
Abra Pov
Pulang dari rumah Jasmin dengan tangan kosong,itu benar-benar membuatku begitu kesal,namun untuk saat ini dirinya harus lebih banyak bersabar.
Ya,sabar.meskipun aku bukanlah orang yang penyabar.
Pukul lima sore selesai meeting aku memutuskan untuk pulang kerumah,entah kenapa perasaanku sejak tadi selalu was-was dan ketakutan,entah apa penyebabnya,aku sendiri tidak tau''?.
''Lho sayang,baru pulang''.baru saja menginjakkan kaki ini didepan pintu Mama sudah berdiri disana.
''Iya Ma''.jawabku malas,setelahnya diriku langsung melangkah menuju kamar tempat ternyaman bagiku dan tempat ini juga yang mampu meredam emosiku yang saat ini masih memuncak.
Ya jelas aku emosi,apa maksud Jasmin membohongi diriku dan mengatakan hari ini dirinya mengambil cuti karna sakit,maksudnya apa cobak''?.apa dia ingin mempermainkanku''?.
Tanganku terkepal menahan kesal,takkan kubiarkan siapa pun yang ingin bermain-main denganku ingat itu.
Kubuka semua pakaian yang melekat ditubuhku,detik berikutnya kakiku langsung melangkah menuju kamar mandi,mungkin saat ini air bisa meredam amarah yang berkobar didalam dada ini.
Namum sudah beberapa saat diriku berada dibawah kucuran shower,nyatanya emosiku tak kunjung reda,hingga akhirnya kuputuskan untuk menyudahi mandi,kuraih handuk yang ada didepan diriku dan melilitkannya kepinggang ini,detik berikutnya diriku langsung melangkah keluar dari kamar mandi.
Kukenakan kemeja hitam dan juga celana hitam,warna faporitku sejak dulu,aneh memang,namun aku bisa apa''?.karna rasa suka itu hadir dari hatiku yang paling dalam.setelah merasa rapi aku langsung melangkah menuruni tangga.
''Mau kemana''?.kulirik Mama sekilas.
''Keluar sebentar Ma''.jawabku singkat.
''Tadi Jasmin kesini''.ucapan Mama membuatku mengerutkan kening.bukankah katanya wanita itu sakit''?. lalu mau apa dia kesini''?.
''Benarkah''?.
Mama mengangukkan kepalanya.
''Ya sudah Ma,kalau gitu Abra mau menemui Jasmin dulu''.setelahnya diriku langsung melangkah pergi meningalkan Mama yang memekik meneriaki sesuatu padaku,namun aku malas menangapinya,Mama memang begitu,setiap diriku pergi dia selalu cerewet membuatku pusing.
Dan disinilah aku sekarang,menghadapi sepiring panuh nasi yang mambuatku bergidik ingin muntah,bayangkan saja, masakan yang katakan sahabat aneh Jasmin enak itu,tak lebih dari racun yang membuat perutku bergejolak sakit.
Rasanya pedas sekali.
''Sudah sayang,Mas ngak kuat''?.pintaku dengan nada mengiba,berharap calon istriku itu mau mengerti apa keluhan dihatiku.namun sepertinya wanita cantik ini ingin menyiksaku dengan masakan yang benar-benar bukan seleraku itu.
''Ayo mas,makan ngak baik membuang makanan''.benar apa yang dirinya katakan,aku tau itu,tapi jika makanan yang seperti ini menurutku lebih baik dibuang dari pada nanti aku yang baung air didalam celana,kan ngak lucu,itu bahkan sangat memalukan.
''Ppprrreeettt''.hancur sudah harga diriku disaat semua mata menatapku,aku malah buang angin suaranya kuat lagi.
Sial.
__ADS_1
''Ha..ha..ha..''.kulirik semua yang ada disana,mereka mentertawakanku.
Sialan.
''Dimana toilet''.aku benar-benar sudah tidak tahan.perutku begitu sakit dan melilit,ya tuhan memalukan sekali kau Abra.
"Disana,ayo saya antar Pak"?.Bayu sok yes bahkan laki-laki konyol itu lebih dulu melangkah menuju toilet meningalkanku yang kesakitan.
"Oh sial"?.aku mengumpat kesal saat melihat toilet jongkok yang ada dipojok kamar mandi.
Bagai mana caranya aku BAB ditempat seperti ini"?.
"Prrreeeeettt"?.
Ah sekit sekali perutku,ya tuhan.bagai mana bisa Jasmin tidak tau jika aku tidak bisa memakan makanan pedas.
