
Jasmin melambaikan tangannya saat truk yang membawa suaminya mulai melaju.entah kapan lagi keduanya akan bertemu''?. yang jelas perpisahan yang seperti ini sungguh tidak iya inginkan.
Sementara Ilham yang ada didalam truk hanya mampu menundukkan kepala,bahkan mata laki-laki itu memerah menahan tangis.
''Sabar''?.Yongi menepuk pundak atasannya itu pelan.
Jika dirumah Jasmin kini sedang mengharu biru,karna perpisahan.lain halnya dirumah Abra.
''Eh..lu duduk disana''?.sudah sedari tadi kedua wanita hamil itu saling dorong,ingin duduk disamping Abra.
Sebenarnya Wulan malas duduk disaming laki-laki itu,namun entah kenapa keinginan dan hati kecilnya bertolak belakang,hati kecilnya begitu mengiginkan dirinya berdekatan dengan Abra,namun hati lainnya begitu membenci Abra.
''Sialan sekali''.batin Wulan merutuki hatinya yang trus berhianat.
''Apa mungkin ini bawaan janin''?.batinya frustasi,karna sejak hamil dirinya selalu merindukan Abra,padahal akal sehatnya begitu membenci laki-laki itu.
''Ck''.Abra berdecak kesal,karna tubuh jangkungnya harus berhimpitan-himpitan dengan kedua wanita hamil itu.''Geser dikit kenapa sih''?.ketusnya,kerdua tangannya dengan cepat mendorong kedua wanita yang paling menyebalkan menurutnya,hingga kedua wanita itu akhirnya menghindar karna takut terjengkang kelantai.
''Yeee...kalau bisa gue mah ogah dekalet sama Bapak''.celetuk Wulan mencabik.
''Lah,trus ngapin malah pengen nempel trus''?.Alin menatap Wulan dengan wajah mengejek.
__ADS_1
''Ya mana gue tau,mungkin bayi gue pengen deket bapaknya''?.jawab Wulan membuat Abra tersenyum masam.
Kenapa hidupnya begini amat ya''?.niat hati ingin balas dendam,malah dirinya yang setres kalau setiap hari menghadapi kedua wanita hamil yang bar-bar begini.
Pusing yang mendera kepalanya,membuat Abra memutuskan untuk melangkah kakinya menuju kamar utama yang ada diapartemen miliknya.
Ya,hanya ini yang iya punya,untuk pulang kerumah kerdua orang tuanya sudah pasti tak akan bisa,mengingat Abra melakukan kesalahan yang fatal,kesalahan yang membuat seluaruh keluarganya malu.
''Gue duluan''.
Abra menoleh kebelakang melihat kedua istrinya berdesak desakan masuk kedalam kamar,perut Alin yang sudah begitu besar membuat wanita itu kesusahan.
Niat hati membawa keduanya kesini agar kedua wanita itu tersiksa dan pada akhirnya memilih pergi dan minta cerai,namun sepertinya sekarang malah sebaliknya.dirinya lah yang akan kabur dan menceraikan keduanya.
Sungguh semua ini membuatnya tersiksa.
Abra meraih selimut yang ada didalam lemari, detik berikutnya laki-laki yang mengenakan bokser dan kaoss blong itu langsung melangkah menuju tempat tidur.namun belum juga pantatnya nangkring,tubuhnya sudah terhuyung kebawah akibat ditabrak kedua istrinya.
''Brak''.
Abra membanting selimut yang sejak tadi iya peluk.pantatnya ngilu,kepalanya pusing, membuat emosinya meningkat.''Kalian ini maunya apa''???.kesalnya dengan nada tinggi,satu tangannya iya gunakan untuk mengusap bokongnya yang sakit.
__ADS_1
''Ya mau tidur sama Mas lah''.jawab Alin cepat,bahkan wanita itu dengan cepat berlari menuju tempat tidur padahal sudah jelas sekarang baru pukul delapan malam,bahkan makan malam saja belum.
''Kamu mau ngapin''?.tanya Abra menatap Wulan tajam.
''Ngak ada,aku mau masak aja perutku lapar''?.entah kenapa setelah melihat wajah sangar Abra,perutnya menjadi lapar.padahal tadi dirinya ingin sekali tidur dengan laki-laki itu demi bisa mengendus aroma yang membuat mualnya hilang.
Namun sekarang semua keinginannya itu sirna digantikan dengan bunyi cacing diperutnya yang minta diisi.
Setelah mengatakan itu semua Wulan langsung melangkah menuju dapur.kepalanya menoleh kekiri dan kekanan mencari dimana letak kulkas.
''Itu dia''.pekiknya,kakinya dengan cepat melangkah mendekati kulkas,jemari tangannya dengan cekatan membuka pintu kulkas.
''YAHHH''.mendesah saat melihat isi kulkas yang kosong.''Masak apa cobak''?.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungamnya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.
Tbc.
__ADS_1