
''Sayang,kok melamun''?.
Jasmin gelagapan.''Engak kok,ya sudah ayo kita pergi dari sini''.ajaknya,dirinya tidak mungkin berdiam diri disekitar penginapan ini,bagai mana jika Abra melihat mereka,bisa runyam nanti.bagai mana pun laki-laki itu tidak bisa dianggap remeh.
''Ayo''.kakinya sudah melangkah duluan diikuti Jasmin dari belakang.''Adek mau makan apa''?.kepalanya menoleh sekilas.
''Apa aja Mas''.jawabnya singkat.
''Makan bakso mau''?.menghentikan langkahnya tepat didepan motor yang tadi iya bawa.
''Boleh deh Mas''.jawabnya dengan nada semangat,pasalnya sudah sangat lama dirinya tidak memakan makanan paforitnya itu.
''Ayo naik,disini ada warung bakso paling enak''.katanya.jemari tangannya menyerah-kan helem pada Jasmin dan membantu wanita itu mengenakannya.''Cantiknya sayangnya Mas''?.pujinya membuat Jasmin tersipu malu.''Ayo naik,jangan senyum melulu nanti bisa gawat''.celetuknya membuat Jasmin menepuk pungung laki-laki itu dengan wajah kesal.
Bukannya marah,Ilham malah tergelak.detik berikutnya laki-laki itu langsung menaiki motor dan melajukan motor yang iya bawa dengan begitu pelan.
Kesempatan memang.biar bisa lama-lama berada didekat Jasmin.lamanya tidak bertemu membuat hati seorang Ilham begitu rindu.
Malam-malam yang sunyi hanya iya lalui hanya dengan kenangan yang pernah iya lalui bersama Jasmin,gila memang,namun itulah cinta,cinta buta yang bisa membuat seseorang menjadi gila.
Hampir empat puluh menit motor melaju dengan pelan,kini keduanya sudah sampai disebuah warung bakso,sengaja dirinya membawa Jasmin menjauh dari penginapan, agar Abra tidak mengetahui keberadaan mereka.
Entah kenapa Ilham yakin, jika Abralah pelakunya,dirinya berjanji akan membantu Jasmin semampunya meskipun tampa izin dari Jasmin,bahkan tampa sepengetahuan wanita itu pun tak apa,dari pada dirinya hanya berdiam diri melihat wanita yang iya cintai berjuang sendirian.
''Ayo sayang''.ajaknya setelah mereka memasuki warung,Ilham menarik sebuah kursi dan meminta wanitanya itu duduk disana.''Adek mau pesan apa''?.tanya laki-laki itu lembut.
''Hem,apa ya''?.berpikir.''Disini adanya apa aja Mas''?.tanya Jasmin dengan wajah polos.
Melihat kelakuan Jasmin Ilham hanya terkekeh.''Itu kan ada buku menunya sayang''.menunjuk buku menu yang ada diatas meja,tepatnya didepan wanita itu.
''Hah''.melongok,detik berikutnya langsung ikut terkekeh,kepalanya mengelang malu.tidak pokus dan grogi membuatnya menjadi bodoh.
''Uuuhhh sayangnya Mas''.mengusap puncak kepala Jasmin yang ditutupi hijap.''Ayo mau pesan apa''?.menyodorkan buku menu tepat didepan wanita itu,bahkan Ilham membuaknya dan mendorongnya didepan Jasmin.''Pilih sayang''?.sambungnya lagi.
Jasmin menganguk,jemari tangannya meraih buku yang disodorkan Ilham.''Makso mercon deh Mas''.pintanya dengan nada semangat.
Ilham mengangukkan kepalanya.''Ok''.katanya,detik berikutnya laki-laki itu langsung melangkah menuju meja kasir untuk memesan bakso yang mereka inginkan.
Setelah memesan bakso Ilham kembali melangkah mendekati Jasmin.''Besok kerumah Riannya pukul berapa''?.jemari tangannya meraih smartphone milik Jasmin.''Kodenya apa''?.tanya laki-laki itu karna smartphone milik wanita itu sama sekali tidak bisa iya buka,karna mengunakan kode.
''Dua ribu delapan belas Mas''.jawabnya singkat.
''Tahun apa nie''?.tanya laki-laki itu dengan wajah penasaran.jemari tangannya dengan lincah mengotak-atik layar smartphone wanita cantik didepan dirinya.
__ADS_1
''Mas kirim foto Adek dihendphone Mas ya''?.ucapnya minta izin.
Jasmin mendongak menatap wajah Ilham lekat.''Untuk apa''?.
''Untuk teman tidur Mas,dihutan''.katanya,membuat wajah Jasmin seketika merona.
''Boleh ya sayang''?.
"Ya tuhan bolehkah aku berharap"?.batin Jasmin bersorak.
"Boleh sayang"?.tanya laki-laki itu lagi meminta izin.
Bagai terhipnotis Jasmin hanya mengangukkan kepalanya pelan.
"Yes"?.soraknya senang,jemari tangannya mengotak atik semartphone milik wanita itu,tampa Jasmin sadari Ilham membajak smartphone miliknya.bukan bermaksud lancang,Ilham melakukan itu semua hanya untuk keselamatan Jasmin,mengingat betapa keras kepalanya wanita itu.
