Pasangan Indigo

Pasangan Indigo
45. Pulih dan Hendak Kembali Pulang


__ADS_3

Anta menyentuh tangan ayah dan ibu anak kecil yang bernama Royco tadi. Kemudian, hantu itu tertawa seraya memelintir mata besarnya yang hanya satu. Dia tertawa menyeramkan untuk menakuti. Sepasang suami istri itu langsung menjerit. Keduanya sampai terhuyung-huyung saat berlari keluar kamar anaknya.


Royco, gadis berusia tujuh tahun itu terbangun berpeluh keringat. Dia memanggil ayah dan ibunya tetapi tak ada di sisinya. Gadis kecil itu langsung menangis ketika hantu lentera menjulurkan lidahnya. Sungguh hantu yang sangat iseng.


"Chochin-obake memang tidak diceritakan dalam mitos atau legenda Jepang mana pun. Dengan begitu, ia memiliki asal-usul yang tidak jelas. Satu-satunya yang diketahui dari setan ini adalah ia memang diciptakan untuk menakut-nakuti anak-anak kecil." Suara seorang suster bernama Mirae  terdengar mengejutkan Anta. 


"Anda bisa melihatnya?" tanya Anta. 


"Sama seperti kamu melihatnya. Royco juga berbeda, wanginya sangat disukai para hantu." Suster itu menoleh pada si Hantu Lentera yang langsung menunduk ketakutan. Hantu itu pun pergi.


Suster Mirae memeluk Royco dan mengusapnya. Gadis itu mulai tenang. Anta baru menyadari kalau sosok suster itu melayang tak menjejak bumi. 


"Adapun wujudnya sebagai lentera memang muncul dalam mitologi Jepang, yakni tsukumogami, atau roh-roh yang mendiami benda-benda. Benda-benda itu kemudian menjadi yokai setelah seratus tahun." Suster Mirae lantas menyanyikan lagu nina bobo pada Royco sampai gadis kecil itu terlelap kembali.


"Jadi, hantu menyerupai lentera tadi memiliki jiwa," tanya Anta.


"Iya, Nak. Lentera biasa dapat berubah menjadi chochin-obake setelah seratus tahun digunakan. Ini berasal dari kepercayaan agama Shinto kuno bahwa semua benda, bahkan benda mati sekali pun, memiliki jiwa."


"Oh begitu…."


"Anak ini sudah tenang. Orang tua bodohnya nanti juga akan kembali. Kasihan sekali kalau anak berbeda seperti dia berada di tangan orang tua yang bodoh." Suster Mirae terlihat berkaca-kaca.


"Anak berbeda?" Anta mengernyitkan dahi.

__ADS_1


"Kelak, dia akan bisa mengendalikan kekuatan makhluk gaib, sama seperti kamu. Sang Ratu Barat terlahir kembali dalam tubuh anak ini. Itu yang aku dengar. Semoga dia bisa menjaga diri dengan baik. Karena lambat laun akan ada orang-orang jahat yang mengabdi pada makhluk jahat dan mengincar tubuhnya sama seperti para makhluk jahat yang menginginkan tubuhmu." Suster Mirae tersenyum lalu duduk di samping anak perempuan yang terbaring pulas itu.


"Ini tak akan mudah. Melalui masa kecil dengan kondisi menjadi anak berbeda pasti akan sulit. Semoga saja Royco bisa melaluinya dengan penuh keberanian." Anta lalu pamit meninggalkan Suster Mirae dan Royco.


...***...


Tiga hari berlalu, Arya sudah dinyatakan pulih. Dia akan pulang bersama Anta dan Ria. Sementara Dion akan pergi ke London. Pak Herdi dan Tasya sudah masuk ke dalam bandara untuk check in. Padahal pesawat mereka berangkat satu jam lagi.


Sementara itu, Ria masih pamit pada Ken. Mereka masih berbincang dan mengambil tangkapan selfie keduanya. Dion mendekat pada Anta dan hendak memeluknya. Namun, dia dihalangi oleh Arya yang langsung memeluk Dion.


"Kok, jadi elu yang gue peluk?" Dion mendengus kesal.


