
Dari sebelum Lena bangun Calvin sudah pergi duluan, dia sengaja tidak membangunkan Lena dari tidurnya. Karena kalau Lena sampai tau Calvin akan pergi pasti nanti akan ada beberapa pertanyaan yang harus Calvin jawab dulu sebelum pergi dan dari pada nanti bakalan kelamaan, jadi lebih baik Calvin pergi secara diam-diam.
Walaupun Calvin pergi di temani Dion bukan berarti Dion ikut juga ke kediaman ayahnya Calvin, karena untuk berjaga-jaga kalau Calvin tidak bisa kembali ke dunia Lena lagi, jadi dirinya meminta Dion menunggu di tempat lain untuk mengatur beberapa strategi pembebasan Calvin.
"Tuan Ericson" Calvin menghampiri ayahnya yang sedang berdiri melihat melihat ke arah kolam renang.
Mendengar namanya dipanggil dengan suara yang sudah lama dirinya tidak dengar, Ericson langsung membalikkan badannya untuk melihat wajah putranya yang sudah lama tidak dirinya lihat.
Ericson Archer bukan hanya seorang ayah dari Calvin, tapi dirinya juga seorang raja siluman yang ditakutin. Ericson terkenal memiliki sifat yang sangat kejam, apa lagi kalau demi keluarganya semua cara akan dia lakukan supaya keluarganya baik-baik saja.
"Darian, akhirnya kamu pulang juga nak!" Ericson langsung memeluk anaknya untuk menyalurkan rasa rindunya, tapi Calvin berbeda dia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk membalas pelukan ayahnya.
"Ada yang saya mau bicarakan dengan anda!" ucap Calvin sembari melepaskan pelukan ayahnya.
"Ternyata kamu masih belum berubah ya, masih marah pada ayah"
"Saya tidak ada waktu sekedar berbasa-basi dengan anda! jadi saya akan berbicara langsung ke intinya saja" ucap Calvin dengan wajah datarnya.
"Baiklah, ayah akan mendengarkan apa yang mau kamu sampaikan, ayo kita duduk dan bicara di sana!" ucap Ericson sembari menepuk pundak Calvin.
Mereka berdua duduk di bangku yang berada tidak jauh dari kolam renang, Calvin awalnya hanya diam untuk mencari cari supaya ayahnya tidak marah saat mendengar yang akan dirinya katakan.
"Jadi apa yang ingin kamu katakan pada ayah, nak? apa kamu sudah berhasil membuat perempuan itu mengorbankan dirinya untuk mu?" tanya Ericson yang membuka .
"Saya ingin menanyakan, apa maksud anda mengirim surat ke rumah kekasih saya? apa anda sengaja melakukan itu?" Ucap Calvin dengan pandangan yang menatap lurus ke depan.
"Kekasih? jadi kamu sudah berhasil meluluhkan hatinya? kalau benar begitu, kerja bagus Darian! kamu memang anak ayah"
__ADS_1
"Anda tidak perlu mengalihkan pembicaraan, jawab saja dulu pertanyaan saya!"
"Ayah melakukan itu hanya untuk mengingatkan kamu supaya tidak melupakan tujuan sebenarnya, nak"
"Apa kamu datang sejauh ini hanya untuk menanyakan itu, Nak?"
Tujuan Calvin yang sebenarnya menemui ayahnya bukan karena masalah surat saja, tapi ada hal lain yang ingin dia bahas tentang Lena pada ayahnya.
"Tidak! ada lagi yang saya mau katakan pada anda"
"Apa itu Darian? apa ini masalah perempuan itu?"
"Benar sekali, saya mau anda berhenti untuk mengganggu kekasih saya dan jangan pernah berpikir untuk menculiknya kembali kalau anda tidak mau saya semakin membenci anda!"
Setelah mendengar peringatan yang di berikan Calvin, wajah Ericson seketika berubah. Dirinya tidak menyangka kalau anak satu-satunya yang dirinya sayang dengan seluruh jiwa raganya dan selalu dirinya rindukan, sudah bisa mengancamnya hanya karena seorang perempuan!"
"Darian! sudah berani ya kamu memberi peringatan kepada ayah seperti itu, hanya demi perempuan itu?" ucap Ericson yang berdiri di hadapan Calvin.
