Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Kebersamaan


__ADS_3

Lena dan Calvin sudah menyelesaikan semua urusan mereka berdua, dan sekarang Lena mengajak yang lainnya untuk pergi ke mall sekedar berjalan-jalan bersama untuk pertama kalinya dan sekalian Lena ingin memperkenalkan dokter Lita pada Kia.


Semuanya menyetujui ajakan Lena begitu pun dengan Calvin yang sudah lama dirinya tidak pergi bersama Lena dan berhubung hari ini tugas Calvin yang di berikan ayahnya sudah selesai, jadi Lena bisa langsung menghubungi Kia untuk memberitahu rencananya itu.


Setelah Kia mengetahui rencana Lena, Kia langsung Exited dan memutuskan untuk berangkat ke mall setelah Lena menutup telponnya, karena Kia tidak mau membuat sahabatnya menunggu terlalu lama.


"Kia katanya udah berangkat, gimana kalau kita berangkat sekarang juga?" Lena melihat kearah Calvin, Lion, dan dokter Lita secara bergantian.


"Boleh, kalau begitu ayo kita pergi sekarang" Calvin langsung bangun posisi duduknya dan mengulurkan tangannya di hadapan Lena, Lena juga langsung menggenggam tangan Calvin dan bangun dari duduknya.


"Kamu duluan ke mobil aja ya sama Lion, soalnya aku mau ambil tas dulu di kamar"


Calvin hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan senyuman, setelah Lena pergi ke kamarnya Calvin hanya memandang punggung Lena. Dia benar-benar tidak menyangka kalau hubungannya dengan Lena kembali membaik lebih cepat dari dugaannya, bahkan belum sampai waktu yang ditentukan ayahnya dan itu semua membuat Calvin jadi lebih tenang sekarang.


Setelah Lena, Lion juga izin untuk menunggu di luar dan menyiapkan mobil yang akan mereka gunakan. Sedangkan dokter Lita juga sama seperti Lena pergi mengambil ponsel dan tasnya di dalam kamarnya.


Setelah semuanya berada di dalam mobil, mereka langsung segera berangkat juga. Karena Lena benar-benar sudah tidak sabar ingin merasakan pergi bersama lagi setelah sekian lama, tapi saat di perjalanan Lena melihat dokter Lita hanya diam saja sembari melihat ke luar jendela.


"Kak Lita... Kakak kenapa?" Lena yang duduk disamping Lita langsung menepuk pelan bahunya dan memperlihatkan ekspresi khawatirnya.


"Eh! Iya Len, aku engga kenapa-kenapa kok. Cuma tadi lagi lihat-lihat jalanan saja, karena aku sudah lama tidak berpergian seperti ini" Lita memberikan senyuman kepada Lena agar Lena lebih yakin kalau dirinya baik-baik saja.

__ADS_1


Dalam hati Lena merasa kalau Lita sedang menyembunyikan sesuatu dibalik senyum yang di berikannya itu, karena walaupun Lita tersenyum tapi matanya seperti memancarkan kesedihan atau lebih tepatnya sedih saat merindukan seseorang.


Lena sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut, tapi dirinya takut nanti malah membuat suasananya menjadi tidak enak. Jadi dia memutuskan untuk menanyakan hal yang sama seperti tadi sekali lagi, dengan harapan kalau Lita mau bercerita pada Lena dengan sendirinya.


"Non Lena tenang saja! Lita hanya sedang merindukan orang cuek yang di sukainya itu" Lita langsung memukul lengan tangan Lion yang duduk di kursi pengemudi dan karena pukulan Lita cukup kuat Lion jadi merasa tangannya terasa sakit.


"Lena, kamu jangan dengerin ucapan Lion tadi ya! Lion hanya asal bicara saja"


"Yang asal bicara siapa? Ucapan ku tadi benar kok, bahkan tuan muda Calvin saja tau"


"Lion! Kalau kamu tidak mau berhenti bicara juga, aku akan menyuntikkan obat tidur padamu!"


