Pacar Tampanku Siluman Kucing

Pacar Tampanku Siluman Kucing
Kembali Atau Tidak?


__ADS_3

Dion sudah membawa Calvin pulang ke rumah Lena dan segera mengobatinya, tapi sayangnya sampai sekarang Calvin belum juga sadarkan diri.


Setelah selesai mengurus Calvin, Dion keluar untuk membiarkan tuannya beristirahat dan langsung duduk di ruang tamu bersama Lena juga Lion yang sudah berada di sana setengah jam yang lalu.


"Dion, gimana keadaan Calvin?" tanya Lena sembari mengubah posisi duduknya menghadap Dion


"Untuk lukanya sudah saya obatin nona, tapi maaf untuk membuat tuan muda membuka matanya saya belum berhasil non" ucap Dion yang langsung menundukan kepalanya.


"Kalau begitu saya lihat Calvin dulu ya"


"Iya silahkan nona Lena"


Lena yang langsung masuk ke dalam kamar Calvin dan duduk di samping Calvin yang memang masih berbaring di tempat tidurnya. Tanpa sadar air mata Lena mulai membasahi pipi mulusnya, karena melihat wajah Calvin yang penuh dengan memar.


Sembari menangis Lena menggenggam tangan Calvin dan mengusap kepalanya, karena mementingkan emosinya otak Lena jadi tidak berpikir terlebih dahulu sebelum dirinya bertindak.


"Calvin, kamu beneran engga mau bangun ya?" tanya Lena sembari sesegukan.


"Kamu bangun ya... Kalau kamu bangun aku janji bakalan maafin kamu, aku mau lihat senyum kamu lagi terus juga mau dimasakin nasi goreng kayak tadi pagi lagi Vin"


"Aku mohon Vin, buka mata kamu! emangnya mata kamu engga capek apa terus-terusan mejamin mata terus?" ucap Lena sembari menempelkan tangan Calvin di pipinya.


Lena yang kelelahan menangis akhirnya tertidur sembari menggenggam tangan Calvin, dan disaat Lena tertidur pulas Calvin membuka matanya karena tangannya terasa sangat berat.


Calvin yang melihat Lena tertidur di tangannya langsung mengusap kepala Lena dan tersenyum tipis, karena Calvin tidak ingin mengganggu tidur Lena jadi dirinya memutuskan untuk menunggu Lena bangun dengan sendirinya.


Sejam berlalu Lena menggerakkan badannya dan mulai membuka matanya, tapi saat dirinya bangun Calvin kembali menutup matanya untuk mengerjai Lena.


"Yah! ternyata kamu belum bangun juga ya, apa kamu beneran engga mau aku maafin?" tanya Lena yang kembali mengusap kembali kepala Calvin.

__ADS_1


Mendengar perkataan Lena, Calvin langsung pura-pura membuka matanya secara perlahan. Lena yang melihat langsung memanggil nama Calvin dengan mata yang sudah berbinar.


"Lena, kamu kembali?" tanya Calvin sembari mencoba untuk duduk.


"Iya aku kembali Vin, sini biar aku bantu" Lena yang langsung membatu Calvin duduk dan mendirikan bantal untuk penyangga Calvin bersandar.


"Makasih Lena" ucap Calvin sembari tersenyum.


"Iya sama-sama, kalau begitu aku buatkan kamu bubur dulu ya" Lena membalas senyuman Calvin dan langsung membalikkan badannya untuk keluar dari kamar Calvin.


Belum sempat Lena melangkahkan kakinya Calvin sudah lebih dulu menggenggam tangan Lena dan menariknya kedalam pelukan, karena masih kaget dengan yang dilakukan Calvin... Lena hanya bisa diam dan tidak membalas pelukan Calvin.


"Aku kangen banget sama kamu Len" ucap Calvin sembari mengeratkan pelukannya.


"Lena... Bolehkan aku peluk kamu sebentar saja?"


Cukup lama mereka berpelukan sampai akhirnya Dion dan Lion yang tiba-tiba masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, membuat Lena malu dan langsung melepaskan pelukannya pada Calvin.


"Maaf tuan muda dan non Lena, kami tidak bermaksud untuk lancang dan mengganggu waktu kebersamaan kalian. Tadinya saya dan Lion ke sini ingin memastikan tidur nona Lena nyaman, karena tadi Lion bilang non Lena tertidur sembari duduk di kursi" Dion menjelaskan dengan kepala yang tertunduk dan dirinya juga langsung membungkukan badannya sebagai permintaan maaf.


