
...Tinggalkan jejak...
...💕 Like dan komentar 💕...
Flashback On
Seorang pria datang ke rumah sakit berniat memberi kejutan pada Amanda atas kedatangannya, di area parkir rumah sakit ia melihat wajah Abi yang terlihat panik.
"Assalamualaikum, Abi ...."
"Wa'alaikumsalam Nak Janu, Alhamdulillah Abi bertemu denganmu." Abi memeluk Janu, yang membuat Janu bingung dengan apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi Abi? Kenapa panik seperti ini?"
"Amanda dan Atma diculik Denis, mereka di bawa ke apartemennya, Abi baru saja membaca pesan yang Amanda kirimkan, sedangkan Rama tidak bisa di hubungi." wajah terkejut nampak di wajah Janu, ia khawatir dengan keadaan orang yang ia sayangi. Dengan menggunakan ojek motor Janu dan Abi menuju apartemen Denis, ketika sampai apartemen, Janu tidak lupa melaporkan pada pihak keamanan agar ikut menyelamatkan Amanda, agar semua bisa di proses langsung ke jalur hukum.
Dengan amarah dan kekhawatiran, ia mendobrak pintu apartemen yang terkunci bersama beberapa orang pihak keamanan.
Brakkk ....
Setelah berhasil terbuka ia dikagetkan dengan kondisi Atma yang muntah serta Amanda yang tersungkur di ujung ruangan dengan darah yang mengalir di pelipisnya. Janu mengangkat Atma dan memberikan tubuh Atma pada Abi
"Abi selamatkan Atma, Amanda biar menjadi urusanku." ucap Janu, dengan segera Abi membawa Atma menuju rumah sakit agar mendapatkan pertolongan, ritme jantung Atma berdetak cepat, nafas tersenggal, disertai muntah. Kondisi yang sangat memprihatinkan.
Bughhhhh .... Bughhh .... Bughhhhh
Janu memberikan bogem mentah berkali-kali ke wajah Denis hingga wajah Denis terlihat memar dan sudut bibir berdarah.
"Brengsek ... beraninya kamu menyakiti Amanda dan Atma, belum puas kamu memberikan kesedihan untuk mereka, hahh? Pengecut ...." ucap Janu penuh emosi, saat ingin melayangkan bogem mentah kembali ke wajah Denis, tangannya di tahan oleh seorang petugas keamanan.
"Mas, biarkan kami yang menangani orang ini, polisi sebentar lagi akan tiba, sebaiknya mas bawa mbak ini ke rumah sakit khawatir terjadi apa-apa." petugas keamanan itu menyadarkan Janu yang saat ini tengah diselimuti oleh amarah.
"Jangan sentuh Amanda, jangan bawa dia kemanapun, Aku mencintainya, jangan jauhkan dia dariku." ucap Denis dengan penuh emosi meronta berusaha mendekati Amanda, yang saat ini tengah di angkat tubuhnya oleh Janu.
"Aku pastikan kamu akan mendapatkan hukuman yang setimpal, bila perlu membusuk di penjara, mengerti!!!" ucap Janu sebelum berlalu membawa tubuh Amanda ke luar ruangan apartemen menuju rumah sakit.
'bertahanlah Amanda, kami semua menyayangimu, ingat Atma yang selalu membutuhkanmu.' gumam Janu dalam hati.
Flashback off
♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Perlahan Amanda membuka mata, menyapu pandangan pada ruangan ini yang terlihat serba putih. Amanda merasakan sangat sakit pada bagian kepala, ketika menggerakkan tangan terdapat infusan yang menempel dipergelangan tangan kanan, seketika hatinya merasa cemas, tangan kirinya terasa digenggam oleh seseorang, dia menyanggah kepalanya diatas lengan tangan kanan sementara tangan kirinya sangat erat menggenggam tangan Amanda, dia seseorang yang telah menyelamatkannya, potongan peristiwa saat di apartemen berputar dalam ingatan otak, ketika mengingat semuanya, Amanda terperanjat berusaha menegakkan tubuh, mengingat bagaimana kondisi Atma saat ini.
"At-ma, At-ma, Kak ...." Amanda berucap lirih.
"Amanda, syukurlah kamu sudah sadar, Kakak sangat khawatir." Janu tak sadar memeluk Amanda erat.
"At-ma ... ahhh sakit." ketika bergerak ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian kepala.
"Jangan banyak bergerak Amanda, terjadi cedera otak karena benturan itu," Kak Janu membaringkan tubuh Amanda kembali. "sudah dua jam kamu tidak sadarkan diri. Ini minum sedikit." Ia menyuapkan air dengan sedotan.
