
Setelah menutup panggilan video callnya dengan Kia secara sepihak, sekarang tinggal Lena berpikir dimana meow tidur soalnya dia sudah sangat lelah kalau harus menggoreng ikan di jam 12 malam. Di tambah lagi dia masih harus mikirin gimana caranya buat jawab pertanyaan pertanyaan Kia besok, Karena engga mungkin seorang Kia engga akan kepo sama yang di lakukan Lena.
Lena memandang meow yang duduk di sofa sambil menghela nafas, perasaannya campur aduk antara bahagia dan takut. Di satu sisi dia bahagia karena ada manusia yang bisa dia ajak bicara di saat sedang bosan, ya walaupun dia siluman kucing. Tapi di sisi lain dia takut kalau nantinya akan bergantung dengan meow dan itu akan bermasalah untuk hidupnya.
Lena akhirnya menyerah dengan semua pikirannya dan langsung bangun dari duduknya untuk mengambilkan kaos dan selimut dari dalam lemarinya untuk meow gunakan, karena saat meow berubah menjadi manusia dia hanya menggunakan pakaian bagian bawah saja.
"Kamu pakai ini dulu, terus nanti kamu tidur di sofa ya ini selimutnya"
Lena memberikan baju dan selimut ke meow dengan jarak yang agak sedikit jauh dari tempat meow duduk dan langsung berbalik untuk balik ke tempat tidurnya. Tapi sebelum Lena melangkahkan kakinya, meow sudah lebih dulu menahannya.
"Aku tidak bisa tidur di sofa"
"Kenapa? waktu itu kamu bisa tidur di sofa dan baik baik aja"
"Tapi, saat tubuh ku berubah menjadi manusia aku tidak bisa tidur di sofa"
"Alasannya?"
"Karena aku tidak terbiasa tidur di sofa, jadi kamu saja yang di sofa biarkan aku di tempat tidur mu"
"Aku? engga mau, enak aja kamu kan cuma kucing tidur di sofa juga udah bagus dari pada aku suruh tidur di lantai"
Lena langsung mendapatkan tatapan tajam dari meow dan membuatnya ketakutan, akhirnya mau tidak mau dia mengizinkan meow menggunakan tempat tidurnya dan dia tidur di sofa. Tapi dengan syarat hanya untuk hari ini saja, setelah menyetujui meow langsung bertukar tempat dan mulai terlelap begitupun dengan Lena.
...----------------...
Pukul 05.00 WIB
Kali ini Lena bisa bangun lebih awal, karena semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Jadi Lena memilih untuk membuatkan ikan goreng untuk meow dan sarapan untuknya, supaya meow cepat berubah kembali menjadi kucing.
Kalau di pikir pikir saat meow berubah jadi manusia mereka seperti sepasang suami istri, dengan Lena yang sudah berada di dapur dengan peralatan masaknya dan meow yang masih terlelap di kamar.
Selesai dengan urusan dapur, Lena lanjut bersiap ke kantor supaya dia tidak telat dan lanjut membangunkan meow untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Meow, ikan gorengnya udah matang ayo kita sarapan bareng"
Lena hanya menggoyangkan tangan meow dengan jari telunjuknya dan untungnya meow bisa bangun dengan cepat, mereka langsung sarapan dengan Lena yang terus mencuri pandangan untuk melihat wajah tampan meow.
"Kalau dilihat lihat meow ganteng banget, kalau Kia lihat pasti dia bakalan heboh deh"
"Engga engga, kenapa lu bisa mikir begitu sih Len. Ingat Len dia hanya kucing dan engga ada yang boleh tau masalah ini!"
Selesai makan Meow sudah berubah kembali menjadi seekor kucing terus memperhatikan Lena yang menggelengkan kepalanya terus menerus, Meow yang ingin menyadarkan Lena langsung melompat ke pangkuannya dan itu membuat Lena terkejut. Walaupun meow sudah berubah wujud menjadi kucing lagi, tapi Lena masih ketakutan saat meow mendekatinya.
Lena mendudukan Meow di atas meja makan dan hanya menatapnya, karena dia bingung harus berbicara apa.
"Meow..."
"Apa saat jadi kucing suara kamu juga akan berubah?"
"Tidak, aku masih bisa berbicara sama seperti saat berubah menjadi manusia"
"Lalu kenapa kamu tadi bersuara kucing?"
"Kalau begitu kamu berbicara seperti manusia saja, supaya aku terbiasa dan juga bisa tau apa yang kamu ucapkan"
"Apa tidak masalah seperti itu?"
"Engga kok, oh iya kamu juga boleh sekali sekali berubah menjadi manusia"
"Bisakan? walaupun kamu makan ikan"
"Iya itu tetap bisa aku lakukan, kalau begitu lain kali aku akan jadi manusia lagi"
"Oke"
Lena menghabiskan makanannya dan langsung berangkat ke kantor, tapi kali ini dia tidak memeluk Meow terlebih dahulu. Bukan karena lupa, tapi karena kalau dia memeluknya dia takut terkena serangan jantung jika tiba tiba meow berubah kembali.
__ADS_1
...****************...
Saat sampai di kantor langsung menghampiri Lena dan menanyakan berbagai macam hal yang membuat Lena pusing saat mendengarnya, sampai akhirnya Kia menanyakan tentang seseorang yang bersama Lena semalam.
Keringat dingin mengalir dari kening Lena, walaupun mereka sedang berada di ruang ber-AC. Walaupun bingung mau menjawab apa, akhirnya Lena mencoba tenang dan memberikan jawaban yang bisa membuat Kia diam tanpa peduli Kia bakalan percaya padanya atau tidak.
"Oh, jadi yang semalam itu om lu dari luar negeri Len?"
"Iya Kia, harus berapa kali sih gue bilang ke lu"
"Tapi Len, gue masih bingung kenapa suaranya kedengeran masih muda ya?"
"Ya kan emang om gue belum tua tua banget kali, lagian itu kan suara di telfon dan biasanya suara telfon sama aslinya kan beda Ki"
"Iya bener juga sih lu, oh iya om lu udah punya istri belum?"
"Udah, kenapa lu segala tanya gitu?"
"Yah, kalau belum kan gue mau minta kenalin sama lu"
"Jangan yang aneh aneh deh Ki, mending lu mulai kerja sana sebelum di marahin pak Satya. Lagian om gue engga suka bocil kayak lu"
"Tenang gue bisa bikin om lu suka gue, jadi lain kali kenalin ke gue ya Len"
"Gue engga mau, udah sana sana balik ke tempat lu"
"Gitu lu sama gue Len"
Lena tidak meladeni Kia lagi, malah dia mendorong Kia perlahan supaya dia cepat pergi dan tidak mengganggunya lagi. Pasalnya dia sudah pusing dengan meow di tambah lagi dengar Kia dengan permintaan anehnya, Lena saja sudah tidak punya siapapun lagi, bagaimana bisa dia mengenalkan omnya ke Kia coba?.
Kepala Lena rasanya mau pecah, bahkan rasanya percuma dia datang pagi kalau dia tidak bisa konsentrasi sama sekali pada pekerjaannya. Walaupun sulit dia tetap berusaha tenang, agar konsentrasinya bisa kembali dan dia bisa mulai bekerja.
"Mungkin minum segelas kopi bisa bikin gue jadi sedikit rileks"
__ADS_1
Lena langsung membuat kopi dan membawanya ke meja kerja, akhirnya fokus Lena bisa sedikit kembali dan dia mulai mengerjakan pekerjaannya. Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang terus menatapnya dari kejauhan, entah sedang menjaga Lena atau malah memantau kegiatan Lena.