Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par104


__ADS_3

"Aaarrrggg".Jasmin mencoba memberontak saat tiba-tiba bibirnya dibekap,bahkan tubuhnya langsung diseret menuju semak belukar yang berada jauh dari tempatnya berdiri semula.


"Diam Jasmin,ini aku Danu"!.Danu melepaskan bekapan tangannya dibibir Jasmin setelah memastikan wanita berhijab itu tenang dan mau diam.


"Danu kamu"???..dengan mata membulat sempurna."Ngapin kamu ada disini"?.sentaknya kesal.


"Ssuuuuutttt".meletakkan jari telunjuknya dibibir."Diamlah jangan berisik,Mas akan menjelaskan jika Adek diam".Danu nyengir saat melihat tatapan tak suka dari Jasmin.


"Manggilnya biasa aja".ketusnya.


"Ok,tapi kita kesana dulu disini gak aman,tolong kerja samanya"?.menarik Jasmin menjauh dari sana.


"Lho kenapa bisa ada Jasmin disini"?.Jasmin sontak menoleh saat mendengar suara yang sangat iya kenal.


"Papa"?.mata wanita itu membulat sempurna saat melihat Rizal dan juga rekannya yang lain kini sedang tiarap dibalik semak belukar.


"Tiarap"?.pinta Rizal membuat Danu dengan cepat menarik pundak wanita itu,membuat Jasmin semakin binggung.


Rizal merayap dengan pelan mendekati menantunya kemudian berkata."Kenapa kamu bisa ada disini"?.matanya menatap menantunya tajam."Bukankah tadi kamu masih sama Mama"?.ketusnya tak habis pikir dengan kelakuan Jasmin.

__ADS_1


Jasmin menunduk,kedua jemarinya saling meremas."Maaf Pa".Pintanya dengan wajah tetap menunduk.


Rizal menarik nafasnya panjang,ingin dirinya marah dengan sang menantu,tapi iya sadar sekarang bukan saatnya untuk marah."Ya sudah, sekarang kamu tunggu disini,biar Papa dan yang lainnya melaksanakan tugas kami,kamu jangan kemana-mana".meraih senjata yang sejak tadi berada dipunggungnya.


"Tapi boleh Jasmin ikut Pa"?.pintanya dengan wajah memelas.


"Dengarkan Papa".menatap menantunya tegas".Kamu tetap bersembunyi disini,jika terjadi sesutu Papa mohon cepatlah lari"!.bukan Rizal tak suka jika menantunya itu ikut,namun mengingat apa yang akan mereka hadapi membuatnya harus tegas agar tidak terjadi sesutu yang tidak diinginkan,mengingat lawan yang akan mereka hadapi bukanlah orang biasa.


"Baik Pa"!.melihat tatapan tajam Papa mertuanya membuat Jasmin hanya bisa menurut.


Setelah memastikan menantunya aman, Rizal dan juga angotanya mulai bergerak pelan menyusuri hutan menuju rumah kayu yang terlihat kecil dari luar namun begitu luas jika sudah masuk didalamnya.


Rizal hanya mengangukkan kepalanya sebagai jawaban,jemari laki-laki itu dengan cepat memberi komando untuk membagi angotanya menjadi beberapa bagian.


Setelah memastikan semuanya bergerak sesuai strategi yang sudah mereka susun,semuanya mulai bergerak kejalur masing-masing.


Sementara Jasmin yang ada di semak belukar kini mulai gelisa,apa lagi saat sesuatu mulai merayap dikaki dan juga dilengannya sebelah kiri."Apa ini"?.jemari tangannya dengan cepat menarik lengan tunik panjang yang iya kenakan,bola matanya membulat saat melihat apa yang kini sedang menancap dikulinya yang putih.


"Aarrrggg".dengan cepat membekap bibirnya sendiri saat menyadari dimana dirinya sekarang."Pacat".lirihnya dengan keringat dingin membasahi tubuhnya yang bergetar takut.

__ADS_1


Lagi dan lagi wanita cantik itu membekap mulutnya saat manik matanya melihat banyaknya pacat yang merayap diatas dedaunan dimana tempatnya berjongkok sekarang.


Tampa memikirkan bahaya apa yang akan iya hadapi Jasmin langsung berlari keluar dari semak belukar.setelah berlari hampir lima meter matanya menoleh kekiri dan kekanan saat menyadari dimana dirinya sekarang wanita itu dengan cepat berlari dan bersembunyi dibalik batang pohon sawit.


"Dor".


"Dor".


"Dor".


Terdengar suara tembakan silih berganti membuat wajah wanita itu semakin pias."Apa yang terjadi".kepalanya menoleh kekiri dan kekanan,dirinya tidak boleh bersembunyi terus disini,bagai mana jika terjadi sesuatu dengan mertunya"?.


"Aku harus masuk sekarang".


🍇🍇🍇🍇


Mohon dukungannya like vote hadiah and Komen.


Mohon dukungannya supaya outhor rajin updet.🙏🙏🙏

__ADS_1


TBC.


__ADS_2