"Jangan dong! Kalau aku tidur nanti siapa yang akan membawa mobilnya? Engga mungkin kan tuan muda Calvin atau non Lena" Lion menjawab perkataan Lita sembari tertawa dan tidak takut dengan ancaman yang di berikan Lita.


Di hati Lena masih ada rasa penasaran tentang siapa orang yang di maksud Lion tadi, apa benar orang itu yang membuat Lita menjadi terlihat sedih seperti tadi?. Kalau memang benar apa yang telah dia lakukan sama Lita? Semua pertanyaan itu menumpuk di dalam hati Lena.


"Apa boleh aku tau, siapa orang cuek yang Lion maksud tadi?"


Lena sudah tidak bisa menahan lagi gejolak dalam hatinya dan membuat dirinya langsung menanyakan hal yang dari tadi di pendamnya. Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Lena, membuat Calvin menepuk keningnya sendiri dan dia merasa kalau perdebatan itu akan di mulai kembali.


"Siapa lagi kalau bukan Dion, cowok cuek kesukaan Lita" Lion lagi-lagi menjawab pertanyaan Lena tanpa memperdulikan Lita yang akan marah padanya.

__ADS_1


Lita sudah benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi pada Lion dan kali ini Lita langsung memukul punggung Lion, Lion yang merasa Lita sudah benar-benar mengamuk langsung lari ke belakang Calvin untuk meminta pertolongan.


Calvin menghela nafas beratnya dan meminta Lita untuk segera berhenti, awalnya Lita menuruti perintah Calvin tapi lagi-lagi Lion memancing amarahnya lagi. Kali ini Calvin yang sudah capek menghadapi mereka berdua langsung membawa pergi Lena untuk masuk ke dalam.


"Kalau kalian belum mau berhenti juga, mulai detik ini silahkan kembali ke tempat ayah saya!"


Sebelum menjauh dari tempat Lion dan Lita, Calvin sudah lebih dulu memberikan ancaman pada mereka berdua. Ancaman itu berhasil membuat mereka berhenti dan langsung menyusul Calvin, karena mereka tidak mau kalau harus tinggal di castle selamanya.


Mereka berempat masuk ke dalam mall tanpa ada yang berbicara lagi, bahkan sampai mereka sampai di tempat Kia menunggu. Barulah Lena membuka pembicaraan terlebih dahulu untuk mengenalkan Lita pada Kia dan Lena tidak menyangka kalau Kia dan Lita bisa cepat sekali akrabnya, bahkan saat belanja mereka terlihat sangat kompak.


Sudah tiga tempat yang mereka datangi, dari mulai toko sepatu sampai toko tas. Walaupun barang yang mereka beli sudah lumayan banyak, tapi belum ada satupun dari mereka yang mau berhenti berkeliling. Padahal Calvin dan Lion sudah sangat lelah juga sudah merasa sangat lapar, karena sekarang sudah memasuki jam makan siang.


"Jadi sekarang kita mau kemana lagi?" Lena yang berdiri di tengah langsung melihat ke arah Lita dan Kia bergantian.


"Gimana kalau ke toko cosmetic yang disana?" Lita menunjuk toko yang berada di dekat toko baju.


"Oke boleh tuh, yuk kita ke sana!"


"Lena... Apa kita bisa makan dulu? Perutku sudah sangat lapar"


Suara Calvin langsung menghentikan langkah Lena dan membuatnya langsung melihat jam di ponselnya. Jelas saja Calvin sudah merasa lapar, karena sudah jam satu siang. Mereka terlalu asyik berbelanja sampai lupa dengan waktu, akhirnya Lena memutuskan untuk pergi ke tempat makan dulu dan baru melanjutkan belanjanya setelah perut mereka terisi kembali.

__ADS_1


"Lena..." Baru saja Lena duduk, tapi dirinya sudah di panggil oleh seseorang yang tidak dikenal dan itu membuat mereka semua langsung melihat ke arah orang itu.


__ADS_2