"Gue wakilin. Awas aja kalau elu berani peluk Anta lagi di bandara kayak gini," ancam Arya.


"Elu mau gelut di sini apa di kolam sana sekalian basah?" tantang Arya.


"Eh, eh, kalian pada ngapain sih mesra-mesraan begini? Bikin cemburu Anta aja." Gadis itu melerai keduanya.


"Dih, najis!" seru Arya.


Anta melihat ke arah Royco dan orang tuanya. Anak perempuan itu sempat melambai dan tersenyum pada Anta. Tiga hari belakangan ini memang keduanya sudah akrab. Di sana ada seorang laki-laki yang telah menunggu keluarganya. Rupanya mereka hendak membawanya menuju London. Keluarga Royco lalu masuk ke dalam pesawat karena mereka datang sudah terlambat check in dan pesawat hampir saja tinggal landas. Anta terperanjat kala melihat sosok pria gosong yang mengikuti Royco. Hendak memberitahukan anak itu, Arya menahan lengan Anta.


"Untuk kali ini, sebaiknya kita jangan ikut campur dulu," ucap Arya.

__ADS_1


Royco masuk ke dalam pesawat. Dia melihat salah satu pramugari yang tampak menghindarinya. Lalu, tak jauh dari tempatnya berdiri dan hendak duduk, dia sempat mendengar dua rekan kerja dalam pesawat yang membicarakan pramugari yang takut pada anak tadi. 


Sang pramugari bermata sipit itu terlihat tampak gusar saat pesawat hendak lepas landas dari Jepang menuju Bandara London City. Saat itu, temannya tersebut terlihat tak biasa dan seakan ketakutan.


Tiba-tiba sebelum keberangkatan, kondisi waktu itu mendadak hujan lebat di sekitar bandara. Sampai akhirnya pramugari yang diduga bisa melihat makhluk gaib itu mengatakan sesuatu pada rekan kerjanya.


Royco sempat sekilas mendengar pembicaraan dua pramugari itu. Keduanya kini menatap ke arah kursi yang diduduki olehnya. Apalagi pramugari yang bernama Tokai itu tampak menghindari tatapannya dengan Royco.


Awalnya, pramugari satunya tidak terlalu mengkhawatirkan sikap aneh rekan kerjanya yang terlihat  sempat ketakutan dan panik. Namun, selama di dalam pesawat yang tak kunjung lepas landas tersebut, rekan kerjanya itu itu tampak melayani penumpang tidak fokus. Pramugari yang ketakutan tadi juga kerap melihat ke arah belakang kabin pesawat yang ditempati oleh Royco.


Pesawat mengalami delay karena Air Traffic Controller (ATC) yang berada di bandara tak akan mengizinkan pesawat mengudara jika kondisi cuaca masih hujan deras dan bisa membahayakan. Namun, pilot dan co-pilot bisa meyakinkan para penumpang apabila saat cuaca hujan pesawat tetap diberangkatkan. Para penumpang diminta untuk tak perlu khawatir, jika cuaca di sekitar sudah membaik dan pesawat diizinkan lepas landas, maka kondisi saat itu memang memungkinkan untuk pesawat mengudara.


Para penumpang lalu dipersilakan untuk kembali ke area tunggu di bandara sampai pesawat diizinkan untuk lepas landas. Seorang pramugara diminta untuk melayani para penumpang dengan memberikan kompensasi berupa makanan. Sambil melayani penumpang mulai dari memberi minuman atau camilan, rekan kerja suster indigo tadi selalu saja menatap dengan wajah ketakutan ke arah Royco.


"Kamu lihat apa sih?" tanya rekannya seraya berbisik.


"Gadis itu yang pakai sweater hitam. Dia bawa makhluk gaib di belakangnya. Ada kakek yang seluruh badannya gosong semua," ucap Tokai yang menjawab dengan berbisik juga.


Betapa terkejutnya rekan kerjanya kala temannya itu menyebut bahwa makhluk gaib itu sangat menyeramkan. Tak lama kemudian setelah sepuluh menit mengalami keterlambatan, pesawat tersebut akhirnya lepas landas. 


Di dalam pesawat, suasana mencekam makin dirasakan. 


...**** Bersambung ****...

__ADS_1


__ADS_2