Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 85


__ADS_3

Jasmin bisa menarik nafasnya lega saat mendengar jawaban dari Abra,meskipun jujur di dalam lubuk hatinya yang paling dalam,ada rasa khawatir yang begitu besar saat akan melepaskan sahabatnya dengan laki-laki itu.


"Ayo sayang ". Ilham merangkul pundak istrinya dan membawa wanita berhijab itu untuk keluar dari kantor polisi.tak lupa laki-laki itu meminta pada polisi agar kembali memasukkan Abra ke dalam sel tahanan, itu semua untuk mengantisipasi agar Abra tidak bisa melarikan diri.


"Apa rencana ini yang terbaik Mas "? . tanya Jasmin lirih, kepalanya mendongak menatap sang suami.


''Entahlah ". jawab Ilham singkat.menurutnya ini bukanlah sebuah pilihan,namun lebih tepatnya sebuah keterpaksaan.


Jasmin menarik nafasnya panjang,semua ini memang begitu berat.namun hanya ini jalan satu-satunya,mengingat Wulan sekarang sedang mengandung benih Abra,tak mungkin bagi sahabatnya itu merawat bayinya seorang sosok suami,apa kata orang nanti''!.ditambah lagi kedua orang tua Wulan,terutama sang ayah yang selalu mendesak Wulan untuk memberitahukan siapa yang telah menghamili putrinya.


''Wagaimana nak''?.tanya ibu Wulan saat melihat Jasmin dan Ilham baru saja keluar dari kantor polisi.


''Alhamdulillah,dia mau Bu". Jawab Jasmin, tatapan matanya melirik Wulan yang sejak tadi hanya diam saja, mata wanita itu kosong menerawang jauh entah ke mana.


kaki Jasminmelangkah mendekati Wulan''ayo Lan,semuanya sudah siap ". Kata Jasmin sambil membantu sahabatnya itu berdiri.


Sementara Ilham kini sibuk mengurus pak penghulu beserta sahabatnya,sahabat yang rusuh yang selalu membuat kepalanya pening.


''Apa nikah nya di sini Ham "? . Celetuk Yongi membuat Ilham Mendelik kesal.


''Kau pikir kita akan mengadakan pesta di hotel''?.bales Ilham menatap sahabatnya itu tajam.


Bukannya marah,Yongki malah terkekeh menanggapi ucapan sahabatnya itu "Oh, ayolah''?.kenapa kau kesal sekali, aku hanya bercanda kawan "!!. menepuk-nepuk pundak sahabatnya masih masih disertai kekehan.


Ilham mendengus kesal "Cih,kau selalu saja bersifat konyol,dasar otak udang''. Kesel Ilham, kakinya melangkah menjauhi Yongi. malas menghadapi sahabatnya itu karena jika ia terus melayani yongi''!.mungkin seharian mereka akan tetap berada di depan kantor polisi,melelahkan sekali.


''Ayo Mas ". lamunan Ilham buyar saat mendengar suara lembut sang istri. seketika kepalanya menoleh dan mendapati istrinya sedang membawa Wulan melangkah memasuki kantor polisi yang kebetulan hari ini akan disulap menjadi sebuah tempat acara pernikahan Wulan dan Abra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


flashback off

__ADS_1


''Lepaskan saya pak''?. pinta seorang wanita dengan wajah panik.


Bukannya melepaskan laki-laki itu justru tertawa lepas,menertawakan wanita lemah yang kini ada di bawah kuasanya "Apa kau bilang melepaskanmu''?.Ha..ha..ha''???.. tawa menggelegar memenuhi ruangan kamar membuat Wulan bergidik ngeri.


''Pak,lepaskan saya ". lagi-lagi Wulan meminta Abra untuk melepaskan dirinya namun bukannya dilepas, justru Abra semakin kuat mencengkram kedua sisi tangan Wulan membuat wanita itu semakin ketakutan.


Awalnya Abra mengira jika Wulan adalah Jasmin, itu semua karena saat ini Abra dipengaruhi minuman keras,namun setelah meneliti wajah wanita yang ada di depannya kini Abrar sadar,bahwa wanita yang ada di bawah kuasanya sekarang bukanlah Jasmin melainkan sahabatnya Jasmin, namun lagi-lagi seringnya iblis terbit di bibir Abra, sakit hati dan kecewa karena sudah berjuang semampunya untuk mendapatkan hati Jasmin,namun semuanya gagal. justru kini wanita yang ia cintai sudah berani berbohong dengan dirinya secara terang-terangan.


Ya Abra tahu jika selama ini Jasmin hanya pura-pura mau menerima dirinya sebagai tunangan, Abra juga tau,jika Jasmin hanya ingin balas dendam dengan dirinya,namun lagi-lagi rasa cinta yang begitu besar hingga membuat laki-laki itu menjadi bodoh.