Apa dia sengaja mengerjaiku"?."Aduh"?.kuremas perutku yang begitu sakit,bahkan sudah hampir dua puluh menit aku berjongkok dikoleset jongkok, membuat tungkaiku lemah.bahkan tubuhku basah karna keringat.
"Mas sudah belum"?.
"Belum sayang"?.jeritku lemah dari dalam toilet,jelas kudengar mereka terkikik mentertawakan penderitanku,aku yakin itu kedua sahabat Jasmin.
Damn it
"Sayang,kenapa sakitnya ngak ilang-ilang"?.kulangkahkan kakiku keluar toilet dengan langkah gontai.sungguh tubuhku sekarang benar-benar lemah tak bertenaga.
"Sayang Mas lemas"?.lirihku dengan nada manja,berharap kali ini dia sedikit perhatian padaku,jika memang dengan sakit dia bisa sayang dan perhatian padaku aku rela sakit jika itu bisa membuatku lebih dekat lagi dengan dirinya.
Aku tau selama ini dirinya tidak pernah mencintaiku,tapi aku tidak perduli,aku selalu yakin nanti setelah menikah Jasminku akan mencintaiku jika memang tidak bisa''!.aku akan membuatnya mencintaiku,apa pun caranya.
"Minum obat dulu"?.uuggh-senangnya hati ini mendengar perhatian kecil darinya,selama ini wanita itu begitu cuek dan wajahnya selalu datar padaku,tapi kali ini entah kenapa aku merasa raut wajahnya sedikit aneh,namun melihat senyumnya membuat rasa aneh itu berubah menjadi rasa sejuk yang mampu membuat hatiku semakin jatuh oleh pesonanya.
Berkali-kali aku mencoba membawanya keranjang kamarku yang ada dikantor,namun sialnya selalu gagal.
Aarrrgggg sampai kapan aku harus bersabar lagi dia begitu datar dan dingin.
Apakah aku harus melakukan kelicikan seperti dulu lagi.
Tidak,aku tidak mau dihantui rasa bersalah seperti dulu lagi.
''Ayo minum''.pintanya setelah memasukkan beberapa butir obat kedalam mulutku.
Kepalaku menganguk jemari tanganku merayap dibelakang pingannya,ada sedikit pemberontakan namun aku tak perduli, tubuhku yang lemah kusandarkan dipundanknya yang nyaman.
''Hey..hey bagai mana kabarnya Pak Abra yang terhormat''?.aku mendengus kesal,melirik dengan ekor mataku siapa yang datang.
__ADS_1
Pengangu,ya pengangu,sicurut yang membuat perutku sakit seperti ini.
Sialan.
''Hey Pak Abra udah baikan kayaknya,itu ada Mama Bapak diluar''.
Aku mengaga tak percaya dengan apa yang wanita gila ini katakan,Mama''?.apa maksudnya''?.
''Kenapa Mama bisa ada disini''?.ketusku tak suka.
''Ya kita telfonlah,bukannya Anak kesayangannya lagi sakit''?
Andai mereka bukan sahabat kekasihku sudah kukasi pelajaran mereka sejak dulu.
''Sayang,ya ampun''?.kepejamkan mata ini saat mendengar suara cempreng Mama yang memenuhi sisi rumah.
Mama selalu heboh jika aku sakit,itu yang aku tidak suka.''Abra sudah dewasa Ma,bukan anak kecil lagi''.ketusku sambil membuang pandangan kearah lain.
''Ayo masuk Dok''.
''Ma''??.sentakku tampa sadar,kenapa Mama harus seheboh ini''?.padahal aku hanya salah makan saja,lagi pula setelah meminum obat tadi aku sudah jauh lebih baik,kenapa pula harus seheboh ini''?.
''Diamlah''.Mama malah balas membentakku dengan mata mendelik tajam.
Kalau sudah begini aku hanya bisa pasrah membiarkan dokter memeriksaku dan memasang slang infus sialan ini.
''Ck''.aku langsung berdecak saat menyadari siapa Dokter yang Mama bawa.
Juno sialan.dia bahkan menusuk pungung tanganku dengan kasar,sakit sekali,andai aku tidak malu dengan Jasmin sudah bisa kupastikan aku akan menjerit kesakitan.
''Kenapa lagi lu''?.aku mendengus mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibirnya yang menyebalkan itu.
''Kepo''.jawabku ketus,bukannya marah Juno malah tergelak.
''Sabar Bro''.menepuk-nepuk pundakku dengan wajah jahil.
''Jangan dekat-dekat''.pintaku saat Juno mepet mendekati Jasmin.sialnya wanita itu diam saja saat Juno mendekatinya.
Dasar sahabat laknut.
🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.