Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 42


__ADS_3

''Wah,Nyonya Sopia''?.baru saja mereka berdiri didepan Toko, seorang laki-laki bertulang lunak sudah menyambut kedatangan mereka dengan antusiasi.


''Hallo Ance,apa kabar''?.Sopia langsung cipika-cipiki.


''Waah,Nyonya Sopia bawa siapa nie,cantik bener''?.berniat memeluk tubuh Jasmin. namun dengan cepat didorong Abra hingga Ance silaki-laki bertulang lunak terpaksa mundur dengan bibir mengerucut.


Sopia tertawa lepas.melihat kekesalan Ance begitu juga dengan Wulan.


''Dia siapa Nyonya,kenapa sitampa nan galak ini pelit sekali''?.meskipun gemulai tapi Ance tetap laki-laki,Abra tidak suka wanitanya disentuh laki-laki lain.


''Calon menantu saya''.jawab Sopia masih disertai kekehan.


''Is eike jadi patah hati dua kali dong''.celetuknya membuat Wulan dan Sopia lagi-lagi tetawa lepas.


''Sudah-sudah,saya kesini mau mencari cincin pertunangan untuk mereka''.Sopia menepuk-nepuk pundak Ance,agar laki-laki itu


berhenti mengoceh.''Nce tolong keluarkan cincin keluaran terbaru''.sambung Sopia lagi.Sopia meminta laki-laki bertulang lunak itu mengikuti apa yang dirinya inginkan jika tidak Ance akan benyak ulah,apa lagi ada Abra disini,sudah bisa dipastikan laki-laki kemayu itu akan senang jika mereka berlama-lama disini.


''Ok,Nyonya''.kakinya melangkah memutari etalese tempat penyimpanan emas dan juga berlian.jemari lentiknya meraih beberapa koleksi pergiasan yang diminta Sopia, tentunya dengan harga yang pantastis.


''Waw keren Jas,ya ampun''.Wulan memekik antusiasi membuat Sopia terkekeh.


''Pilih sayang,kamu mau yang mana''.Sopia melirik Jasmin yang sejak tadi hanya diam saja,sementara Abra selalu menempel membuat wanita paruh baya itu berkali-kali berdecak kesal.


Meskipun kesal,namun Sopia bahagia karna akhirnya Abra menemukan tambatan hatinya, meskipun hanya bertepuk sebelah tangan.namun tak ada yang tahun mungkin saja suatu saat nanti Jasmin mencintai putranya siapa yang tau karna Allah mampu membolak-balikkan hati manusia.


''Kamu mau yang mana sayang''?.tanya Sopia lagi karna Jasmin belum juga menjawab.


''Pak,jangan begini''.Jasmin mendorong kepala Abra,agar sedikit menjauh darinya,karna sejak tadi laki-laki itu terus saja mendusel diceruk lehernya.sungguh itu benar-benar membuat dirinya tidak nyaman sekaligus malu.


Sopia menarik nafasnya panjang,melihat kelakuan Abra.''Abra sayang,lepaskan dulu Jasminnya''.pintanya dengan penuh penekanan.


''Ck''.Abra berdecak.namun tak hayal dirinya mengikuti apa yang diminta sang Mama.


''Yang ini bagus Jas''.Wulan menunjuk sepasang cincin bermata berlian kecil diatasnya.


Jasmin hanya menangapi apa yang Wulan tanyakan dengan wajah biasa saja,karna bagi dirinya tidak ada yang istimewah disini semuanya datar dan hambar.


Andai laki-laki yang akan bertunagan dengan dirinya adalah laki-laki yang iya cintai,''!.tentu ini semua akan membuat dirinya begitu bahagia dan antusiasi.


Entahlah,apa yang Alin katakan kemaren membuat pikirannya selalu berburuk sangka terhadap Abra.

__ADS_1


"Sayang Wulan benar,ini sangat bagus"?.Sopia meraih cincin yang ditunjuk Wulan tadi dan menarik lengan Jasmin agar mendekat.


Sementara,Abra laki-laki itu sudah diminta Sopia untuk duduk dikursi tunggu,agar tidak mengangu mereka.


Abra yang benar-benar tidak ingin jauh dari Jasmin hanya bisa berdecak kesal.namun tak hayal dirinya tetap mengikuti apa yang Sopia katakan, Abra juga tak ingin Jasmin menjauhinya karna dirinya yang terlalu berlebihan.


"Tahan Abra,sebentar lagi dia akan resmi menjadi milikmu"?.gumamnya pelan.


