Pasangan Indigo

Pasangan Indigo
78. Fitting


__ADS_3

Bab 78 PI


"Paling ke toilet," sahut Arya.


"Itu si Raja!" tunjuk Arga.


Anta dan yang lainnya menoleh. Rupanya, Raja sedang fokus melihat sosok laki-laki sedang membawa sesuatu di kedua tangannya. Pria tak memiliki kepala. Sosok semakin dekat dan semakin jelas di mata Raja.


"Aku butuh kepalamu!" pekiknya.


Raja jadi sadar kalau pria itu benar-benar tak mempunyai kepala. Di kedua tangannya yang sedari tadi dia pikir adalah sebuah kelapa, malah ternyata kepala pria itu sendiri. Wajah sosok itu sendiri tersenyum menyeringai ke arah Raja.


"Aku butuh kepalamu!" seru pria itu.


"Raja, awas!"


Anta berhasil menarik adiknya sampai terjatuh menimpa tubuh Arya yang ikut berlari mengejar.


Anta harus melakukannya demi menolong Raja agar terhindar dari bus yang melintas.


"Maaf ya, Ya," ucap Anta karena menindih tubuh kekasihnya.


Anta lalu berdiri sambil menepuk tubuhnya dan membersihkan pakaiannya dari debu. Arga dan Ria ikut menghampiri dengan panik.


"Ga, bantuin gue, dong! Tolong angkat badannya Raja, berat nih!" pinta Arya dengan suara mengerang tertindih tubuhnya Raja yang diam saja termangu sedari tadi.


Arga langsung menghampiri dan membantu Arya menarik tangan Raja agar bangkit dari atas tubuhnya Arya.


"Kamu tuh kenapa sih, Ja? Kamu bengong di tengah jalan tau!" seru Anta yang terdengar cemas sambil memeluk adik tercintanya.


Tubuh Raja masih terasa gemetar.


"Kak Anta nggak liat ada bapak-bapak yang bawa kepala tadi ada di sini? Kalian nggak pada liat, gitu?" tanya Raja.


"Masa sih, Ja? Kita nggak lihat apa-apa. Lagian tadi tuh kamu hampir celaka tau!" ucap Anta.


"Tapi aku lihat setan bapak-bapak itu, Kak. Dia mau minta kepala aku," sahut Raja.


Anta masih tak mengerti.

__ADS_1


"Aku ngerasa muka dia tuh mirip seseorang, Kak," sahut Raja.


"Udah yuk, mending kita makan dulu. Kok, kayaknya jadi tambah horor gini," ucap Ria memutus pembicaraan seram itu.


"Iya, mending kita makan dulu!" ajak Arga menambahkan.


Akhirnya Anta menarik Raja untuk masuk ke dalam restoran. Gadis itu langsung memesan teh manis hangat untuk Raja. Pemuda itu masih terlihat shock.


"Nih, minum dulu tehnya!" pinta Anta pada Raja. Pemuda itu langsung menurut.


Satu meja penuh berisi aneka makanan khas padang tertata dengan rapi. Ada rendang daging sapi, sayur kepala ikan kakap, ayam bakar, ayam goreng, sambal hijau, kentang dan telur balado, serta aneka kuah lainnya.


"Udah kamu tenang aja, Ja. Lupain masalah tadi. Kalau pun ada yang berani ganggu kamu, kan ada Shincan yang jagain kamu," ucap Anta sambil menepuk punggung Raja.


"Terus, si Shincan mana sekarang?" tanya Arya menyusul yang lain duduk di meja yang sudah Arga pesan.


"Waduh, iya juga, ya. Apa Shincan ketinggalan, Ja?" tanya Anta.


"Mungkin ketiduran terus ada di mobil," sahut Raja Akhirnya mulai tenang.


"Dih, penjaga apaan kalau sering ketiduran gitu," cibir Arya.


"Udah deh, sekarang pada makan aja yang lahap. Oh iya, semua makanan di meja ini harus habis, ya. Sayang soalnya udah kehitung semua dan bayar semua satu meja, eh taunya nggaj habis," ucap Arga.


"Bener, tuh. Rugi kan jadinya." Ria mengangguk menanggapi.


