
Semenjak kejadian kemarin Lena beralasan kalau Calvin anak tunggal yang berasal dari keluarga kaya raya dan dia tidak terbiasa menggunakan keran air yang ada di dalam kamar mandi supermarket, makanya Lena berada di dalam bersama Calvin untuk membantunya dan untunglah Kia mempercayai itu.
Tapi semua itu malah membuat Kia jadi meminta Lena untuk selalu mengawasi Calvin saat melakukan sesuatu, katanya untuk berjaga jaga takutnya hal kemarin terulang kembali. Kia juga tidak mau kalau nantinya Calvin merusak fasilitas di villa ini, dan nantinya itu akan sangat merepotkan untuk membahas permasalahan ganti rugi.
Lena akhirnya pasrah dan mau tidak mau mengikuti semua permintaan Kia. Bahkan waktu tangan Lena terluka saat masak, Kia meminta tolong pada Calvin untuk menggantikan Lena cuci piring dan juga harus dalam pengawasan Lena. Kia tidak bisa menggantikan Lena untuk cuci piring, karena dia diminta untuk menemui pak Satya selesai makan siang.
"Calvin, kamu yakin bisa ngerjain ini?" tanya Lena yang berdiri sambil menunjuk ke arah piring kotor di dalam wastafel.
Calvin nampaknya ragu karena dia terus berdiri saja dan memandang piring piring kotor itu tanpa ada keinginan untuk mulai mencucinya, Lena yang melihat itu langsung menghela nafasnya karena sudah tidak tahan lagi untuk mulai mengerjakannya.
"Udah biar aku aja yang kerjain, kamu duduk aja sana" ucap Lena sembari mendorong pelan badan Calvin untuk menjauhi wastafel.
"Tangan kamu lagi sakit Lena, bagaimana mungkin kamu bisa mengerjakan ini? sudah biar aku saja yang membersihkannya!" ucap Calvin dengan menahan tangan Lena yang sudah hampir menyentuh salah satu piring.
"Hah... kalau kamu yang ngerjain mau sampai kapan selesainya coba? orang dari tadi kamu coba liatin aja itu piringnya, emangnya kalau di liatin terus bakalan bersih?" Lena terus mengoceh dengan kedua tangannya berada di pinggang.
"Aku tau kamu takut air kan? jadi biarin aku aja yang selesaikan ini semua!" ucap Lena yang langsung memulai mengerjakan mencuci piring kotornya, sedangkan Calvin hanya melihat dan menunggu Lena selesai.
Beberapa menit berlalu, akhirnya Lena selesai mengerjakan tugasnya dan Calvin yang melihat langsung membawanya ke ruang tamu. Lena yang bingung apa yang akan di lakukan Calvin hanya duduk dan melihat Calvin bolak balik masuk ke dalam kamar, lalu kembali duduk di samping Lena.
"Kamu mau ngapain sih? pusing tau engga aku liatnya" ucap Lena sambil duduk bersandar di sofa.
"Aku mau ganti perban kamu, soalnya engga baik kalau di biarkan basah seperti ini. Lukanya juga akan lama sembuhnya nanti" ucap Calvin yang langsung mengambil tangan kiri Lena.
__ADS_1
Calvin langsung mulai membersihkan luka Lena dengan perlahan dan menutup lukanya menggunakan perban kembali, bahkan balutan perbannya sangat rapih persis seperti dokter yang melakukannya.
Sebenarnya Calvin bisa membuat luka Lena segera menghilang agar dia tidak merasakan sakit lagi, tapi dia tidak mau melakukannya saat Lena terbangun karena kalau sampai Lena melihat itu dia pasti akan terkejut.
"Hah! capek banget gue, gimana Len? bisa engga Calvin cuci piring?" tanya Kia yang duduk sambil kipas kipas menggunakan map yang dipegangnya.
"Hahaha... kan gue udah bilang sama lu, dia mana bisa ngelakuin hal itu Ki. Jangankan disuruh cuci piringnya, buat merapikan dan meletakkan di dalam wastafel aja di engga pernah sama sekali" ucap Lena dengan tawanya yang terbahak bahak.
