
"Bagai mana Nak"?.
Berkali-kali terdengar tarikan nafasnya yang keras."Jasmin masih betah sendiri Ma".sudah hampir tiga tahun wanita itu menyendiri ditingal suaminya yang tak tau kini berada dimana,entah sudah tiada atau bahkan laki-laki itu berada ditempat lain.
Sudah berkali-kali juga Ambar mengenalkan wanita itu dengan beberapa anak dari rekan kerja Rizal namun berkali-kali juga wanita itu menolaknya.
Bahkan Danu yang nyata sudah lama iya kenali masih belum bisa membuat hati seorang Jasmin luluh.
"Sampai kapan Nak"?.mengelus pungung tangan menantunya lembut."Arion butuh sosok ayah,sebagai Ibu kamu tidak boleh egois sayang".
"Tapi Ma"!.Jasmin menatap mertuanya dengan mata berkaca-kaca.
Ambar menarik menantunya dalam dekapan."Kamu putri Mama sayang,mama seudah menganggap kamu sebagai anak Mama,mama ingin kamu dan Arion bahagia sayang".wanita paruh baya itu ikut neneteskan air mata.
"Ibu"?.suara cempreng bocah laki-laki membuat suasana haru kedua wanita itu seketika menguap.
"Sayang cucu Uti"!.Ambar dengan cepat merentangkan kedua tangannya berjongkok dan meraih cucunya kedalam dekapan.
"Uti,Arion ingin beli es krim"!.
Ambar menoleh pada Jasmin.
"Ok,ayo pergi sama Ibu".Jasmin langsung bangkit berdiri dari duduknya,kakinya melangkah mendekati putranya,meraih tangan munggil itu."Jasmin pergi sebentar Ma".pamitnya.'Airon memang penyelamat'.batinya senang karna terbebes dari pembahasan soal perjodohan
"Iya sayang"!.
"Dada Uti"!.bocah belum genap tiga tahun itu melangkah mengikuti sang Ibu dengan wajah ceria.
__ADS_1
"Eeh jagoan aunty,mau kemana"?.Bintang yang baru saja pulang dari kulaih segera menghampiri keponakan satu-satunya itu.
Wajah yang begitu mirip dengan Ilham membuat semua keluarga sering menatap bocah laki-laki itu pilu.
"Ah Ounty,kau mengangetkanku saja".menepuk keningnya dengan tangan kiri yang bebas dari gengaman tangan sang Ibu.
Jasmin dan Bintang meledakkan tawanya melihat tingkah Arion.
"Ah bocah tampan mengemaskan".mengacak rambut keponakannya gemes."Boleh Ounty ikut".
"Tanya sama Ibu dulu,kan yang akan membelikan Es Krim Ibu,bukan Airon"!.
Kembali Bintang terkekeh."Hooh,ok laki-laki tampanku".Bintang menoleh pada kakak iparnya."Apa adikmu ini boleh ikut Kak".
"Boleh,ayo".Akhirnya ketiga manusia beda generasi itu melangkahkan kakinya menuju sebuah supermarket yang tak jauh dari rumah mereka tepatnya supermarket yang ada didepan Gang.
Jasmin dan Bintang yang sedari tadi terus menunduk seketika mendongak.
"Wulan"???.
Wulan yang sedari tadi berada diatas ojek seketika turun"Ayo sayang".ajaknya pada anak perempuan umurnya sekitar empat tahun.
"Ck".belum Wulan dan anaknya mendekat Airon sudah berdecak kesal duluan.
"Hey jagoan ounty,kau kenapa"!.Bintang menyikut pundak Airon.
Bocah laki-laki itu menarik ujung kemeja yang Bintang kenakan,membuat wanita muda itu menunduk."Aku tidak menyukainya,dia terlalu cerewat".bisiknya pelan.
__ADS_1
Kembali tawa Bintang pecah mendengar apa Yang Airon katakan."Kau jangan terlalu membencinya".
"Memangnya kenapa''?.matanya melirik Bintang tajam.
"Karna rasa benci bisa berubah jadi suka".
"Cih".mata bocah tampan itu mendelik tajam."Mana mungkin,Ayo Ma".mengoyang tangan Mamanya.
Jasmin yang sedari tadi berbicara dengan Wulan seketika menunduk."Ayo".
"Ayo Lan ikut sekalian jalan-jalan".akhirnya kelima manusia itu melangkahkan kakinya menuju Supermarket terdekat.
"Airon jalan duluan Ma"!.belum sempat Jasmin menjawab bocah laki-laki itu sudah berlari duluan menuju kulkas Es krim.
"Bruk".tubuhnya yang licah berkelit menyerobot kerumunan Orang hingga tampa sadar menabrak seseorang.
Kakinya seketika berhenti melangkah."Maaf Om"!.kepalanya perlahan mendongak.menatap seorang laki-laki yang ada didepannya saat ini.
"Tidak apa-apa"!.
"Mas sudah selesai".
"Ah ya".laki-laki itu menjawab tampa mengalihkan pandangannya dari bocah laki-laki didepannya.
"Apa kau juga mau es krim"?.tanya laki-laki itu saat melihat bocah yang sempat menabraknya tadi berjinjit mengambil es krim.
"Ah iya Om".
__ADS_1
🍇🍇🍇🍇🍇