
Calvin, Lena, Kia, dan Lion sudah sampai di taman bermain lebih dulu. Sedangkan Lita dan Dion yang katanya masih ada pekerjaan akan menyusul setelah pekerjaan mereka berdua selesai, Tapi sudah hampir setengah jam mereka berempat menunggu di pintu masuk taman bermain sama sekali belum ada tanda-tanda kehadiran Dion dan Lita di sana.
Lena sudah berkali-kali berusaha menghubungi nomor Lita, tapi nomornya malah tidak aktif. Bahkan Calvin dan Lion juga bergantian menghubungi Dion setiap menit, agar mereka bisa tau kalau nomor Dion sudah bisa dihubungi. Calvin merasa kalau mereka berdua sedang berada di dunia siluman, karena ponsel Dion dan Lita tidak bisa dihubungi secara bersamaan.
Jalan satu-satunya yang bisa mengetahui keberadaan Lita dan Dion hanyalah Lion saja, tapi sayangnya Lion tidak bisa menggunakan kekuatannya itu untuk sekarang. Karena kekuatan Lion sudah terlalu sering digunakan saat mengawasi Andre kemarin dan kalau saat ini dirinya gunakan lagi, mungkin akan sangat beresiko untuk Lion karena hanya ada dua kemungkinan Lion akan merasa pusing dan pingsan atau jatuh sakit.
Kia yang sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam terus-terusan membujuk Lena dan Calvin, tapi Calvin malah meminta Lion untuk menemani Kia masuk lebih dulu ke taman hiburan dan karena ini perintah langsung dari Calvin jadi Lion harus segera melaksanakannya dan mengajak Kia masuk.
Awalnya Kia menolak karena dirinya masih ingin Lena yang ikut masuk ke dalam bukan bersama dengan Lion saja, Lion yang sudah tidak tahan lagi dengan ocehan Kia yang tidak mau berenti itu dan bahkan membuat batas kesabaran Lion habis akhirnya langsung menarik tangan Kia dan membawanya masuk ke dalam bermain.
"Maaf tuan Calvin kami terlambat" tidak lama Lion dan Kia masuk ke dalam Dion dan Lita datang secara berbarengan.
"Kalian berdua dari mana saja? Kenapa bisa telat sampai setengah jam? Biasanya kalian tidak pernah seperti ini, apa ada masalah?" Calvin bertanya sembari melipat tangannya di depan dada.
"Tidak ada tuan, tadi saya hanya menyelesaikan yang baru tuan Ericson berikan pada saya tuan"
"Oh begitu, lalu kenapa kalian berdua bisa datang secara bersama? Apa alasan dokter Lita terlambat?"
"Maafkan saya tuan muda, tadi saya mengajak Lita untuk datang bersama. Tapi karena pekerjaan saya belum selesai, jadi Lita terpaksa harus menunggu saya karena dia sudah datang di dunia siluman tuan"
"Ya sudah, kalau begitu ini tiket masuk kalian berdua. Lion dan Kia sudah masuk lebih dulu, jadi sekarang kita harus mencari mereka berdua.
__ADS_1
"Baik tuan muda"
Dion langsung menggandeng tangan Lita dan itu membuat Lena dan Calvin saling menatap satu sama lain. Lena yang baru saja ingin mengatakan sesuatu untuk menanyakan apa Lita dan Dion sudah jadian, tapi tiba-tiba Calvin langsung memberikan isyarat agar Lena tidak menanyakan hal itu sekarang dan membiarkan mereka berdua dulu untuk melihat apa ada lagi hal yang akan membuat mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih.
Calvin dan Lena berjalan masuk lebih dulu dan memimpin di depan untuk menentukan ingin mencari Lion dan Kia kemana dulu. Awalnya Calvin sudah ingin mencari di dekat komidi putar, tapi Lena tiba-tiba menarik Calvin untuk mengajaknya ke arah tukang permen kapas.
Pikir Calvin Lena minta di belikan permen kapas, tapi setelah sampai di tempat itu Calvin mengerti kalau masuk Lena mengajaknya ke tempat penjual permen kapas itu karena ada Kia dan Lion di sana.
