
...💕 Happy reading 💕...
PoV Adnan Januzaj
"Amanda berjanjilah nanti kalau kita sudah dewasa, kamu jadi pasangan hidup Kakak ya, Kakak ingin selalu ada untukmu, menemani dan melindungimu."
"Iya Kak, Kakak jangan lupakan Amanda ya, walaupun kita sudah berpisah, Amanda pasti rindu Kakak."
"Iya, janji ....simpanlah kalung ini, ini kalung pemberian orangtua Kakak, Ibu menyuruh kakak menyimpannya sebelum Ibu meninggal, sekarang Kakak berikan untukmu, jaga baik-baik ya."
"Iya Kak." Amanda menangis sesenggukan tanpa henti, sampai orangtua yang mengadopsi menjemputku, ia terlihat sangat sedih, bukan hanya dia tapi Aku juga merasakan kesedihan yang sama. Namun, sebagai anak panti kita tidak boleh menolak seseorang yang berniat menjadi orang tua asuh dan harus bersedia tinggal bersama mereka.
Dua puluh tahun kemudian ....
Aku baru kembali ke Indonesia setelah sekian lama, walaupun umurku sudah berkepala tiga, tidak ada niatan untuk menikah karena Aku selalu mengingat janjiku pada Amanda, meskipun banyak wanita yang mendekatiku tapi selalu saja terngiang janji yang Aku ucapkan.
Sesaat setelah sampai Indonesia, Aku menuju kesebuah rumah sakit untuk menghadiri rapat bersama management rumah sakit tersebut, perusahaanku bergerak di bidang penyediaan alat-alat kesehatan rumah sakit dibeberapa negara. Aku mengelola semua aset milik sebuah keluarga yang mengangkatku sebagai anak, mungkin nasib baik berpihak padaku, seorang anak yatim-piatu bisa sukses seperti sekarang.
Melangkahkan kaki menuju kantin rumah sakit, netraku tertuju pada seorang wanita yang memakai kalung berliontin huruf A, kalung yang dulu Aku berikan ke seseorang yang selama ini menghuni hatiku, seseorang yang akan Aku perjuangkan dia adalah Amanda.
"Maaf jika Aku mengatakannya disaat kondisimu seperti ini, disaat anakmu berjuang dimeja operasi, asal kau tahu Aku bukan tipe pria yang berbelit-belit Amanda, pertimbangkanlah pernikahan kita jika memang kamu menyetujui ikut denganku ke Australia, merajut kebahagiaan dan melupakan kesedihanmu, pikir kan itu! kakak serius dengan ucapan Kakak." Aku langsung mengucapkan niat menjalin hubungan yang serius dengannya saat pertama kali bertemu kembali, meskipun ia tidak menjawab keinginanku tapi Aku tidak menyerah. Ada rasa kecewa sebenarnya saat kuketahui ia telah menikah dan melupakan janji yang waktu itu Aku ucapkan agar ia setia menunggu agar Aku bisa menjadikan dia pasangan hidupku, tapi alasannya masuk akal juga "janji seorang anak kecil mana bisa dipercayai?" Ada benarnya juga yang dikatakan Amanda, karena ia tidak tahu kesungguhan ucapanku.
Setelah pertemuan dirumah sakit, setiap hari kami melakukan komunikasi menggunakan aplikasi hijau diponselku, beberapa Minggu kemudian, Aku mendatangi rumahnya dan mengucapkan niat untuk melamar Amanda menjadi istriku. Namun, Aku mendapatkan penolakan dari Abi dengan alasan agar Amanda melanjutkan pendidikan kedokteran yang terhenti, dan Aku harus bersabar menunggu Amanda empat tahun agar bisa menikah dengannya.
Setelah Amanda menamatkan pendidikannya dan sudah berprofesi sebagai dokter, aku dengan kepercayaan diri datang untuk kedua kalinya melamar Amanda, bersyukur Amanda menerima aku menjadi calon suaminya. Kulihat seorang pria bernama Rama yang dipanggil dengan sebutan Papa oleh Atma, cemburu? Tentu saja, mereka terlihat sangat dekat. Aku melihat beberapa kali Rama mencuri pandang calon istriku, bagaimanapun aku seorang pria yang pasti mengetahui tatapan Rama yang tidak biasa, tatapan penuh cinta untuk calon istriku. Namun, aku tidak terlalu memikirkannya karena nyatanya Amanda menerimaku menjadi calon suaminya.
