
Jasmin membolak balik kotak cincin yang diberikan Ilham tadi,dirinya tidak bisa menjawab apa pun,hingga Ilham meminta dirinya menyimpan cincin itu sampai akhirnya Jasmin mau meneriman dirinya dan bersedia memakai Cincin yang Ilham berikan.
"Dor"?.
"Ya Allah Wulan"?.ingin sekali Jasmin menabok kepala sahabat resenya itu.
Wulan terkekeh."Abis lu dari tadi melamun mulu,emang tadi ngobroloin apa sama Mas Ilham".sebenarnya Wulan sudah tau apa yang Jasmin dan Ilham bicarakan saat duduk diluar tadi,itu semua karna dirinya dan Bintang menguping pembicaraan mereka dibalik pintu."Wwiiih..itu apa-an, cincin"?.meraih kotak beludru yang sejak tadi Jasmin pegang.
"Lu dilamar Jas"?.matanya membulat sempurna. pura-pura terkejut.
Jasmin menarik nafasnya panjang."Iya"?.
"Waw"?.Mas Ilham gercap banget,mantap Jas mending sama dia aja,yang udah pasti"?.Jasmin yang dilamar malah Wulan yang terlihat heboh.
semprul
Jasmin berdecak dan merampas cincin yang ada ditangan Wulan,kemudian menyimpannya didalam lemari.
''Gue pengen lihat Jas,lu pelit amat sih''!.kesalnya.berusaha merebut kotak itu dari Jasmin.
''Is,udah Lan,gue aja belum ngeliat.lu gimana sih''?.menutup pintu lemari dengan cepat dan menguncinya,membuat Wulan mendegus kesal.
''Lu pelit amat sama gue''?.ketusnya,dengan bibir mengerucut.
''Bukan pelit Lan,tapi gue aja masih binggung,bahkan gue ngak berani buka ntu kotak''.
''Kenapa,lu ngak penasaran gimana bentuk cincinya''?.
Jasmin mengelang
''Lu kenapa cerita sama gue''?Wulan menarik Jasmin dan membawanya duduk diatas tempat tidur.''Lu ada masalah apa,cerita sama gue''?.sambungnya lagi.
''Gue binggung Lan,apa gue terlihat seperti wanita murahannya ya''?.
''Maksud lu''?.
''Tadi siang Abra ngajak gue kerumahnya, ketemu sama kedua orang tuanya''.
''Trus-trus''?.
''Diam dulu Lan''.
''Oh iya,Maaf''?.terkekeh.
''Mamanya baik banget sama Gue,apa gue harus buka hati gue lagi ya Lan''?.menatap sahabatnya lembut.
''Lu suka sama Pak Abra''?.
Jasmin mengelang.
''Lah trus''?.
__ADS_1
''Tapi tadi dia bilang,kalau dia mau menerima gue apa adanya Lan''.menatap wajah sahabatnya yang melongok.
''Ah,gue binggung".Wulan mengaruk kepalanya yang belum disisir sudah beberapa hari.
...****************...
Ditempat lain.
"Rian sini sebentar Abi mau bicara"?.Ahmad Abinya Rian menepuk sofa disampingnya saat melihat putranya baru saja menuruni tangga.
"Iya Bi,ada apa"?mendaratkan bokongnya tepat disamping Abinya.
"Begini"?.Abi menepuk pundak putranya pelan."Abi sudah putuskan minggu depan Abi sama Umi akan melamar Nur untuk kamu"?.
Rian menatap Umi dan Abinya satu persatu,terdengar tarikan nafasnya yang berat.
"Apa ini jalan yang allah berikan agar aku bisa melupakan Jasmin"?.batinya.
"Bagai mana Nak"?.tanya Umi Arum sambil menatap putranya lembut.
''Terserah Umi sama Abi saja''?.Rian menatap kedua orang tuanya secara bergantian.''Rian ngikut saja Umi,Abi''.
''Alhamdulillah''.mendengar jawaban putranya Arum dan Ahmad mengucap syukur,hati mereka yang selalu was-was dengan masa depan Rian langsung tenang,akhirnya putra mereka satu-satunya itu mau menikah.
''Ya sudah,Rian kekamar dulu''.Rian langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar miliknya.
Sejak pertemuannya dengan Jasmin sewaktu dirinya mengantarkan makanan,sejak saat itu juga Rian memutuskan untuk resingan dari kantor,tempatnya bekerja.tujuan dirinya bekarja disana hanya untuk mencari Jasmin, namun sekarang''?.
''Aaarrrggg''.Rian meninju tembok yang ada disampingnya.''Kenapa Jas''?.kenapa kamu jadi seperti ini''?.laki-laki itu langsung menangis tergugu dengan kepala menunduk.
Air matanya sulit sekali untuk ditahan.
