Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Bimbang


__ADS_3

"Lena apa kamu mau menjadi kekasih ku?" ucap Calvin sembari berlutut dihadapan Lena.


Mendengar perkataan Calvin perasaan Lena jadi campur aduk engga karuan, pasalnya ini pertama kalinya Lena mendengar langsung pengutaraan cinta dari seorang laki-laki. Biasanya dia hanya melihat temannya atau hanya di acara TV saja, tapi hari ini malahan dirinya sendiri yang ada di posisi itu dan sekarang dirinya bingung harus memberi jawaban apa pada Calvin?.


"Apa aku harus menjawabnya sekarang ya? boleh tidak kalau aku minta waktu untuk menjawabnya?" ucap Lena yang menatap Calvin dengan wajah seperti memohon dan Calvin yang langsung berpikir sejenak.


"Emm! ya sudah boleh, kamu butuh waktu berapa lama untuk menjawabnya?"


Lena langsung meminta waktu satu minggu untuk memberikan jawaban atas pengutaraan cinta Calvin, karena dia ingin meyakinkan hatinya terlebih dahulu dan memastikan apa dia benar mencintai Calvin atau tidak.


Calvin tidak langsung menjawab pengajuan waktu yang Lena berikan, dia malah terlihat bingung dan sedikit ragu untuk mengiyakan permintaan Lena. Padahal dia sudah berharap kalau Lena akan menjawabnya langsung, tapi ternyata harapan Calvin tidak sesuai dengan kenyataannya.


"Calvin! Calvin!" Lena melambaikan tangannya di depan wajah Calvin yang terlihat melamun.


"Iya ada apa Lena?" ucap Calvin yang langsung menatap kedua mata Lena.


"Boleh aku minta waktunya satu minggu?" Lena mengulangi pertanyaannya untuk memastikan kembali Calvin setuju.


Calvin hanya menjawab dengan senyuman dan anggukkan kepala saja, walaupun ada sedikit perasaan kecewa. Tapi dia tidak ingin memaksa Lena, takutnya Lena malah akan tertekan dan semua rencananya rusak.


Mereka melanjutkan kembali menaiki wahana di sana satu persatu dan sebelum sore mereka sudah pulang ke rumah dengan Lena yang membawa tiga permen kapas yang di beli di perjalanan pulang.


"Lena, nanti yang ada kamu bakal sakit kalau terus menerus makan permen kapas. Mendingan sekarang kamu pergi tidur besok baru dilanjut lagi makannya!" ucap Calvin dengan nada suara yang sangat lembut.


"Ya udah deh! kalau gitu aku masuk kamar dulu ya" ucap Lena yang langsung menyimpan permen kapasnya di atas meja.


Lena masuk ke dalam kamarnya tanpa basa basi atau bilang pada Calvin terlebih dahulu, sedangkan Calvin kan menunggu sampai punggung Lena benar-benar tidak terlihat lagi baru dia pergi menemui pengawalnya.

__ADS_1


...****************...


Di kamar Lena bukannya tidur malah memikirkan permasalahan tadi, sebenarnya di hati Lena ada rasa ingin menjawab Calvin dengan kata "Iya". Tapi pikiran Lena tentang kedepannya malah membuat dia menjadi ragu dengan jawabannya sendiri, dia takut kalau nantinya semua orang tau Calvin siluman kucing! orang-orang juga pasti akan membicarakan Lena dan lagi tanggapan Kia setelah tau semuanya.


Lena yang duduk di atas kasurnya terus melamun sembari membayangkan hari dimana Kia tau tentang kebenarannya, apa setelah itu Kia akan menganggap dirinya aneh? karena berpacaran dengan siluman kucing. Hanya itu yang ada di pikiran Lena saat ini.


"Lena pulang kerja kita jalan ke mall yuk! gue bosan nih dari tadi kerjaan numpuk banget" ucap Kia yang memijat bahu Lena untuk membujuknya.


"Eum,, gimana ya? gue udah janji mau dinner sama Calvin Ki, lain kali aja gimana?" ucap Lena dengan menoleh sedikit ke arah belakang.