Dua Minggu berada di Indonesia, Aku mengisi waktu untuk lebih dekat dengan Atma, karena ia akan menjadi anakku. Atma anak yang pintar dan juga tampan, mungkin ketampanannya diturunkan oleh Papa kandungnya, yang mengenal Atma pasti langsung menyayanginya. Namun, Aku merasa Atma kurang setuju jika Aku yang menjadi Papa sambung untuknya, ia selalu menyebut nama Rama dan menceritakan Rama ketika kami bermain, tapi itu tidak membuat Aku menyerah menaklukkan hatinya, Aku yakin Atma akan menerimaku cepat atau lambat, itu hanya persoalan waktu.
Suatu hari Aku dibuat kecewa oleh Amanda, ia tidak bisa mengantar kepergianku kembali ke Australia dengan alasan merawat Rama yang sedang sakit, tapi tidak membuat Aku marah padanya karena ia terlihat menyesal dengan sikapnya itu, Aku tidak berpikir negatif terhadap Amanda karena Rama yang Aku ketahui sudah mempunyai calon istri, jadi tidak mungkin 'kan Rama dan Amanda memiliki hubungan? Aku mengirimkan sebuah pesan padanya ....
"Jangan merasa bersalah karena tidak bisa mengantarku kemarin, Aku hanya berharap kamu menjaga kepercayaanku selama Aku tidak berada disisimu, yang selalu mencintaimu, Adnan Januzaj."
Sudah seminggu Aku, Amanda dan Atma berlibur di Australia, mereka tinggal di rumah orang tuaku, Mommy dan Daddy menerima dengan tangan terbuka, bahkan Daddy menginginkan Amanda dan Atma menetap di Australia setelah kami menikah. Selama di Australia Atma tidak berhenti mengingat Rama, Aku tidak marah pada Atma atas ucapannya tapi membuat hatiku terasa panas dan cemburu terhadap Rama, rasanya Aku ingin mengulang waktu, jika saja Aku tetap bersikukuh menikahi Amanda saat Atma masih bayi dan tidak meninggalkan ia dan Atma di Indonesia, pasti saat ini Aku yang berada diposisi Rama, disayangi oleh Atma.
Kami benar-benar menikmati liburan selama berada di Australia. Namun, malam itu setelah berkeliling kota Perth, Atma mengalami demam tinggi yang membuat kami semua panik, dalam tidurnya Atma selalu menyebut nama Rama, sepertinya ia sangat merindukan Rama.
"Sebegitu dekatkah Atma dengan Rama?" Tanyaku pada Amanda
"Iya Kak, dari Atma bayi, Mas Rama selalu bermain dengannya setiap hari, mereka saling ketergantungan satu sama lain, tapi Atma berusaha jauh dari Mas Rama karena Tasya calon istri Mas Rama merasa keberatan dengan keberadaan kami di sisi mereka."
"Apakah Aku bisa menggantikan sosok Rama di hati Atma?"
__ADS_1
"Jangan pesimis Kak, lambat laun Atma pasti bisa menerimamu sebagai Papa sambung untuknya." jawab Amanda tersenyum hangat. Namun, Aku bisa merasakan kekhawatiran yang sedang ia rasakan bahkan keraguan.
"Bagaimana jika tetap tidak bisa menerimaku?"
"Kita akan berusaha bersama Kak."
"Kakak minta kamu jawab dengan jujur Amanda!"
"Apa yang ingin Kak Janu tanyakan? Memang selama ini Amanda suka berbohong sehingga diharuskan menjawab jujur, ckkk ..." Protes Amanda.
"Apa kamu mencintai Rama? Merindukan Rama seperti halnya Atma?" Kulihat raut wajah Amanda berubah, sepertinya ia kaget dengan ucapanku, kulihat ia mengambil nafas dalam sebelum menjawab pertanyaanku.
"Amanda baru menyadari cinta pada Mas Rama setelah kami terpisah jarak, hampir lima tahun bersama setiap hari menimbulkan rasa itu Kak, Aku tidak akan mengingkari kalau nyatanya ada cinta untuk Mas Rama. Tapi Aku tidak akan menyia-nyiakan cinta yang Kak Janu berikan untukku selama ini, Aku sangat menyayangi dan menghargai Kakak jadi tidak akan sulit untukku bisa mencintaimu Kak, percayalah pada Amanda!" Ucap Amanda penuh kelembutan, akupun mengangguk dan tersenyum kearahnya.
"Dan Kakak selalu ingin menjadi bintang dan bulan yang berada di angkasa menerangi malam, malam diibaratkan kesedihanku saat itu dan menjadikan Aku bumi yang selalu ingin Kakak berikan cahaya kala malam." Amanda menundukkan kepalanya menyembunyikan raut wajahnya yang memerah.