Memang benar yang dikatakan Lena, karena selama Calvin tinggal bersamanya. Lena lah yang selalu memasak sampai membersihkan semua peralatan makan yang mereka gunakan, Calvin hanya membawa piring kotor ke dapur sekali saja dan itupun dia tinggal begitu saja entah sudah menjadi apa piring kotor di rumah Lena sekarang.
"Terus jadi lu yang cuci Len?"
"Iya lah gue, emang mau siapa lagi?"
"Engga kok, Calvin udah obatin lagi dan ganti perbannya" ucap Lena sembari menunjukkan tangan yang baru saja di perban Calvin.
"Baguslah kalau gitu, Vin! lu belajar apa kek gitu biar bisa bantuin Lena juga. Ya gue tau sih lu emang anak orang kaya, tapi kan engga ada salahnya belajar buat bantuin pacar dari pada kayak tadi Lena harus nahan sakitnya buat cuci piring" ucap Kia sambil membenarkan duduknya.
"Iya nanti saya akan minta Lena ajarkan beberapa pekerjaan rumah yang bisa saya bantu bereskan" Ucap Calvin dengan wajah datarnya.
"Gitu dong, ya udah kalau gitu gue ke kamar dulu ya mau bersih bersih udah gerah banget"
"Oke Ki"
__ADS_1
Setelah Kia pergi Calvin hanya menatap Lena yang membuat Lena bingung dengan arti tatapan Calvin, Lena yang malas memikirkan Calvin kenapa akhirnya pergi ke teras depan villa untuk menghirup udara yang masih sejuk. Walaupun sudah jam dua siang, tapi udaranya masih terasa menyegarkan.
Calvin yang melihat Lena keluar langsung mengikutinya, karena takut orang kepercayaan ayahnya datang kembali menemui Lena seperti waktu di taman saat Lena mencarinya.
Flashback On
"Lama tidak berjumpa tuan muda Andara" ucap seorang pria sembari membungkukan sedikit badannya.
Lena yang baru melihat pria itu langsung bertanya tanya dalam kepalanya, sejak membanya pulang Calvin tidak pernah cerita tentang siapa pun termasuk pria yang umurnya terlihat tidak berbeda jauh dari Calvin. Walaupun kepalanya penuh dengan pertanyaan, tapi Lena akan tetap menunggu sampai Calvin sendiri yang mengenalkan pria itu padanya.
"Mau apa ke sini?" ucap Calvin dengan tatapan datar dan membawa Lena bersembunyi di belakangnya.
"Saya diminta tuan Ericson untuk menjemput anda dan nona Elena Althea"
"Bilang pada ayah saya tidak akan kembali sebelum beliau mengijinkan saya menggunakan cara saya sendiri" ucap Calvin sambil menggenggam erat tangan Lena.
"Tapi tuan muda ini sudah perintah tuan, jadi saya mohon tolong ikut dengan saya" ucap pria itu yang langsung memberi jalan untuk Calvin dan Lena.
"Saya tidak akan pernah mau ikut dengan anda, jadi kalau anda tetap memaksa saya tidak akan sungkan untuk melenyapkan diri saya sendiri" ucap Calvin yang langsung meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan pria yang masih berdiri mematung.
Lena sempat melihat ke belakang untuk melihat pria itu dan pria itu langsung memberikan senyum ke Lena, jadi dia berpikir kalau pria itu orang baik. Dia yang sudah tidak tahan lagi untuk menahan semua pertanyaan di kepalanya, akhirnya dia tanyakan kepada Calvin termasuk kenapa pria tadi membawa nama Lena?.
Calvin menjawab semua pertanyaan Lena, kecuali pertanyaan terakhir Lena. Karena dia tidak mau kalau Lena tau semua yang akan terjadi pada dirinya dan juga Calvin, rasa penasarannya terus bergejolak dalam hati Lena tapi Calvin tetap bilang "nanti kamu akan tau dengan sendirinya".
__ADS_1
Flashback Off