Pasangan Indigo

Pasangan Indigo
56. Makan Malam Bersama di Kedai


__ADS_3

Malam itu, Ken dan Royco menginap di rumah Anan. Royco sangat menyukai Dira dan Adam. Mereka bermain bersama dengan pocong yang bernama Doni. Awalnya Royco takut, tetapi Dira dan Adam membuat Royco untuk berani terhadap makhluk astral. Tentunya Royco berkomunikasi menggunakan suara Google translate.


"Kita keluar, yuk! Makan di kedai nasi goreng langganan," ajak Arya.


"Ide yang bagus. Anta juga laper, nih. Anta ajak Ria sama Arga buat datang, ya." Gadis itu meraih ponselnya untuk menghubungi Ria. 


Selain Dita dan Anan yang memilih untuk bulan madu di rumah, Raja juga memilih untuk pergi ke studio latihan band bersama teman-temannya. Pocong Doni ikut serta menemani Raja. Sementara itu, Dira dan Adam mengikuti kakaknya ke sebuah kedai menemani para tamu dari Jepang itu.


Anta dan Arya membawa Ken dan Royco tiba di sebuah kedai yang menjual nasi goreng. Rasa lezat yang disajikan dalam sepiring nasi goreng lengkap dengan telur, sayuran, dan acar itu sangat digemari masyarakat sekitar Komplek Asri.


"Hai, Guys!" Arga datang bersama Ria. 


Ria akhirnya mengenalkan Ken pada Arga. Padahal, jauh di lubuk hati Ria, dia rindu pada Ken. Akan tetapi, pria itu tampak biasa saja. 


"Dion ke mana? Apa dia tidak ikut ke sini?" tanya Ken.


"Jangan, deh. Malas banget kalau ada dia di sini," sahut Arya.


"Arya nggak boleh gitu." Anta menegurnya. 


"Lagian juga Dion lagi di Bandung. Dia mau ajak Raja colabs malah," cetus Ria.


"Oh, begitu. Apa Bandung jauh?" tanya Ken.


"Lumayan jauh. Dua atau tiga jam dari sini. Kok, kamu kayaknya pengen banget ketemu Dion?" selidik Ria.


"Saya kan hanya rindu. Memangnya tidak boleh rindu dengan teman sendiri," sahut Ken.


"Boleh, sih." Ria tampak meragu.


"Aku pesen makanan dulu, ya?" Arga bangkit lalu menarik tangan Arya untuk ikut serta.


Ria menatap ke arah Anta sekilas. Lalu, dia kembali lagi menatap Ken. Ria mengirimkan pesan whatsapp ke ponsel Anta. 


[Kok, aneh. Kenapa Ken nanyain Dion dan bilang rindu. Kamu terawang Ken, gih]


Anta menoleh pada Ria dan menahan tawa. Gadis itu lalu membalas pesan di gawainya.


[Dia bukan hantu. Mau ngapain diterawang haha]


Ria mengerucutkan bibirnya. Anta menuruti perintah Ria. Dia sengaja menyentuh tangan Ken dan berbohong kalau dia suka dengan jam tangan Ken. Anta memasuki dimensi waktu milik Ken. Sempat terperanjat karena Ken datang ke klub guy di Tokyo. 

__ADS_1


Sejak pergi dari Pulau Ju dan dipindahkan ke Tokyo, sepertinya Ken terpengaruh oleh komunitas menyimpang di sana. Patah hati dua kali dan trauma dengan para mantannya yang meninggal tragis, dia memilih untuk bergabung dengan komunitas tersebut.


Namun, Ken tetap bertanggung jawab mengunjungi Royco. Bahkan mendapat izin untuk membawa anak itu liburan ke Indonesia. Anta meletakkan kembali tangan Ken setelah Arya salah paham dengan menatapnya tajam. 


Anta segera mengirimkan pesan pada Arya agar tidak salah paham. Dia juga menjelaskan dengan pesan singkat dan padat mengenai penglihatannya tentang Ken. Hal itu sukses membuat Arya tertawa. 


Seorang pria yang menggunakan kaca mata menghampiri Arya.


"Eh, ada Arya! Suka beli nasgor di sini juga?" Herman menyapa Arya.


"Eh, ada Pak Herman. Iya, saya suka makan di sini juga. Alvin mana, Pak?" tanya Arya.


"Ada di mobil sama calon istri saya," tuturnya.