''Buka''. minta Wulan disertai gedoran di pintu.


Lamunan Abra buyar saat mendengar suara berisik yang Wulan ciptakan karena memikirkan Jasmin hingga dirinya tidak menyadari jika Wulan sekarang sudah lari dari kukungannya. "Sialan''???.. umpetnya penuh emosi, kakinya dengan cepat melangkah mendekati Wulan,satu tangannya menarik wanita itu dengan kasar hingga melemparkannya di atas tempat tidur.


''Aaaawww''.Wulan memekik saat merasakan ngilu dibagian punggungnya yang terbentur tempat tidur,meskipun empuk namun karna bantingan Abra terlalu kuat,tak hayal mampu membuat tubuhnya sakit.


Kaki Abra melangkah dengan cepat mendekati Wulan,tatapan matanya menatap wanita itu tajam.''Kau''?.jemari tangannya menuding wajah Wulan dengan penuh emosi.detik berikutnya Abra langsung menarik kemeja yang kini sedang dipakai Wulan.


Abra tertawa lantang.''Aku mau kalian merasakan apa yang aku rasakan,dan kau akan kujadikkan alat agar suatu saat bisa membantuku dari semua masalah yang nanti akan menimpaku.


Wulan terdiam,otak ceteknya mencoba mencerna semua yang Abra katakan.''Apa maksudmu''???.lirihnya terbata-bata kedua tangannya mencoba memghalau Abra yang kini melangkah semakin dekat.


Kembali tawa Abra terdengar,bahkan semakin menyeramkan membuat tubuh Wulan semakin bergetar takut.''Tolong lepas''???.jeritnya saat Abra menarik celana bahan yang kini sedang iya kenakan.


Abra bergeming,laki-laki jahat itu masih terus melakukan aksinya.


''Tolongggg....tolong...tolong''.sudah hampir kering tengorokan Wulan,untuk meminta tolong.namun tak ada satu orang pun yang datang untuk membantunya.


Melihat Wulan yang sulit untuk ditenangkan akhirnya Abra yanvg kesal dengan cepat meraih kemeja yang tadi Wulan kenakan.


''Mau apa lagi kamu''?.pekik Wulan panik,kakinya dengan cepat berinsut mundur kebelakang,hingga tubuhnya terbentur kepala ranjang.

__ADS_1


Abra tak menjawab,bibirnya hanya menyeringai menyeramkan,membuat Wulan semakin takut dan bergetar.''Pak tolong lepaskan''??.memohon berharap belas kasih dari laki-laki bajingan yang ada didepannya sekarang.


Namun bukannya melepaskan, justru Abra kini merangkkak menaiki tempat tidur dan mengikat mulut wanita itu mengunakan kemeja yang tadi iya pakai.bahkan kedua tangannya juga diikat mengunakan kemeja yang sengaja Abra lepaskan dari tubuhnya yang sudah dipenuhi keringat.


Abra bernafsu, ya jelas.meskipun Wulan tak secantik Jasmin,namun tak bisa dipingkiri wanita itu juga lumayan manis,bahkan tubuh Wulan lebih berisi dan seksi dibandingkan Jasmin,membuat seorang Abra yang imannya cetek langsung On.


Setelah berhasil mengikat kedua tangan Wulan,Abra menatap tubuh setengah telanjang Wulan dengan wajah menyeringai menyeramkan,detik berikutnya laki -laki itu langsung melanjutkan aksinya hingga apa yang Abra lakukan mampu membuat seorang Wulan hancur sehancur-hancurnya.


''Waaah ternyata kau tak kalah mengoda''.menoel dagu Wulan yang kini hanya mampu terdiam dengan tatapan kosong.


''Nikmmmat''????..ucapnya diakhir kalimat.setelahnya Abra langsung membuka kemeja yang menutupi mulut Wulan,tak lupa laki-laki itu juga membuka kedua tangan Wulan yang iya ikat mengunakan kemejanya.


Detik berikutnya laki-laki itu langsung melangkah menuju kamar mandi.


Sememtara Wulan.


''Bajingan''???.geramnya dengan tangan terkepal.menarik rambutnya kuat dan detik itu juga tangisannya kembali pecah.


Namun tak ingin larus dalam kesedihan Wulan mencoba untuk bangun dengan sempoyongan.satu tangannya meraih kemeja dan juga celana bahannya yang tergeletak memgenaskan disisi tempat tidur, kemudian memakainya.


Setelahnya Wulan langsung melangkah menuju kamar miliknya.


Dan disinilah diriinya sekarang,meratapi nasipnya yang kian hancur tak berbentuk.


🍇🍇🍇🍇🍇


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2