"Silahkan Mas,Mbak"?.seorang pelayan yang mengantar kan makanan mereka membuat keduanya seketika menoleh.
"Eh iya Mbak,makasih"?ucap keduanya serentak.membuat pelayan warung bakso itu terkekeh.
"Ya ampun Mas sama istrinya kompak benget"?.celetuk wanita itu masih disertai kekehan.
Ilham yang mendengarkan apa yang wanita itu katakan begitu senang,begitu juga dengan Jasmin.entah kenapa jantungnya menjadi semakin gugup dan ada rasa yang aneh disana.
"Eh iya Mbak doakan segera"?.jawab Ilham santai.membuat Jasmin semakin menunduk malu.
"Amin"?.jawab sipelayan,mengaminkan apa yang Ilham katakan.
"Ayo makan Dek,apa Adek mau menunduk terus"?.godanya.
Jasmin mendongak mendengar apa yang Ilham katakan."Kenapa Mas sekarang pintar mengombal"?.ketusnya mencabik.
Pertanyaan Jasmin membuat Ilham terkekeh."Karna Adek"?.jemari tangannya meraih botol kecap dan membubuhkan kecap didalam bakso beranak miliknya,bakso dengan porsi jumbo yang ada didepan dirinya,Ilham bilang,porsi kecil tidak akan bisa membuat perutnya kenyang,karna dirinya makan untuk menambah tenaga bukan untuk gaya-gayaan.selesai membubuhkan kecap untuk dirinya laki-laki itu langsung menyodorkan botol kecap didepan Jasmin.
Selesai makan bakso Ilham dan Jasmin langsung melajukan motor menuju penginapan."Besok kerumah Riannya pukul berapa"?.kembali laki-laki itu bertanya karna pertanyaan dirinya yang tadi sama sekali belum mendapatkan jawaban.
"Pagi kayaknya Mas,sekalian mau bantu-bantu disana,ngak enak juga sama Umi Arum"?.jelas Jasmin.
Ilham menganguk,namun hatinya sedikit ngilu saat mengetahui Jasmin begitu mengenal keluarga mantan pacarnya itu.
Apakah dirinya pantas untuk Jasmin"?.sementara dirinya sama sekali belum memeperkenalkan wanita itu pada keluarganya"?.entahlah.biarkan takdir yang akan membawa mereka''?.jika mereka berdua memang berjodoh alham dulillah,namun jika tidak''!.mungkin itulah yang terbaik.
''Mas kesananya pukul berapa''?.tanya wanita itu setengah menjerit''.untuk menyeimbangi suara motor.
__ADS_1
''Siang kayaknya Dek,pas undangannya''.jawab Ilham singkat.
''Oh''.mengangukkan kepalanya,meskipun Ilham tak dapat melihatnya.
''Mas disini saja''.pintanya saat mereka sudah tidak terlalu jauh dari penginapan.
''Lho kok''.Ilham menghentikan motornya dipingir jalan.''Ini masih jauh dek''!.memutar tubuhnya menatap Jasmin,setelah motor yang mereka naiki berhenti dipingir jalan.
''Ngak apa-apa Mas,aku turun disini saja''.mohonnya dengan wajah sunguh-sungguh.
''Apa Adek begitu mencintainya sehingga Adek begitu menjaga hatinya''?.Jasmin bergeming.
Wanita itu dengan cepat turun dari motor tanpa sepatah katapun lagi.
''Dek''?.pangil Ilham setengah menjerit saat wanitanya itu tak lagi mengubris apa yang dirinya katakan.''Dek maafkan Mas,jika menyinggung perasaanmu''?.Jasmin tetap diam.bahkan wanita itu kini semakin jauh.
''Apa dia marah''?.Ah dasar kau Ilham''?.menepuk bibirnya sendiri dengan kesal.''Bagai mana bisa kau bertanya seperti itu jika kau sendiri sudah tau jawabannya''?.sambungnya lagi,mengomel sendiri.
...****************...
Ditempat lain.
''Bagai mana bisa dia bertanya begitu bukankah dia tau aku begitu membencinya''?.dumelnya sok benar,padahal salahnya sendiri tidak pernah memberitahukan laki-laki itu.
Saat sampai didepan penginapan Jasmin menoleh kekiri dan kekanan.matanya melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.''Pukul dua''.bukankah itu artinya dirinya sudah pergi selama dua jam lebih ''?.ya tuhan,bagai mana kalau Abra tau dirinya pergi''?.apakah saham lima puluh persen itu akan gagal iya dapatkan''?.mengelangkan kepalanya mengusir pikiran buruknya sendiri.
''Mending gue telfon Wulan deh''?.jemari tangannya dengan cepat meraih smartphone miliknya.
''Ah,kenapa tidak diangkat''?.gumamnya kesal. saat pangilan darinya sama sekali tidak diangkat Wulan.
''Ting''?.
Satu buah pesan masuk membuat wanita itu dengan cepat membuka pesannya.
Wulan.
📩"Ngak bisa angkat telfon dari lu,nie sikutukupret dari tadi nagkring disini''!.pesan singkat yang Wulan kirimkan mampu membuat Jasmin kelimpungan.
🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.
__ADS_1
Tbc.