"Calon istri?" 


"Iya, tuh ada di dalam mobil. Doakan saya, ya. Saya mau nikah bulan depan sama Vivi." Herman menunjuk ke arah Vivi yang ada di mobil bersama Alvin. Arya menelisik ke arah Vivi. Tatapannya penuh curiga karena merasa tanah kuburan Bu Siti masih basah. Bisa-bisanya Pak Herman cepat membuka hati dan ingin menikah lagi dalam waktu dekat.


"Itu siapa?" tanya Herman menunjuk ke arah Ken dan Royco.


"Itu tamu saya dari Jepang. Kawan lama," sahut Arya.


Arya dan Arga lantas kembali ke meja mereka. Sementara Herman pamit setelah pesanan nasi goreng yang dia bungkus telah selesai. Arya lantas menceritakan berita tentang Pak Herman yang ingin menikah lagi dalam waktu dekat.


...***...


"Elu antar Ria pulang ke apartemen, ya?" tanya Arya pada Arga saat menuju parkiran mobil Arga.


"Iya, emang gue anterin dia pulang lah. Emang kenapa? Gue kan pacarnya. Eh, calon suaminya." Arga mencibir Arya.


"Wah, sue luh! Gue juga sebentar lagi mau ngelamar Anta."


"Hmmm … masih lama. Duluan juga gue. Liat nih, bentar lagi gue nikah sama Ria." 


"Songong! Terus sekarang elu mau anter Ria pulang terus mau test drive, ya?" Arya terkekeh.


"Sompret! Elu pikir kita semurah itu! Habis dia sampai di apartemen, gue pulang lah!" seru Arga.


"Ini ngomongin apaan, sih? Ayuk, calon suami, kita tinggalkan pria ini," ucap Ria.


"Huuuuu … norak! Bentar lagi juga gue nikah sama Anta." Arya bersungut-sungut seraya menatap Ria tajam.

__ADS_1


"Wleeek!" Ria menjulurkan lidah memasuki mobil Arga. 


"Kalian semua mau gue antar pulang, nggak?" tanya Arga.


"Nggak usah, Ga. Kita sengaja ajak mereka jalan kaki karena dekat. Biar jalan-jalan juga," sahut Anta.


"Halah, bilang aja Kak Anta mau liat ada tukang siomay yang deket taman apa nggak, iya kan?" tuding Adam.


"Hush, jangan kenceng-kenceng. Kak Anta malu sama Royco sama Ken, hehehe." Anta langsung membekap mulut adiknya.


"Udah naik aja yuk, Kak. Dira capek, nih," Keluh anak itu dengan bahasa cadelnya. 


Arya menyenggol lengan Anta dengan sikunya lalu berbisik, "Kasian Ken sama Royco, tadi kita ke sini jalan mereka lumayan capek."


"Hmmm … oke deh." 


Mereka lalu naik ke dalam mobil Pajero hitam milik Arga.


"Oke, Mas, sesuai aplikasi, ya." Arya meledek Arga.


"Sompret, elu pikir gue kayak driver online gitu sesuai aplikasi, ya," sahut Arga.


"Garing banget ih pacarnya Kak Anta," celetuk Adam.


"Astaga ini bocah mulutnya lebih nyanyi dari si Raja." Arya memiting kepala Adam. Hal itu sukses membuat Dira dan Royco tertawa.


Namun, saat mobil Arga mulai melaju, Royco yang duduk di kursi paling belakang dengan Dira dan Ken, tersentak akan sesuatu yang membuatnya berteriak. Pandangan Anta dan yang lainnya langsung menoleh ke arah belakang. 


Mereka melihat sosok hantu perempuan berwajah pucat menempel di kaca belakang mobil Arga. Lingkaran hitam terlihat di sekeliling mata hantu itu bak mata panda.


"Dia mau ngapain?" tanya Arya.


"Tau tuh. Ini si Mbaknya pasti kebanyakan begadang, ya?" celetuh Anta.


"Kalian lihat apa, sih?" tanya Ken tak mengerti.


Anta lalu meraih tangan Ken. Dia memperlihatkan sosok hantu wanita di kaca belakang mobil tersebut. Hantu wanita itu langsung melotot penuh ancaman ke arah Ken.


"Huaaaaaaaa." Ken langsung berteriak.


...*** Bersambung ***...

__ADS_1


__ADS_2