
Setelah beberapa hari Calvin sibuk dengan urusannya, akhirnya hari ini dirinya bisa memenuhi janjinya pada Lena untuk mengantarnya pulang bersama Lion, dokter Lita, dan juga dua pengawal yang di bawa untuk berjaga-jaga.
Lena yang awalnya sangat senang bisa pulang ke rumah, seketika wajahnya berubah menjadi bingung. Pasalnya tadi jalan yang mereka lalui ada hutan dengan banyaknya pepohonan, tapi kenapa bisa secepat itu jalanannya berubah menjadi jalan raya?.
Sudah kesekian kalinya Lena minta di jelaskan kenapa bisa berubah dalam sekejap mata jalannya, tapi baik Calvin maupun Lion dan dokter Lita tidak ada yang menjawab sama sekali.
"Hah.... kalian kalau di tanya tuh di jawab! Bukan malah diam saja seperti ini" ucap Cilla yang langsung berjalan lebih dulu, sedangkan Calvin hanya melihat ke arah Lion dan dokter Lita secara bergantian.
Lena berjalan lebih dulu meninggalkan mereka bertiga, tapi setelah sampai di depan pintu rumahnya Lena hanya diam sembari berdiri dan mencari kunci rumahnya di dalam saku celananya.
Calvin hanya berdiri di belakang Lena dan menahan tawanya karena melihat ekspresi kepanikan Lena, dirinya sengaja tidak memberi tau keberadaan kunci pintunya pada Lena karena Calvin ingin Lena sendiri yang bertanya padanya.
Setelah lelah mencari akhirnya Lena duduk di kursi yang berada di teras rumahnya dengan wajah sedihnya, Lena benar-benar lupa dimana dia simpan kunci itu saat dia keluar rumah terakhir kalinya.
"Ada apa?" Calvin yang menghampiri Lena dan berdiri di hadapannya.
"Hah... Aku engga bisa menemukan kunci rumah ku, jadi sekarang aku tidak bisa masuk ke dalam" ucap Lena sembari menundukkan kepalanya.
"Oh begitu ya, mau aku yang bukakan pintunya?"
"Memangnya kamu bisa buka pintunya?" tanya Lena sembari mendongakan kepalanya dan menatap Calvin dengan tatapan tidak yakin.
"Bisa! Tapi kalau kamu engga yakin aku bisa, ya sudah tidak apa-apa" Calvin membalikkan badannya dan bersiap untuk kembali bergabung dengan Lion dan dokter Lita.
__ADS_1
"Tunggu dulu! Akukan tidak mengatakan kalau tidak yakin dengan kamu, jadi kalau kamu memang benar-benar bisa membukanya ya silahkan saja" ucap Lena sembari memegang tangan Calvin yang di masukan ke dalam saku celananya.
"Hah... Kekasih ku ini memang lucu, padahal tadi jelas-jelas dia sendiri yang menatap tidak yakin pada ku" ucap Calvin dalam hatinya sembari menatap Lena.
Calvin langsung membuka pintunya dengan menggunakan kunci rumah Lena yang dirinya keluarkan dari dalam saku celananya, Lena yang melihat Calvin memiliki kunci rumahnya langsung menghampiri Calvin untuk sekedar bertanya darimana dia mendapatkan kunci itu.
Mendengar pertanyaan Lena bukannya di jawab langsung oleh Calvin, tapi malah Calvin tertawa dan itu membuat Lena menjadi kesal. Calvin yang tidak ingin Lena bertambah marah langsung menjawabnya dengan serius, jawaban Calvin kali ini lagi-lagi hanya mengatakan kalau dirinya kekasih Lena.
Lena yang sudah bosan mendengar perkataan itu dari Calvin akhirnya langsung mengucapkan terima kasih pada Calvin dan yang lainnya, sampai akhirnya Lena masuk ke dalam rumahnya tanpa berkata apapun lagi bahkan dia sama sekali tidak menawari Calvin dan yang lainnya untuk ikut masuk juga sekedar beristirahat saja.
Melihat Cilla yang sudah masuk ke dalam tanpa menutup pintunya Calvin langsung mengajak Lion dan dokter Lita untuk ikut juga dengan dirinya, Calvin tidak perduli kalau nantinya dia akan terkena marah oleh Lena karena masuk tanpa seizinnya.
"Lena..." ucap Calvin yang sudah duduk di samping Lena.