"Dulu dan sekarang Aku akan tetap menjadikan kamu bulan, bintang dikala malam serta bumi yang akan selalu menjadi pijakan untuk kita, jadi .... Saat kamu merindukan Aku nanti cukup lihatlah bulan, bintang." Aku menunjuk ke langit angkasa, "Adnan Januzaj ada disana melihat dan menemanimu dalam pijakan bumi yang sama."
"Kenapa bicara seperti itu? Kakak marah dan berniat membatalkan pernikahan kita setelah mengetahui ada cinta untuk Rama dihatiku?" Ucap Amanda terlihat sendu
"Bu-bukan itu, kamu salah paham Amanda." Aku panik melihat Amanda meneteskan air mata.
"Bohong .... Kakak marah padaku dan berniat membatalkan pernikahan kita empat hari lagi, iya 'kan?"
__ADS_1
"Aku nggak marah Amanda, Aku nggak bakalan buat kamu terluka dengan membatalkan pernikahan, Aku janji saat itu kamu akan jadi pengantin paling cantik, Aku janji kamu akan menjadi isteri untuk lelaki yang beruntung, percayalah!!!" Aku memeluk Amanda yang masih menangis, dia tidak berubah dibalik ketegarannya, ia tidak akan bisa menyembunyikan air matanya, tetap cengeng seperti dulu, seketika Aku tersenyum mengingat masa-masa indah kami saat bersama.
Pagi ini kami sudah kembali ke Indonesia, Atma sudah tidak mengalami demam, liburan kami telah usai. Pernikahan Aku dan Amanda akan dilakukan tiga hari lagi, semua urusan pernikahan sudah selesai, tapi ada satu masalah yang harus aku selesaikan dengan seorang pria bernama Rama. Rama tidak lepas dari pengawasanku selama ini, Aku menyewa beberapa orang untuk memberikan informasi tentang Rama, Aku sudah mengetahui kegagalan pernikahannya dari orang yang kusewa. Hari ini Aku berencana menemuinya di Bandung tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Amanda.
Saat ini Aku sudah berada disebuah perusahaan properti yang Rama kelola, sesuai peraturan perusahaan ini, tamu tidak boleh bertemu dengan pemilik perusahaan jika tidak ada janji, aku tidak peduli dan memaksa untuk bertemu, akhirnya aku dipersilahkan untuk masuk menemuinya di ruangan,
Tok ...tok ... tok
"Masuk."
"Apa kabar? Apa kau mengenalku?" Ucapku tegas dan singkat, dia mendongakkan kepala untuk melihat seseorang yang saat ini berada dihadapannya, dari raut wajah Rama terlihat terkejut dengan kedatanganku.b
"Adnan Januzaj?"
"Iya, syukurlah jika kau masih mengingatku"
"Silahkan duduk, apa yang membuatmu datang jauh-jauh untuk sekedar bertemu denganku?" Tanyanya
"Aku datang untuk memberikan ini" kuberikan undangan pernikahan yang sudah disiapkan sebelumnya "Aku hanya ingin memastikan kamu akan datang ke acara pernikahan kami"
"Kenapa Aku harus datang? Jika tidak datangpun bukan suatu masalah untukmu dan Amanda."
"Yakin kamu tidak berkeinginan untuk datang? Apa kamu tidak ingin melihat calon istriku untuk yang terakhir kalinya? Hmm?"
"Apa maksudmu?" Kulihat Rama sudah mulai menampakkan kekesalannya
"Asal kau tahu, Aku akan membawa Amanda dan Atma ke Australia setelah kami menikah, dan tidak akan pernah Aku mengijinkan mereka bertemu denganmu lagi."
"Kenapa kau melakukan itu, hahh? Apa maksudmu sebenarnya?"
"Karena Aku ingin menjauhkan kalian."
"Beraninya kau, arghhhh, sial ...." Ia mengeluarkan amarah dengan setengah berteriak dan menggebrak meja yang berada didekatnya.
"Apa kau benar-benar mencintai calon istriku?"
"Apa pedulimu? Nyatanya kamu lah yang akan menikah dengan Amanda, jadi tidak perlu bertanya perasaanku!!!"
"Baiklah, Aku tidak akan bertanya, hanya saja memastikan kamu akan datang kepernikahan kami, jika kamu tidak datang Aku akan menganggapmu pria pengecut. Ingat itu, PRIA PENGECUT!!!" Ucapku dengan penuh penekanan dan menyeringai kearahnya, sepertinya emosi Rama sudah terpancing, akupun pergi meninggalkan ruangan itu dengan penuh kemenangan....
*******
Tinggalkan jejak
Like, Komentar, dan vote
Setelah membaca part ini.
Terimakasih 😍
__ADS_1