Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
par 7


__ADS_3

''Mbak''?.kurasakan tepukan pelan dipipiku membuat mataku mengerjap pelan.


''Aku dimana''?.aku langsung duduk''Aduh''?.kepalaku yang pening membuatku kembali berbaring.


''Jangan dipaksakan jika memang tidak kuat''.


Kepalaku menoleh saat mendengar suara bruton,dingin dan tegas.kulihat lelaki berwajah datar kini sedang berdiri disamping meja kerjanya.


''Dimana aku sekarang''?.kepalaku menoleh kekiri dan kekanan,detik berikutnya aku langsung tersenyum kikuk saat melihat ruangan asing yang lebih mewah dan besar dari pada ruangan tempatku bekerja.


''Kau sudah baikan''?.kepalaku mendongak mendengar suara seseorang yang kini melangkah mendekatiku.


''Tolong jangan mendekat''.aku reflek mangangkat kedua tanganku,membuat laki-laki didepanku mengernyit binggung.


''Kau kenapa''?.dia malah bertanya.


''Maaf Pak,saya permisi dulu''.aku langsung bangkit berdiri,tubuhku yang lemah kepalaku yang pening membuatku bersusah payah untuk berdiri.


''Makan dulu,dokter bilang kau telat makan, hingga Maag mu kambuh''.


Aku diam terpaku mendegarkan apa yang laki-laki tampan yang membuatku kikuk itu katakan.''Saya bisa makan dikantin Pak''.aku jelas sungkan makan diruangan ini,apa lagi saat kulihat tulisan dipapan pengenal diatas Meja.


Direktur Abraham.


Direktur''?. ya tuhan,Manager saja tidak menyukaiku apa lagi ini direktur''!. jelas dia pasti juga tidak menyukaiku.


''Makanlah,setelahnya kau boleh pulang''.


Mataku membulat sempurna.''Bapak serius''?.sangking senangnya aku reflek menjerit.detik berikutnya diriku langsung menutup mulut ini agar tidak bersuara lagi.''Maaf Pak''.lirihku menunduk.


''Makanlah''?.setelah mengatakan itu semua Pak Direktur itu langsung melangkah menuju meja miliknya.


Dia baik sekali,berbeda dengan Rian,Eh kenapa aku membandingkan mereka''?.aku mengelangkan kepala ini saat pikiran bodohku tiba-tiba melintas.keduanya jelas berbeda,Rian laki-laki yang baik yang selalu ada saat aku butuhkan.namun itu dulu, sebelum kejadian naas itu terjadi,kini aku tau Rian membenciku karna aku pergi tampa kabar.tapi aku pikir itu lebih baik dari pada membiarkan dirinya berharap lebih padaku, sementara diriku sama sekali tidak bisa memberikan apa pun untuk dirinya.


"Maafkan aku Adrian"?.batinku,sambil mengunyah nasi kotak yang diberikan Pak Direktur.


Nasi ini begitu enak,namun entah kenapa rasanya begitu hambar ditengorokanku.akhirnya tak ingin berlama-lama disini,aku memutuskan makan dengan cepat hingga hampir saja diriku tersedak,namun dengan cepat kuteguk air yang ada didepanku saat ini.


"Pak saya boleh keluar"?.pintaku setelah selesai makan dan membuang sampah bekasku makan didalam tong sampah yang ada diruangan ini.


"Hem"?.


"Hem"?.suara deheman itu"?.ah aku sudah gila,kenapa semua laki-laki yang berdehem membuatku jadi mengingat sesuatu yang membuat dadaku sakit.


"Keluarlah, jika sudah selesai"?.

__ADS_1


Aku meneguk ludahku kasar saat mendegar suara dinginnya.


"Kenapa laki-laki dikantor ini seperti siluman''!. bisa berubah-ubah,kadang baik,kadang jahat"?.batinku berpikir konyol.


"Saya permisi Pak"?.


"Hem"?.hanya bergumam bahkan mata dan tangannya tak lepas dari dokumen yang ada didepannya sekarang.


Detik berikutnya aku langsung melangkah pergi menuju ruanganku.


"Hufh"!.kutarik nafas ini sebelum kuketuk pintu ruangan kerjaku.aku sudah seperti keluar dari kandang harimau masuk kekandang singga.


Sama-sama menyeramkan.


"Tok..tok...tok"?.kuketuk pintu ruangan Manajer pelan.


"Tok..tok..tok"?.kembali kuketuk karna belum ada suara yang mengizinkanku masuk.


"Masuk"?.


Kakiku langsung melangkah ragu saat mendengarkan perintah yang menyuruhku masuk.


"Bagai mana,sudah puas mengoda Pak Abra"?.Direktur utama yang kaya dan tampan"?.