Mereka berempat tidak langsung menghampiri Lion, melainkan mereka juga ingin melihat apa yang Lion lakukan di tempat itu. Padahal Lion sangat membenci permen kapas dari kecil, tapi sekarang dirinya malah berada di tempat penjualnya.
"Sebentar ya bang saya ambil uangnya dulu!"
Kia mengeluarkan dompetnya dan mencari uang pas, karena kata abang penjualnya dia tidak ada kembalian. Saat Kia membuka dompet di dalamnya hanya berisi uang lima puluhan saja, tapi Kia berusaha mencari di dalam tasnya dan berharap ada uang yang di butuhkannya.
Lion yang dari tadi hanya memperhatikan Kia sembari memegang permen kapas milik Kia, akhirnya langsung membuka suaranya karena sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"Tunggu sebentar lagi ya, ini gue masih cari uang pas dulu" Kia masih sibuk mengacak-acak dalam tasnya.
"Hah... Ya udah biar gue aja yang bayar" Lion langsung memberikan uang sesuai harga permen itu.
"Dari tadi aja mas pacarnya di bayarin"
__ADS_1
Lion hanya menghela nafas kasarnya mendengar perkataan penjual itu. Tanpa berkata apa-apa lagi Lion langsung mengambil dompet Kia ya di letakkan di atas etalase dan membawanya pergi dari tempat itu sembari menggandeng tangan Kia.
"Udah beli permennya?" Calvin yang sudah berada tidak jauh di belakang Lion langsung bertanya dan membuat Lion terkejut, karena mereka berempat sudah berada di sana tanpa sepengetahuan Lion.
Di saat yang lain fokus dengan melihat wajah Lion untuk bertanya, Lena malah memfokuskan pandangannya ke arah tangan Kia dan Lio. Dalam pikiran Lena memang sepertinya ada yang sudah jadian, mungkin salah satu antara Lita dan Kia atau malah ke dua sahabatnya? Lena benar-benar sudah tidak sabar ingin menanyakan itu semua dengan mereka.
"Sudah" Lion hanya menjawab singkat dan memberikan dompet Kia agar dia langsung memasukkan kembali dompetnya ke dalam tas.
"Bukannya lu paling engga suka lihat permen kapas ya Li? Tapi kenapa sekarang malah lu pegang?" Lita menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dan memberikan ekspresi wajah bingung.
"Siapa yang bilang? Apa Dion yang bilang gitu? Kalau iya jangan di percaya perkataan Dion" Kia mendengarkan obrolan mereka sembari memakan permen kapas yang masih di pegang Lion.
"Memang benar kan yang gue katakan? Lu dari kecil takut permen kapas Li" Dion akhirnya membuka suaranya.
"Dulu memang iya dan ketakutan itu sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi, bahkan sekarang gue masih baik-baik aja kan?" Lion memindahkan permennya ke tangan kiri agar Kia lebih mudah memakannya.
Dion sebenarnya masih tidak percaya dengan yang di katakan Lion kalau penyakitnya sudah benar-benar hilang, tapi kalau dilihat-lihat lagi sepertinya ucapan Lion benar dia sama sekali tidak terlihat takut saat memegang permen kapas itu. Tapi semua itu masih terasa aneh untuk Dion, kenapa bisa penyakit Lion sembuh seketika padahal dia tidak melakukan pengobatan apa pun.
Di saat Dion masih melamun dan menatap adiknya dengan ekspresi bingung, Calvin langsung membuyarkan lamunan Dion dan langsung menyuruh mereka semua untuk mulai menaiki wahana permainan yang mereka suka.
Setelah mendapat izin dari Calvin untuk menaikan wahana permainan, Lita dan Dion langsung pergi ke tempat komidi putar. Kia juga langsung menarik tangan Lion untuk menaiki wahana Bianglala, sedangkan Calvin membawa Lena untuk ke tempat istana boneka.
__ADS_1
Calvin sengaja membiarkan mereka semua berpencar, karena biar mereka bisa tambah dekat lagi dan benar-benar bisa jadian. Walaupun mereka berpencar, tapi Calvin sudah meminta mereka berkumpul lagi di dekat penjual permen kapas untuk makan siang bersama setelah mereka semua selesai menikmati wahana permainan kesukaan.