"Dinner? kalau gitu kita dinner barengan aja gimana? Calvin pasti juga setuju kita dinner bareng" ucap Kia yang tambah bersemangat memijat bahu Lena.


"Bentar! gue coba tanyain dulu deh ya ke dia, takutnya dia cuma mau dinner berdua gue aja"


"Ya udah cepetan deh lu hubungin dia"


"Bentar deh Len!" ucap Kia sembari menahan Lena untuk membuka layar kuncinya ponselnya.


"Kenapa lu engga pakai foto Calvin di HP lu? padahalkan Calvin pacar lu seharusnya lu pakai foto dia! bukan malah pakai foto meow Len" tambah Kia yang langsung duduk di samping Lena dan langsung mengambil ponsel Lena.


"Emangnya kenapa kalau gue pakai foto meow? lagian sama aja pacar gue juga" ucap Lena sembari mengetik di laptopnya.


"Tapi kan Len.... eh, tunggu bentar! tadi lu bilang apa? meow pacar lu juga? gimana maksudnya Len?"


"Eum,, i-itu tadi gue cuma salah ngomong aja ko Ki" ucap Lena sembari menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Kia yang tidak percaya dengan perkataan Lena, langsung menatap layar ponsel Lena dan memperhatikan baik baik foto meow. Tanpa sengaja pula chat masuk dari Calvin di ponsel Lena terbaca oleh Kia, Calvin mengatakan kalau dirinya berubah menjadi seekor kucing lagi.

__ADS_1


Rasa terkejut yang Kia rasakan saat ini membuatnya sulit berkata-kata kembali, karena setelah dia melihat mata Calvin dan meow sama. Dia juga membaca sendiri chat Calvin, tapi walaupun begitu dia akan tetap mendengarkan cerita dari sahabatnya langung.


"Lena! apa benar Calvin bisa berubah jadi kucing?" ucap Kia sembari menggebrak meja.


"Siapa yang bilang?" tanya Lena yang langsung menghentikan aktivitasnya.


"Gue engga sengaja baca chat dari Calvin dan dia bilang kalau dia berubah menjadi kucing kembali, jadi mending sekarang lu jujur deh sama gue Len! ada apa sebenarnya?" ucap Kia dengan mengembalikan ponsel Lena.


Lena hanya diam saja dan seketika mulutnya tertutup sangat rapat, dia harus menjelaskan semuanya mulai dari mana duluan?. Bahkan Kia sampai kesal bertanya pada Lena, walaupun Kia mengancam akan bertanya langsung pada Calvin, Lena masih tetap diam saja.


"Lena, jawab gue siapa Calvin sebenarnya?"


"Len,, LENAA!" ucap Kia sembari menggebrak meja.


Saat Lena sadar dari lamunannya, ternyata yang memanggilnya adalah Calvin dan semua yang terjadi tadi hanya imajinasi Lena saja.


"Calvin! kamu dari kapan ada di sini dan ngapain?" ucap Lena yang memundurkan wajahnya, sebab wajah mereka terlalu dekat dan membuat jantung Lena akan terdengar.


"Aku baru aja datang dan aku panggilin kamu di diemin aja, aku ke sini mau tanya kamu kamu belum tidur?" ucap Calvin sembari duduk di pinggir kasur.


"Aku lagi mikirin jawaban untuk kamu"


"Besok aja lanjutin lagi mikirnya, sekarang tidur udah larut malam Lena!"


"Iya iya aku tidur!" ucap Lena sembari merebahkan kamu.


Lena yang tidak mau mendengar ocehan Calvin lagi, langsung pura-pura memejamkan mata. Calvin yang melihatnya tersenyum dan langsung menyelimuti Lena sebatas dada, dia tidak ingin membuat Lena terbangun lagi makanya Calvin dengan perlahan keluar kamar Lena.

__ADS_1


Dirasa sudah aman Lena kembali membuka matanya kembali, tapi tetap dengan posisi tiduran untuk berjaga-jaga takutnya kalau Calvin kembali masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2