"Aku ingin tahu keadaan Atma Kak."
"Atma sedang dalam perawatan intensif, Abi yang mendampingi Atma, jangan khawatir semua akan baik-baik saja. Atma anak yang kuat dan cerdas, beruntung Atma memuntahkan sebagian obat yang diberikan Denis sehingga tidak menggangu kinerja jantungnya hanya saja tadi ritme jantungnya sangat cepat beberapa saat, Atma mengalami mual, lemas, dan Reaksi alergi dengan pembengkakan parah pada wajah." mendengar penjelasan Kak Janu membuat Amanda menangis, merasakan sakit yang dirasakan Atma saat ini. Kak Janu mengelus pucuk kepalanya agar tenang, seraya tetap menggenggam tangannya. Amanda tidak bisa menolak perlakuan Kak Janu, karena saat ini ia membutuhkan seseorang untuk membuatnya tenang.
"Terimakasih Kak," Mentari menatap wajah Kak Janu. "Seandainya Kakak datang tidak tepat waktu, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku dan Atma."
"Sudah diatur semua oleh Nya, bersyukurlah kepada Nya Amanda, Kakak hanya perantara saja, Kakak selalu menjadikanmu ibarat bumi yang akan selalu menjadi pijakan, merasa melihatmu dimana pun Kakak berada, karena itu Kakak kembali, datang sebagai saudara, teman, sahabat seperti yang kamu inginkan."
"Kak ...."
"Ssstttt ....jangan bicara, cukup dengarkan Kakak. Kita mengenal bukan satu atau dua tahun Amanda, sejak kecil di panti bersama melewati hari-hari tanpa orangtua kita, menyemangati, melindungi, saling menyayangi satu sama lain. Hal lumrah jika cinta itu hadir, tapi saat kamu menjadi istri orang lain tugas mencintaimu sudah selesai, tugas Kakak melupakanmu tapi tidak berhenti untuk melindungimu selama kita masih dalam pijakan bumi yang sama." Janu menghapus air mata Amanda yang telah membasahi pipi dengan kedua tangannya. "kita saudara, teman dan sahabat, yang selalu ada satu sama lain, tidak ada kata maaf dan terimakasih diantara kita, 'oke?" Amanda hanya menganggukkan kepala dan tersenyum kearahnya.
Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat kedekatan mereka, dan diam-diam berlalu tanpa menunjukkan kehadirannya dengan perasaan sedih dan cemburu.
"Kak ...." Ia menangis sambil memelukku. "Kakak baik-baik saja 'kan?"
"Sudahlah Gita jangan tanyakan apapun ke Amanda yang baru sadar, kamu tanyakan saja padaku apa yang ingin kamu tanyakan, gimana?"
"Aku nggak mau ya bicara sama Kak Janu, Kakakku Amanda, bukan Kak Janu."
"Benarkah?"
"Tentu saja."
"Ahh iya Kakak melupakan sesuatu, kamu bukan adik Kakak, tapi calon istri Kakak, ya 'kan? Bilang saja minta pengakuan!" sahut Kak Janu tidak mau kalah.
"Ihh Kak Janu nyebelin banget sih, kenapa sih Kak Janu ikut Aku kembali ke Indonesia."
"Tentu saja mengejarmu, Gita Ayudya Prameswari ...." Mendengar obrolan Kak Janu dan Gita, Amanda menyadari sesuatu, pasti ada sesuatu yang terlewat dan tidak ia ketahui. Setelah Amanda menikah Gita ke Australia untuk bergabung dalam sebuah proyek penelitian di kampusnya. Hanya itu yang Amanda tahu, selebihnya ia tidak mengetahui apapun.
"Tunggu, kalian bicara apa sih? Tolong jelaskan semuanya, apa kalian memiliki hubungan?"
__ADS_1
"Jangan bingung Amanda, sebentar lagi juga kamu mengerti." Umi masuk kedalam ruangan ini sambil tersenyum, setelah mungkin sebelumnya mendengar pembicaraan kami bertiga. Kak Janu menghampiri Ummik dan mencium punggung tangannya, begitupun Gita ....
"Kamu gimana keadaannya?" sambung Ummik.
"Alhamdulillah, hanya merasakan sakit dibagian kepala Ummik."
"Bagaimana Hasil CT Scan?" tanya Ummik ke Kak Janu
"Terjadi cedera pada kepala karena benturan sangat kuat. Masih dalam masa observasi Ummik."
"Syukurlah, Ummik sangat khawatir, tadi dari ruangan Atma, ia belum begitu pulih kesadarannya, tapi semuanya sudah stabil, Rama baru saja tiba dan saat ini sedang menjaganya." Ummik memberikan penjelasan.