"Dret..dret...drett"?.


Suara getaran smartphone miliknya membuat Abra berdecak,namun tak hayal dirinya meraih smartphone dari saku jas navi yang dirinya kenakan.


"Mau apa dia menelfonku"?.gumamnya pelan. jemari tangannya mengeser tanda hijau yang ada dilayar.


Abra


"Ada apa"?.


Anak buah Abra


"Maaf Bos,Nona ini brontak minta keluar"?.


Abra menarik nafasnya panjang,tangannya terkepal menahan geram.


Abra


"Siapa yang menelfon sayang"?.


Abra gelagapan dan langsung mematikan sambungan telfon,laki-laki itu mengutuk anak buahnya yang bodoh tidak bisa menyelesikan masalah sekecil itu.


"Bawahan Abra yang ada dikantor,tadi pas Abra tingalkan mereka akan mengadakan meeting. jadi bawahan Abra hanya bertanya dimana Abra menyimpan berkasnya"?.lancar sekali Abra berbohong,hingga Sopia langsung menganguk dan percaya begitu saja apa yang putranya katakan.


"Udah kan nelfonnya"?.tanya Sopia lagi sambil menunjuk smartphone Abra dengan telunjuknya.


Abra mengangukkan kepalanya."Udah Ma"?.


"Ya sudah ayo"?.


"Belanjanya sudah selesai Ma"?.


Sopia yang awalnya sudah melangkah duluan kembali berbalik."Sudah sayang,ayo kita makan dulu,kasian Jasmin dari tadi Mama ajak muter-muter,habis itu kita langsung pulang"?.

__ADS_1


Abra mengangukkan kepalanya, detik berikutnya kaki jenjangnya langsung melangkah mengikuti sang Mama.


"Mana Jasmin Ma"?.tanya Abra karna tidak melihat kekasihnya itu bersama sang Mama.


"Dia direstoran sana"?.menunjuk restoran cepat saji yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


"Oh".Abra mengangukkan kepalanya kemudian mempercepat langkahnya mendekati wanita cantik sang pujaan hati.


"Cup"?.satu kecupan singkat Abra hadiahkan dipipi kiri Jasmin,membuat wanita itu terkejut dan melotot kesal.


"Kangen sayang"?.ucap Abra santai.


Ah Jasmin bisa gila kalau sifat Abra selembut dan semesum ini padanya.


"Ayo hati, jangan sampai jatuh pada pesona nya"?.batin Jasmin menguatkan hatinya agar tidak sampai jatuh cinta pada Abra.


"Tapi jika kelakuannya mesum begini, aku ingin sekali menampol bibirnya agar monyong sekalian.mengesalkan"?.kesalnya lagi membatin.


"Plak"?.


Sopia langsung menepuk pundak putranya karna kesal,melihat kelakuan Abra yang suka curi-curi kesempatan ditempat umum seperti ini.


"Auuwww,sakit Mama"?.mengusap pundaknya yang ditepuk sang Mama.


"Kamu itu ngak sopan banget sama orang tua, ini tempat umum Abra"?.kesal Sopia dengan mata melotot.


"Maaf Mama"?.mengusap tengkuknya sendiri,entah kenapa jika berdedatan dengan Jasmin seperti ini,membuat Abra selalu kehilangan kendali.


Entah kenapa mengecup wajah halus dan wangi Jasmin menjadi candu baginya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul enam sore akhirnya acara jalan-jalan dan juga mencari sepasang cincin pertunangan telah selesai.bahkan tadi mereka juga sempat mengukur baju yang akan mereka kenakan saat acara pertunangan.


Awalnya Sopia ingin mengadakan pesta pertunangan diHotel bintang lima,namun Jasmin mengatakan jika dirinya ingin mengadakan acara pertunangan dirumah peninggalan kedua orang tuanya,akhirnya dengan berat hati Sopia mengizinkan apa yang calon menantunya inginkan.itu semua karna Abra mengatakan dirinya setuju mengikuti apa saja yang Jasmin inginkan. asalkan pertunangan mereka berjalan dengan lancar,tampa hambatan,apa lagi harus ada drama orang ketiga,keempat dan kelima.mengingat Jasmin banyak disukai laki-laki yang mapan dan tampan.sama seperti dirinya.


Abra tidak mau itu,Jasmin harus jadi miliknya titik. tidak ada bantahan. jika Jasmin tidak menjadi miliknya''!.akan iya pastikan Jasmin juga tidak akan menjadi milik siapa pun.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.


Tbc.


__ADS_2