
Seminggu berlalu, Ria dan Arga memutuskan untuk menikah muda. Padahal Arya sudah melamar Anta terlebih dahulu untuk menikah. Akan tetapi, Anan belum mengizinkan karena putrinya belum lulus kuliah.
Anta dan Ria sedang bersiap menuju ke butik milik teman uminya Arga untuk mencoba gaun pernikahan dan seragam pengiring pengantin.
"Butiknya yang ini, Ria?" tanya Anta.
"Iya."
Dua gadis itu lalu turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam Butik Gerai Pernikahan Indah.
"Selamat siang, bisa saya bantu?" tanya seorang gadis penjaga butik tersebut.
"Siang, aku tadi udah janjian sama Tante Suzana. Kamu bilang aja Ria mantunya Ummi Laila," ucap Ria.
"Baik, Mbak. Silakan duduk dulu." Gadis penjaga itu masuk ke sebuah ruangan dan membawa Ria dan Anta duduk di ruang tunggu.
"Para pria mana sih, katanya mau nyusul buat ikut fitting?" Ria lalu menghubungi Arga melalui ponselnya.
"Tadi bukannya si Arga kamu suruh beli siomay, iya kan?" tanya Anta.
"Oh iya, aku sampai lupa. Hehe maklum bawain bayi."
"Astagfirullah! Kamu bilang apa, Ria? Duh, kamu itu ... masa … aaahhhhh." Anta sampai meraba perut Ria untuk menelitinya dengan saksama.
"Hahaha, menurut kamu gimana?" goda Ria dengan senyuman puas.
"Ria, ini nggak bener kan? Masa kamu udah duluan sih sama Arga? Duh, Anta kecewa nih."
"Hahaha, ya nggak mungkin lah, Nta! Aku tuh cuma becanda. Aku berani sumpah kalau aku asli masih ting-ting."
"Syukurlah." Anta sampai mengelus dadanya lega.
Arya dan Raja yang satu mobil tiba di butik tersebut. Mereka langsung memasuki tempat itu. Tak lama kemudian di belakangnya ada mobil Arga. Rupanya pemuda itu datang bersama adiknya.
Arga datang membawa sebungkus siomay dan di belakangnya ada sosok Angel yang tersenyum melambaikan tangan menyapa semuanya.
"Halo, Kak Anta! Aku kangen banget sama kamu!" Angel langsung memeluk Anta dengan erat.
Raja yang terkejut dengan keberadaan Angel, langsung bersembunyi di salah satu fitting room.
"Nah, pas banget ini. Para groomsmen, dan Bridesmaids sudah pada hadir di sini," ucap Ria.
"Angel apa kabar?" tanya Anta.
__ADS_1
"Kabar aku baik, Kak. Raja mana? Katanya Bang Arga ada Raja di sini yang ikutan jadi groomsmen, ke mana dia?" tanya Angel.
"Tadi sih ada di sini."
"Hai semuanya! Jumpa lagi dengan Tante Malika si kedelai hitam di sini!" sapa wanita berkulit gelap yang terlihat sangat modis dengan dress warna hijau stabilo selutut. Warna yang sangat kontras dengan warna kulitnya.
"Hai, Tante! Duh, makin kece badai aja nih," ucap Ria ditambah anggukan kepala dari Anta.
"Aih, kamu bisa aja. Oke gini ya Ria, gaun kamu kan ada tiga pilihan tuh, nah kamu cobain gih yang mana yang cocok. Lalu, pengantin prianya ikut mbak Sinta ya buat fitting."
"Terus Anta ngapain, dong?" tanyanya.
"Kamu sama yang lain fitting seragam," jawab Tante Malika.
Arya berhasil menemukan Raja. Dia membawa pemuda itu keluar dari ruangan sempit tersebut.
"Ayo, kita coba seragam!" ajak Arya.
"Hai, Ja!" Angel berusaha menyapa Raja tetapi Arya tahu kalau Raja ingin menghindari makanya dia menghalangi.
"Angel, kamu ikut kita fitting seragam cewek ke arah sini!" Anta menarik tangan Angel ke ruangan yang sama.
Tak berapa lama kemudian, para calon pengantin sudah siap dengan pakaian yang akan mereka kenakan.
"Ah, Anta bisa aja. Aku jadi malu." Arga sampai salah tingkah dibuat Anta.
"Ga, elu mau jadi pengantin sama Ria. Jangan sampai elu masih baper sama calon istri gue," ancam Arya seraya merangkul bahu Arga penuh ancaman.
"Biasa aja kali, Ya!" gerutu Arga.
Angel membuka tirai dan memperlihatkan Ria yang mengenakan kebaya brokat putih berlengan sesiku dengan kerah berbentuk V. Pakaian kebaya itu penuh dengan payet dan hiasan bunga yang cantik sekali. Ditambah dengan bawahan kain jarik.
"Gimana, aku cantik kan?" tanya Ria penuh rona kebahagiaan di wajahnya kala itu.
