dan diikuti oleh Kia juga. Sedangkan para cowok menunggu di ruang tamu sampai Lita kembali untuk memberitahu kondisi Lena.


"Lita... Bagaimana kondisi Lena?" Calvin langsung menghampiri Lita setelah melihatnya keluar dari kamar Lena.


"Lena baik-baik saja, dia hanya sedang mengalami apa yang dialami perempuan setiap bulan. Jadi tuan tenang saja ini tidak membahayakan Lena" Lita tersenyum.

__ADS_1


"Apa maksudnya yang dialami perempuan setiap bulan?" Lion lagi-lagi menyeletuk pembicaraan Calvin dan Lita.


Dion yang sudah merasa kesal dengan adiknya langsung memukul lengan Lion, sedangkan Calvin hanya menggelengkan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu untuk melihat keadaan Lena.


__ADS_2