
Jasmine kembali menuntun putranya kembali kerumah setelah bocah laki-laki itu mendapatkan apa yang iya mau.
"Lun,lu kenal ngak sama wanita yang tadi berpapasan sama kita"?.
Wulan yang sedari tadi menatap lurus kedepan,seketika menoleh mendengar pertanyaan Jasmin."Yang mana"?.
"Itu yang tadi,yang pakai dres warna hitam".
"Yang jalan berdua sama laki-laki tadi"?.Jasmin menganguk membenarkan apa yang Wulan katakan.
Wulan terdiam beberapa saat mengingat-ingat siapa wanita yang dimaksud Jasmin."Ngak"!.jawab wanita ltu singkat."Memangnya kenapa"?.
Jasmin menggelengkan kepalanya."Heran aja ngeliat tatapan matanya"!
"Emang tatapannya gimana"?.
"Tau ah,mungkin itu hanya pikiran aku aja".
"Eh cucu Opa udah pulang"?.Rizal yang sedari tadi berdiri dibawah pohon mangga yang ada didepan rumah seketika melangkah mendekati sang cucu.kedua tangannya terulur dengan tubuh berjongkok untuk menyambut cucu satu-satunya itu.
"Iya Opa"!.jawab bocah laki-laki itu disertai tawa karna Rizal menciumi seluruh wajahnya."Geli Opa"!.
"Ampun Opa".pintanya memelas.
"Ok..ok".laki-laki paruh baya itu menjauhkan wajahnya dari wajah mengemaskan sang cucu."Eh ada sicantik"!.
"Hay Opa apa kabar"!.Aura mendongakkan kepapalanya menatap laki-laki paruh baya yang ada didepannya.
"Opa baik sayang,ayo Opa gendong"!.belum sempat Rizal meraih tubuh Aura,Airon sudah bergumam duluan,sungguh bocah laki-laki itu tidak menyukai Aura karna bocah wanita itu selalu saja ingin menguasai Opanya.
"Ck,sok cantik".ketusnya mencabik"Kau jangan tersenyum"!.sambungnya lagi, disertai tatapan tajam.
membuat Rizal tertawa lepas.
"Ah,Opa kenapa tertawa,apanya yang lucu"!.ketusnya."Turunkan Airon Opa"!.pintanya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Kau pikir kau siapa senaknya kemghinaku,kau juga tidak tampan,Papaku lebih tampan".
Airon mendengus.
"Hey jagoan Opa,mau krlemana"?.Rizal mengelengkan kepalanya melihat bocah laki-laki itu sudah berlari masuk kedalam rumah."Ah dia sama seperti Papanya"?.gerutu Rizal disertai gelengan kepala.
"Eh ada Wulan"!.
"Ah iya Tante".Wulan melangkah mendekari Ambar saat melihat wanita paruh baya itu baru saja keluar dari rumah."Gimana kabarnya Tante sehat"!.meraih punggung tangan Ambar dan menciumnya dengan takzim.
"Tante sehat sayang,kamu gimana kabarnya"?.
"Ya beginilah Tante,tetap sehat"!.
"Lho Aironnya mana"!tanya Ambar saat tak mendapati cucunya itu ada disana.
"Dia kedalam"!.
"Lho kenapa"?.heran."Bukannya ada Aura"?.
"Oh astaga,kenapa setiap bertemu malah seperti kucing dan anjing"?.
"Selamat sore Mayor"!.obrolan mereka terhenti saat seorang angota datang mendekat.
"Aura turun dulu ya,main sama Mama"!.
"Iya Opa"!.bocah wanita itu langsung berlatri mendekati Mamanya setelah turun dari gendongan Rizal.
"Ada apa ini Pa"!.Ambar terlihat cemas saat melihat wajah serius angota yang datang.
"Tidak ada Ma,hanya ingin membahas masalah pekerjaan,ayo"!.
"Siap mayor"!.kedua laki-laki beda usia itu melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Ma Jasmin kesupermarket bentar ya,ada yang mau dibeli tadi kelupaan"!.
__ADS_1
"Gue ikut"!.
"Tapi anak lho,kasian capek bolak balik".
"Udah Auranya titip sama tante aja"!.
"Emang boleh Tente"!.
Ambar menganguk."Sini sayang sama Oma".
Setelah menitipkan Aura pada Ambar Jasmin langsung berdiri dan lari menuju jalan utama diikuti Wulan dari belakang.
"Lu sebenarnya mau kemana"?.tanya wanita itu curiga,iya yakin ada sesuatu yang disembunyikan Jasmin,bukan sehari dua hari dirinya mengenal Jasmin,iya tentu tau jika sekarang sahabatnya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Gue curiga Papa sama rekannya sedang menyelidiki sesuatu".matanya menoleh kekiri dan kekanan."Kemana Papa"!.gumamnya pelan saat netranya sama srkali tidak melihat mertuanya itu.
"bukannya udah biasa kalau seorang tentara menyelidiki sesuatu, kan memamg itu pekerjaan mereka"!. kakinya dengan cepat melangkah menyeimbagi langkah Jasmin.
"Entahlah,gue juga binggung,yang jelas hati kecil gue mengatakan jika gue harus mengikuti Papa"!.
"Ah itu dia Papa"!.mempercepat langkahnya saat melihat Rizal dan beberapa rekannya memasuki sebuah warung kopi yang ada dipingir jalan.
"Lu yakin Jas"?.Wulan menarik lengan Jasmin saat kaki wanita itu mulai melangkah semakin dekat.
"Kalau lho ngak mau ikut mending balik deh Lan"?.entah kenapa dirinya merasa begitu kesal,karna sedari tadi Wulan selalu mengoceh.
"Maaf,iya gue diam sekarang".akhirnya wanita beranak satu hanya bisa mengunci mulutnya.
"Bagai mana"?.Jasmin yang ada dibalik pohon bongsai yang ada didepan warung,tepatnya berada tak jauh dari tempat Rizal dan angotanya mencoba menajamkan pendengaran.
"Kami sudah menemukan alamatnya Mayor".bahkan kami sudah mengutus seorang intel untuk menyamar menjadi bagian dari mereka".
Ruzal mengangukkan kepalanya."Bagus"!.
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
TBC.