Arga sampai menatap gadisnya tak berkedip.
"Ga, woy sadar woy! Tuh iler luh hampir ngeces saking mangapnya." Arya menoyor kepala belakang Arga menyadarkan pemuda yang melongo terpana melihat Ria kala itu.
"Sumpah cantik banget Ria. Duh, kenapa musti nunggu dua minggu lagi sih buat nikah? Kenapa nggak besok aja sih?" gumam Arga.
"Hahaha otak luh mesum banget, Ga! Lu, udah ngebet ya pengen kawin!" Arya tertawa dengan puas kala berhasil melihat Arga yang langsung kesal karenanya.
"Aku juga udah nggak sabar kok," sahut Ria.
__ADS_1
"Coba yang itu, Nta, yang warna broken white itu," pinta Ria yang ingin melihat sahabatnya mengenakan gaun pengantin yang dia inginkan.
Ria memohon pada Anta untuk ikut mencoba gaun pengantin itu. Awalnya gadis itu menggeleng tetapi tatapan tajam Ria sukses membuat nyalinya ciut juga dan akhirnya menurut.
"Mau coba yang ini?" tanya Tante Malika pada Anta.
"Iya, Tante."
Tante Malika lalu menyerahkan gaun itu pada Anta. Namun, saat gadis itu menyentuh gaun pengantin tersebut, dirinya langsung tersentak dan tak sadarkan diri kemudian.
Anta memasuki dimensi waktu karena pemilik gaun pengantin itu menginginkan Anta untuk mengetahui masa lalu si pemilik gaun yang ternyata sudah meninggal satu bulan yang lalu.
Sebelum hari pernikahan, sang calon suami bernama Ferdi hanya menghabiskan waktu dua bulan untuk menjalin hubungan dengan pemilik gaun bernama Tiara. Ferdi berhasil meyakinkan Tiara, bahwa dia adalah seorang pria yang sanggup menjaganya hingga ajal menjemput.
Setelah berhasil mencuri hati Tiara yang sudah menjadi pujaan sejak di bangku SMA, Ferdi datang bersama keluarganya untuk melamar Tiara. Akhirnya lamaran tersebut diterima. Ferdi dan Tiara lalu segera melaksanakan pesta pernikahan sederhana sebagaimana kemampuan keuangan sang mempelai pria saat itu.
Tidak perlu mewah, asalkan momen berharga tersebut dapat dikenang oleh orang-orang terkasih. Karena Ferdi adalah seorang pendatang baru di kampung halaman Tiara tersebut, sehingga tidak banyak orang yang mengenalnya. Hanya keluarga inti Ferdi yang hadir di pesta pernikahan kala itu.
Hari pernikahan pun tiba, Tiara masuk menggunakan gaun indah berwarna broken white yang cantik dan indah itu.
Pasalnya, gaun tersebut sangat berarti dalam hidup Tiara. Sebab, sudah banyak uang yang Ferdi habiskan untuk membeli balutan gaun pengantin berkilau tersebut.
Janji suci pun lancar Ferdi ucapkan dengan lantang. Setelah itu Ferdi ingin mencium kening Tiara kala itu. Dia begitu
terpesona memperhatikan senyum tipis pada bibir merah Tiara. Mendadak senyuman itu berubah menjadi menyeramkan dan seluruh bola matanya menjadi putih.
Ferdi sangat terkejut melihat hal tersebut. Dia sampai mengambil langkah ke belakang menjauhi Tiara dengan cepat. Sosok wanita yang berada di depan Ferdi sangat menyeramkan.
Paras cantik Tiara mendadak berubah menjadi sosok hantu yang pucat. Seperti sebuah firasat atau petunjuk, kejadian buruk terjadi pada Tiara. Saat sedang asik menyelenggarakan pesta di taman, seorang pengemudi yang mabuk menerobos masuk ke pesta dan menabrak Tiara hingga meninggal dunia.
Gaun milik Tiara lalu dijual oleh sang adik ke butik milik Tante Malika tersebut. Tiara mendekati Anta dan berusaha ingin mencekik Anta kala itu. Tiara masih menggunakan gaun putih yang bersimbah darah.
"Kembalikan gaunku! Kembalikan gaunku!" Tiara terus berteriak sampai Raja berhasil menolong sang kakak. Dia berhasil memasuki dimensi waktu yang sama dengan sang kakak. Raja menjambak hantu perempuan tersebut.
"Pergi dari kakakku!" seru Raja.
"Kembalikan gaunku!" seru hantu pengantin tersebut.
"Baik, kami akan kembalikan gaun kamu tapi lepaskan kakakku dan jangan pernah ganggu butik ini lagi!" pinta Raja.
Hantu wanita itu lalu pergi menghilang. Raja dan Anta kembali ke masa kini.
"Kalian nggak apa-apa?" Tante Malika terlihat panik.
__ADS_1
...*** Bersambung ***...