''Aku ngak boleh kayak gini terus''.menghapus air matanya dengan kasar,detik berikutnya Rian langsung melangkah menuju lemari khusus untuk menyimpan semua kenangan dirinya dan Jasmin,bahkan pakaian abu-abu putih miliknya masih tertata rapi disana.
Tangannya terulur membuka pintu lemari.
''Air mata sialan''?.geramnya karna air mata lemah miliknya selalu saja mengalir meskipun sudah susah payah iya tahan.
''Kenapa aku jadi selemah ini''?.gumamnya lagi,jemari tangannya meraih barang-barang yang ada didalam lemari.barang barang ini adalah barang yang dibelikan Jasmin untuk dirinya dan barang yang ada didalam lemari ini semuanya memiliki kenangan manis,namun kenangan itu sudah sirna ditelan kecurangan dan kini hanya ada kepahitan dan suram.
''Aku harus membakarnya''?.laki-laki itu terus saja bergumam,jemari tangannya dengan cepat mengeluarkan apa saja yang ada didalam lemari dan memasukkan semuanya kedalam sebuah kardus,selesai memasukkan semua barang,Rian kembali melangkah menuruni tangga,melewati kedua orang tuanya.
''Kamu mau kemana Nak''?.Arum menatap putranya heran.
''Kedepan Umi''.jawabnya,tampa menoleh.
''Itu apa yang kamu bawa nak''?.Arum menunjuk kardus besar yang ada ditangan putranya.
''Barang bekas Rian yang udah ngak kepakek Umi''.
''Mau kamu bawa kemana''?.Arum bangkit berdiri.
__ADS_1
''Mau Rian buang Umi''.Rian langsung melangkah keluar rumah,sebelum Arum melangkah mendekati dirinya.
''Kenapa anaknya Umi"?.Abi Ahmad bertanya pada istrinya,tatapan matanya pokus menatap Rian yang sudah menghilang kerna laki-laki itu sudah keluar dari rumah.
''Ngak tau Bi,ya sudah biarkan saja,lagian Rian sudah dewasa.Umi sudah lega karna sekarang Rian sudah mau menerima perjodohan ini''.Arum kembali duduk disamping suaminya.
Ahmad menganguk.''Ya betul apa yang Umi bilang,ya sudah Abi naik keatas dulu,Umi mau ikut''?.
Umi Arum terkekeh dan menepuk pundak suaminya dengan gemes.''Ingat umur Abi, sudah tua''.celetuknya,membuat Abi ikut terkekeh.
''Ya kan sama istri sendiri Umi,ngak sama istri orang''?.ucap Abi,hingga akhirnya laki-laki paruh baya itu mendapakan pelototan maut dari Umi Arum.
...****************...
Diluar.
''Hiks..hiks''.terserah jika ada yang melihatnya menangis seperti ini,Rian tidak perduli.yang jelas saat ini hatinya benar-benar rapuh.
''Ini yang terakhir kalinya Rian''.lirihnya,disertai isak tangis.tatapan matanya menatap lekat kenangan dirinya dan Jasmin yang kini sudah berpindah didalam bak tempat pembakaran sampah.
Jemari tangannya mengeluarkan korek api yang ada didalam kantung celana.''Selamat tingal Jasmin''?.memantikkan korek api dan membakar satu buah Foto dirinya dan juga Jasmin.
''Selamat tingal kenangan indah,selama tingal cinta pertamaku,selamat tingal wanita tercantik dihatiku''.mengusap air matanya kasar dan kembali melangkah memasuki rumah menigalkan kobari api yang melahap habis semua kenangan dirinya dan juga Jasmin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Ya Allah''.Jasmin mengusap dadanya yang tiba-tiba berdetak tidak beraturan,wanita yang baru saja terlelap itu akhirnya kembali bagun dengan keringat yang bercucuran.
''Lho kenapa Jas''?.Wulan menatap sahabatnya heran,pasalnya sudah sangat lama Jasmin tidak pernah lagi mimpi buruk, tepatnya setelah Jasmin berobat dibantu Abra.
''Ngak tau Lan,tiba-tiba saja gue keingat Rian''.mengusap keringat dikeningnya.''Apa dia sekarang lagi dalam masalah ya Lan''?.meraih gelas yang disodorkan Wulan,kemudian menengaknya hingga tandas.
''Gue yakin Rian sekarang lagi baik-baik aja''?.jawab wulan sambil meraih gelas kosong yang disodorkan Jasmin.kemudian kembali meletakkannya diatas meja.
''Tapi gue heran,kenapa ya sudah hampir satu minggu gue ngak ngeliat Rian''?.kepalanya menoleh pada Wulan.
Wulan mengedikkan bahu.
''Apa dia berhenti ya Lan''?.
''Udah ngak usah mikir yang macam-macem, sekarang mendingan kita tidur,besok lu coba cari dia dikantor''.
Jasmin memganguk,detik berikutnya wanita itu langsung ikut berbaring disamping Wulan.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1