"Loh! Kamu kok malah masuk ke rumah ku? Memangnya siapa yang meminta kamu ikut masuk ke dalam? Dan bukan tugasmu itu juga sudah selesai ya untuk mengantar ku pulang ke rumah, lalu kenapa kamu tidak kembali ke rumah mu?"
"Tuan muda, apa sebaiknya saya dan dokter Lita menunggu di luar saja? Nanti saat urusan anda dengan nona Lena sudah selesai kami baru kembali lagi ke sini" ucap Lion di tengah perkataan Lena dan Calvin langsung mengiyakan perkataan Lion.
Lena yang melihat Lion dan dokter Lita pergi langsung meminta Calvin untuk ikut bersama dengan mereka juga, tapi Calvin sama sekali tidak beranjak dari tempatnya walaupun Lena sudah mendorong pelan tubuh Calvin.
"Lena berhentilah meminta ku pergi, karena aku ke sini ingin membicarakan sesuatu dengan mu" Calvin langsung menggenggam tangan Lena yang masih mendorong lengan tangan Calvin, sembari menatap Lena dengan wajah serius.
"Apa yang kamu ingin bicarakan? Cepat katakan! Karena aku ingin istirahat" ucap Lena sembari menarik tangannya dari genggaman Calvin.
__ADS_1
Butuh waktu lumayan lama untuk Calvin menjelaskan semua tujuannya pada Lena, karena Lena selalu memotong apa yang Calvin katakan. Bahkan dirinya sempat tidak setuju saat Calvin mengatakan dokter Lita akan tinggal bersamanya, tapi karena Calvin terus membujuknya dan memberikan alasan yang bagus pada Lena akhirnya dia menyetujui perkataan Calvin.
"Tapi benar ya, dokter Lita hanya akan tinggal di sini sampai dua minggu saja"
"Iya... Aku janji hanya untuk dua minggu ke depan saja, karena aku masih ragu untuk membiarkan kamu sendiri di rumah ini dan kalau aku yang menemani kamu di sini pasti kamu akan menolaknya"
"Ya iya lah pastinya, karena engga ada bukti kalau kamu itu benar-benar kekasihku" Lena langsung membenarkan posisi duduknya menjadi lurus ke depan sembari melipat tangannya di depan dadanya.
"Oke, kalau gitu aku dan Lion pulang dulu ya dan segera kabarin aku kalau ada apa-apa" ucap Kevin sembari meletakkan ponsel Lena di atas meja dan bangun dari posisi duduknya.
Calvin mengacak rambut Lena terlebih dahulu sebelum akhirnya dia pergi keluar dari rumah Lena untuk meminta dokter Lita masuk kembali ke dalam dan juga untuk mengajak Lion pulang.
Dokter Lita masuk kembali ke dalam rumah Lena setelah dirinya menunggu Calvin dan Lion menghilang dari pandangan matanya, melihat dokter Lita yang hanya berdiri di dekat sofa saja Lena langsung memintanya duduk karena ada yang ingin di tanyakan padanya tentang kondisi kesehatan Lena.
Lena yang lama kelamaan sudah mulai asyik berbicara dengan dokter Lita sembari tertawa bersama, bahkan kali ini topik pembicaraan mereka bukan lagi tentang kesehatan Lena. Tapi sudah berganti pembahasan menjadi tentang Calvin atau terkadang juga tentang Lion dan hal random lainnya.
"Non Lena, boleh tidak kalau anda memanggil saya dengan sebutan kak Lita saja? Tidak perlu pakai kata dokter lagi"
"Boleh saja! Asalkan dokter Lita juga panggil aku Lena saja dan tanpa kata non, bagaimana?"
"Baiklah kalau begitu saya setuju" ucap Lita dan langsung mendapatkan senyuman manis dari Lena.
"Oh iya kak Lita, emang ka Lita engga ada perasaan gitu ke Calvin atau Lion?"
__ADS_1
"Tidak ada! sama sekali tidak ada perasaan apapun terhadap mereka berdua, karena untuk tuan muda Calvin dia sudah punya kekasih dan juga dia tuan saya, sedangkan Lion itu playboy jadi saya tidak mau"
Lena yang terlalu fokus mendengarkan cerita dari Lita tentang Calvin dan juga Lion, sampai tidak terasa sudah sore dan Lena belum menyiapkan makanan untuk makan malam mereka berdua. Jadi mau tidak mau pembicaraan mereka harus di hentikan dulu, karena Lena harus masak dan mandi.