Mataku langsung melotot sempurna mendengar apa yang laki-laki ini katakan."Apa maksudnya Pak"?.aku jelas tidak terima walaupun aku ini orang miskin tapi bukan berarti dia bisa menghinaku seenak jidatnya.


"Saya tidak serendah itu Pak"?.kesalku dengan mata yang sudah mengembun,namun dengan cepat kuhapus.aku sudah berjanji untuk tidak menangis sejak kedua orang tuaku meningal, itu artinya aku tidak boleh menangis sekarang.


"Ikut saya"?.tampa memperdulikan apa yang aku katakan dia malah melenggang keluar dari ruangan ditangannya menenteng tas kerja.


"Mau kemana dia"?.gumamku pelan,namun setik berikutnya aku dengan cepat meraih tas kerjaku dan berlari mengikuti dirinya."Untung aku pakai sepatu court shoes,jika tidak aku bisa mati keseleo, karna berlari dilantai granit yang licin.


"Masuk"?.pintanya setelah membuka pintu mobil.


"Kita mau kemana Pak"?.aku jelas bertanya, meskipun Rian mantan pacarku,belum mantan sih, karna kami belum pernah putus. tapi aku juga takut.ditambah lagi troumaku kapan saja bisa kumat.


"Masuk,aku tidak punya banyak waktu mendegar ocehanmu"?.


Apa katanya ocehan''?.aku bukan mengoceh ya''!. aku bertanya,wajar dong karna aku punya mulut.


"Kita ada Meeting dihotel Cempaka,buruan masuk"?.


Nah,itu kan lebih enak.ditayain dari tadi malah diam aja,dasar.


"Oh"?.aku hanya ber-oh ria,detik berikutnya aku langsung memasuki mobil mewah milik Rian.

__ADS_1


"Ternyata laki-laki ini sudah sukse sekarang"?.batinku tersenyum getir,saat terlintas diotakku,andai kami masih menjalin kasih''!. bagai mana kami sekarang''!.apakah masih seperti dulu''?.atau lebih dari itu.''?."Hufh,ayolah Jasmin dia membencimu, jangan menghayal lagi"?.aku memukul kepalaku sendiri karna kesal dengan otak bodoh ini yang kadang-kadang suka berpikir terlalu tinggi.


"Kau kenapa"?.kulirik dirinya yang kini juga sedang melirik diriku,hingga mataku dan dirinya bertemu.


''Tidak ada''.jawabku gugup dan langsung membuang pandangan.


"Ya tuhan,kenapa aku jadi gugup begini"?.aku membatin,kedua tanganku meremas satu sama lain,untung troumaku tidak kumat ".


"Hufh".kutarik nafas ini keras membuat dirinya menoleh sekilas,namun detik berikutnya kembali memesang wajah datar,benar-benar cuek,seolah antara kami baru saja mengenal.


''Ayo turun''.pintanya setelah mobil yang kami kutumpangi sampai didepan hotel.


Aku langsung menurut,kepalaku mendongak keatas menatap takjup pada bangunan mewah yang ada didepan mataku,dulu bangunan itu belum semewah ini sekarang begitu mewah dan cantik.


''Semuanya sudah berubah''.desisku pelan.


''Apa kau mau berdiri disitu terus''?.


''Eh Maaf Pak''.aku langsung tersentak mendengar bentakannya,lama-lama didekatnya aku bisa jantungan.


Kakiku dengan cepat mengikuti langkahnya yang langsung memasuki sebuah Restoran yang ada didalam Hotel.


''Hotel mewah memang beda''.gumamku lagi, seperti orang katrok yang tidak pernah melihat kemewahan ini.aku pernah melihat, kuakui itu.tapi aku tidak pernah masuk,lagian ngapin aku masuk hotel entar dikira aku open BO lagi.


''Apa kamu akan berdiri disitu sampai malam''?.aku seketika menoleh saat mendengar suara yang datar dan sedikit membentak. bukan sedikit sebenarnya,tapi banyak,hingga diriku terjingkat kaget.


''Eh iya Pak Maaf Pak''.akhirnya aku dan Rian melangkah menuju ruangan VIP yang sudah dipersiapkan untuk Meeting.


''Selamat sore Pak Abrian''.baru saja kami berdua memasuki pintu ruangan, Rian sudah disambut beberapa laki-laki berjas rapi.


''Sore Pak''.


''Silahkan duduk,oh iya ini siapa''?.kini laki-laki itu menunjuk diriku dengan telunjuknya.


''Oh dia wakil saya Pak''.


''Yang baru''?.tanya laki-laki itu lagi sambil menatapku lekat,membuatku jijik ingin muntah.


''Iya,Bisa kita mulai Pak''?.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2