Rama sudah tiba, muncul tanya dalam benak Amanda, 'mengapa Rama tidak menemuinya?'
"Tadi Mas Rama keruangan ini Kak, tapi melihat kalian berdua, sepertinya ia mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam." Gita seperti mengerti apa yang Amanda pikirkan. "Mungkin karena cemburu."
"Yang cemburu bukan Rama, sepertinya kamu deh Gita." ucap Janu.
"Ya ampun Kak Janu, percaya diri sekali anda."
"Sudah, sudah, jangan berdebat, nanti Ummik percepat pernikahan kalian, mau?"
"Ummik ...." protes Gita, Janu hanya terkekeh geli mendengar ucapan Ummik.
"Ada apa sih sebenarnya?" ucapku bingung.
"Baiklah akan Ummik jelaskan, Abi dan Daddy Janu adalah teman masa kecil, kami sama-sama dalam satu organisasi sosial, dan donatur di beberapa panti, termasuk panti kalian. Ketika kami mengadopsi kalian, kami bahagia karena Amanda dan Janu akan menjadi bagian keluarga kami dan setelah mengetahui kamu dan Janu akan menikah bertambah rasa bahagia kami, tapi setelah Janu membatalkan pernikahan itu, Daddy Janu tidak terima, ia ingin kita memiliki hubungan yang erat lebih dari seorang teman, Daddy Janu meminta Gita yang menjadi calon istri Janu."
"Lalu?"
"Gita menolak Kak, Gita nggak mau nanti hanya sekedar pelarian cinta Kak Janu, lagi pula Gita bisa kok cari yang lebih muda dari Kak Janu."
"Ahh Gita, ucapanmu benar-benar menyakiti hatiku, baiklah Ummik, Janu minta percepat pernikahan kami, supaya Gita tidak ada kesempatan mencari pria yang lebih muda." Dengan senyum Janu yang menyeringai ke arah Gita. Ummik dan Amanda sampai tertawa melihatnya terlebih Gita memasang wajah yang tidak menyenangkan dengan memanyunkan bibirnya.
"Aku tidak akan mempermainkan perasaan seorang wanita terlebih kamu Gita, jika Aku menyakitimu sama saja Aku menyakiti sahabat yang sangat aku sayangi yaitu Amanda, Aku dan Amanda mengenal satu sama lain dari kecil, jadi setelah pernikahan Aku dan Amanda dibatalkan berarti kami kembali menjadi seorang sahabat bahkan saudara jika kamu benar-benar menjadi istriku. Kamu bisa pegang ucapanku dan juga mempercayainya." Kak Janu berusaha meyakinkan Gita.
"Iya Dek, percaya sama Kakak, kamu nggak akan jadi pelarian cinta Kak Janu, ia akan mencintai kamu sepenuh hati, menjaga dan melindungi kamu. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan bahkan jangan cemburu dengan kedekatan kami, karena sekarang hubungan Kakak dan Janu murni hanya sebatas sahabat yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain. Jika memang keberadaan Kakak mengganggumu, Kakak bersedia menjauh dari kalian."
"Kak jangan bicara seperti itu, bagaimana mungkin Gita jauh dari Kakak," Gita memelukku. "Gita dari awal menurut apa yang diputuskan Abi dan Ummik kok Kak, hanya sebal saja dengan tingkat kepercayaan dirinya," ungkap Gita
"Sebenarnya Aku ke Indonesia mengejar seorang wanita yang imut dan menggemaskan, yang selama beberapa Minggu menemani Aku di Australia, setelah wanita itu pergi, terasa ada yang hilang dalam diriku, bahkan terasa sepi. Kamu tahu siapa wanita itu? Kamu Gita. Walaupun cerewet dan galak tapi membuat Kak Janu mu ini merasa rindu." Seketika wajah Gita yang putih, menjadi merah merona. Janu tersenyum hangat kearah Gita, Aku dan Ummik ikut tersenyum.
__ADS_1
Tersemat sebuah doa tulus untuk mereka, semoga dilancarkan dan selalu diberi kebahagiaan. Rasanya Kak Janu berhak untuk bahagia dengan semua ketulusan dan pengorbanannya terhadapku, dan kebahagiaan itu akan ia dapatkan bersama Gita. Yakinlah setelah gelapnya malam, akan tergantikan cahaya matahari pagi. Setelah hujan akan muncul keindahan pelangi, selama dalam pijakan bumi yang sama kita akan selalu menemukan kebahagiaan meskipun bukan dengan seseorang yang diinginkan.