"Iya engga apa-apa Dion... Oh iya kalau gitu saya titip Calvin dulu ya, soalnya saya mau buat bubur dulu. Apa kalian ada yang mau?" tanya Lena sembari berganti melihat Dion dan Lion.


"Tidak perlu non, biar nanti kami buat sendiri saja" ucap Dion sembari tersenyum.


"Pantesan aja Kia suka banget Liat Dion, senyumnya manis banget kayak gitu" ucap Lena dalam hatinya sembari mengangkat kedua alisnya.


"Ya udah... Kalau begitu saya tinggal dulu ya, pastikan Calvin jangan banyak gerak"


"Siap non!" ucap Dion dan Lion berbarengan.

__ADS_1


Lena yang langsung pergi meninggalkan Calvin bersama dengan Dion dan Lion, dan saat dirasa Lena sudah berada di dapur Lion langsung menghampiri tuannya untuk menceritakan tentang Lena waktu melihat tuannya pingsan.


Lion menceritakan dari awal di taman sampai akhirnya Lena mau ikut pulang lagi ke rumahnya dan sekarang Lion penasaran apakah tuannya dan Lena sudah benar-benar berbaikan? karena penasaran akhirnya Lion mencoba mendesak tuannya untuk bercerita pada mereka berdua.


Sebenarnya Calvin juga tidak tau pasti apa Lena sudah benar-benar memaafkannya atau hanya merasa bersalah padanya, tapi yang jelas tadi Lena sudah sempat mengucapkan kata kalau dia akan memaafkan Calvin.


"Lalu bagaimana dengan rencana besok tuan? apa masih akan kita lanjutkan?" tanya Dion sembari mengecek luka memar ditangan Calvin.


"Rencana besok masih harus berlanjut sesuai yang sudah kita sepakati dan besok kita mulai dari pagi untuk mempersiapkan semuanya"


"Besok tuan istirahat saja dan tugas ini serahkan saja semuanya pada kami tuan, karena luka di tubuh anda belum sepenuhnya sembuh"


Calvin yang baru ingin membuka suaranya kembali terpaksa harus mengurungkan niatnya, karena dirinya mendengar suara pintu kamarnya terbuka dan takutnya Lena yang datang jadi mereka bertiga langsung berpura-pura sedang membahas luka-luka Calvin.


Benar saja dugaan Calvin, Lena masuk dengan membawa nampan berisi bubur dan teh hangat untuk Calvin. Karena Lena sudah kembali Dion dan Lion langsung izin menunggu di ruang tamu untuk berjaga-jaga kalau tuannya butuh sesuatu yang mengharuskan beli di luar.


Lena kembali duduk di kursi untuk menyuapi Calvin bubur yang masih lumayan hangat, karena belum lama Lena angkat bahkan mangkoknya saja belum bisa Lena pegang karena masih terlalu panas.


Calvin melihat Lena yang sibuk dengan buburnya, dalam diri Calvin saat ini masih ada sedikit keraguan tetang maaf Lena tapi saat melihat Lena perhatian lagi dengan Calvin rasanya semakin membuat Calvin ingin mengetahui kepastiannya.


"Lena, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada kamu. Boleh?" ucap Calvin yang menatap Lena dengan wajah serius.


"Tentang apa Vin?" tanya Lena sembari menyendok bubur di mangkok dan berniat untuk meniup bubur itu agar cepat dingin.


"Perasaan kamu yang sekarang ke aku, gimana? dan apa benar kamu sudah bisa memaafkan aku? bukan hanya karena rasa bersalah"


Lena langsung memberhentikan aktivitasnya dan memikirkan jawab untuk Calvin, dirinya juga masih bingung sebab perasaan Lena sekarang masih terlihat abu-abu dan belum pasti kejelasannya antara dirinya tulus memaafkan Calvin atau hanya sebatas menebus rasa bersalahnya saja.


"Sekarang kamu fokus sembuh aja dulu, nanti setelah semua memar kamu hilang baru kita bicarakan lagi masalah ini dan aku akan langsung kasih jawabannya ke kamu" ucap Lena sembari tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2