"Wuih, mau kaya raya pemilik restoran ini kalau caranya begitu," cibir Arya.


"Hus, biarin aja sih, Ya. Ada Anta kan di sini. Ada Raja juga karena kami pelahap sejati, hehehe. Tenang aja, Ga, nanti semua makanan di meja ini bakalan habis, jadi nggak ada yang terbuang mubazir," kata Anta penuh keyakinan.


"Hmmm, percaya deh percaya. Dari dulu kan kamu emang doyan makan," sahut Ria.


Semuanya terkekeh lalu menyantap makanan masakan padang tersebut dengan lahap.


...***...


Sore hari di rumah besar Herdi dan Tasya. Ibu Fatimah memenuhi janjinya untuk datang ke rumah Tasya. Wanita itu membawa tiga pilihan gaun yang bisa Anta pilih.


"Nah, kamu cobain dulu ya, yang mana kira-kira yang akan ocok sama kamu," ucap Ibu Fatimah pada Anta.

__ADS_1


"Anta harus coba semuanya, Bu?" tanya gadis itu.


"Tentu saja, biar bisa lihat cocok yang mana. Terus ini calon pengantin prianya, silakan coba aja jas jas ini," pinta Bu Fatimah pada Arya. Pemuda itu mengangguk.


Tak lama kemudian, setelah Anta mencoba salah satu gaun, gadis itu ke luar dan menunjukkan pada semua yang ada di sana. Arya juga keluar dari kamar dan sudah berganti pakaian juga dengan jas yang terlihat membuatnya semakin tampan.


Anta berputar-putar saat mengenakan gaun pengantin berlengan sampai siku dengan kerah berbentuk V berwarna putih penuh. Gaun itu dihias dengan payet dan hiasan bunga yang cantik.


"Gimana, aku cantik nggak, Bunda?" tanya Anta penuh rona malu di wajahnya kala itu.


"Cantik banget anak Bunda. Duh, Bunda harus mengabadikan gambar kamu dulu, nih," sahut Dita yang langsung meraih ponselnya.


Sementara itu, Arya masih terpana menatap perubahan drastis pada gadisnya. Anta terlihat sangat cantik dan mempesona meskipun belum diberi make up. Arya sampai tak sadar dan tak berkedip menatap gadis itu.


"Gimana penampilan Anta?" tanya Anta pada Arya.


Arya tak menjawab karena masih termangu takjub melihat penampilan Anta.


"Hahaha … biasa aja dong liatnya!" Raja meraup wajah Arya. Apalagi mulut calon kakak iparnya itu menganga.


"Sompret luh, Ja! Tangan lu asin tau!" keluh Arya.


"Gimana, Ya?" tanya Anta lagi.


"Cantik banget sumpah! Aku berasa lagi lihat bidadari surga," puji Arya sampai membuat Anta tersipu.


"Arya bikin Anta ge er aja. Ummm … Anta coba gaun yang satunya lagi, deh," ucap Anta.


Setelah gadis itu selesai berganti pakaian dengan gaun pengantin yang baru ia kenakan itu, Anta kembali keluar dari kamar dan berputar-putar di hadapan semuanya.


Gaun sederhana berpotongan open bateau neckline dan bentuk off shoulder berwarna putih ini menghadirkan kesan timeless elegance dengan sentuhan modern. Menggunakan bonded silk caddy dari Eropa, dan triple silk organza sebagai bahan dari underskirt, gaun pengantin ini membentuk lekuk pinggang, menonjolkan bagian bahu dan lengan tiga perempatnya membawakan kesan modern. Dilengkapi dengan kerudung berbahan silk tulle sepanjang lima meter, kerudung ini didesain dengan tema bunga.


Kali ini, Arya yang sudah dengan posisi duduk itu menjatuhkan sikunya dari sisi kursi karena terpana dan melongo dengan kecantikan gadis di hadapannya kala itu.


"Wah, cantik banget!" Tasya yang dari arah dapur membawa beberapa gelas jus dan cemilan itu berseru tak kalah memuji sampai menyentak Arya seketika.


"Iya, cantik banget. Jadi nggak sabar buat unboxing," lirih Arya.


Semua mata menoleh ke arah Arya.

__ADS_1


...*** Bersambung ***...


__ADS_2