Ericson yang hampir saja menampar Calvin seketika terhenti, karena Calvin bukannya takut dia malah mendekatkan wajahnya pada ayahnya.
"Kenapa berhenti? bukannya anda terkenal sangat kejam?"
"Sudahlah! lebih baik kita akhirin pembicaraan ini, ayah tidak mau menyakiti kamu nak" Ericson yang baru beberapa langkah berjalan, langsung terhenti kembali setelah mendengar Calvin berbicara lagi.
"Saya mencintai Lena dan saya akan melakukan apa saja untuk bisa melindunginya!" ucap Calvin dengan suara lantangnya.
"Ternyata ini yang menyebabkan kamu selalu menunda untuk mengorbankan perempuan itu?" ucap Ericson dengan nada bicara yang di tinggikan, karena kali ini dirinya benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi.
__ADS_1
"Iya anda benar, karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah mengorbankan lagi perempuan yang saya cintai dan sayang!" ucap Calvin yang langsung bergantian meninggalkan ayahnya.
"Baik! Kalau kamu maunya begitu biar ayah yang turun tangan sendiri dan kamu tidak akan bisa mengalahkan ayah sampai kapanpun!" ucap Ericson yang berhasil membuat langkah Calvin terhenti sebelum dia benar-benar menghilang dari pandangan ayahnya.
Di saat Calvin lengah, Ericson secara diam-diam memerintahkan pengawalnya untuk membawa Calvin dan mengurungnya di dalam kamar, supaya dia tidak bisa bertemu kembali dengan Lena.
Calvin mencoba melepaskan dirinya, tapi rasanya sangat mustahil untuk bisa lepas dari cengkraman pengawal ayahnya yang begitu kuat.
...****************...
Berbeda dengan Calvin dan Dion, Lion malah sedang berada di supermarket untuk mengikuti Lena dan Kia berbelanja sepulang mereka dari salon yang cukup memakan waktu sampai dua jam di sana.
'Hah, jahat lu Di masa bagian tugas gue kayak begini sih! kaki gue sampai pegel nih ikutin dua cewek itu keliling terus' ucap Lion dalam hatinya sembari berjaga-jaga takutnya antara Lena dan Kia ada yang menoleh ke belakang.
"Ki, lu berasa engga sih kayak ada yang ngikutin kita terus?" tanya Lena dengan suara yang berbisik dan membuat Kia langsung menoleh ke belakang.
"Perasaan lu aja kali, orang engga ada siapa-siapa di belakang kita" ucap Kia yang masih melihat ke sekelilingnya.
Lena yang penasaran akhirnya ikut menoleh ke belakang dan mencari orang yang mengikutinya, tapi nyatanya benar yang di katakan Kia kalau tidak ada siapa-siapa di belakang mereka.
"Iya kali mungkin perasaan gue aja, ya udah yuk jalan lagi!"
Mereka berdua melanjutkan berburu barang-barang yang di butuhkan dan Lena sengaja mengajak Kia melewati tempat yang ada kacanya untuk membuktikan kembali.
Benar dugaan Lena kalau Lion yang mengikutinya dan pasti ini atas permintaan Calvin, Lena akhirnya melakukan sesuatu untuk bisa lepas dari pengawasan Lion.
Awalnya Lion berhasil untuk bersembunyi dari Lena yang terus-menerus menoleh ke belang, tapi setelah beberapa kali berhasil kali ini Lion tidak sempat untuk bersembunyi lagi dan akhirnya dirinya mengambil satu barang untuk pura-pura dirinya baca.
__ADS_1
"Wah! pasti itu buat ceweknya ya mas? perhatian banget masnya, biasanya jarang loh ada cowok yang mau beliin itu" ucap salah satu pengunjung di sana sembari menunjuk barang yang di pegang Lion.
Mendengar hal itu Lion langsung melihat ke arah pengunjung itu dan barang di tangannya secara bergantian, Lion baru menyadarinya ternyata barang yang dari tadi dia pegang adalah pembalut dan akhirnya dia buru-buru langsung meletakkannya kembali. Bukan hanya malu yang di rasakan Lion, tapi dia juga jadi kehilangan jejak Lena.