
Rizal melangkah dengan gontai menuju tenda tempat mereka berteduh.
Pukul sepuluh malam saat semuanya terlelap laki-laki paruh baya itu tetap terjaga,jemari tangannya semakin aktif menyulut rokok disaat cuaca semakin dingin menusuk kulit.tatapan matanya menatap hamparan hutan belantara yang ada didepan.''Dimana lagi Papa harus mencarimu Nak''?.lirihnya hampir putus asa.
''Om,kenapa belum tidur''?.Yongi mendaratkan bokongnya tepat disamping Rizal jemari tangannya meraih rokok dan ikut menyulutnya.
''Om ngak bisa tidur''.lirihnya disertai tarikan nafasnya yang berat.
''Ini semua salah Yongi Om,andai saat itu Yongi tidak ceroboh,semuanya tidak akan terjadi seperti ini''.laki-laki itu menarawang jauh,membayangkan saat dirinya hampir mati dihajar bandit,namun Ilham sebagai pemimpin pasukan dengan sigap menyerang bandit yang hampir saja menghabisinya, namun sialnya malah laki-laki itu raip entah kemana''?.''Yongi harap Ilham saat ini baik-baik aja Om''.rokok disela jarinya sama sekali tidak mampu menenangkan hatinya yang resah.hingga berkali-kali kedua laki-laki beda usia itu menyulut rokok yang ada didepan mereka hingga habis.
''Besok adalah pencarian terakhir''.
Rizal menoleh saat mendengar suara seseorang.''Apa maksudnya''?.laki-laki paruh baya itu langsung berdiri dengan wajah memerah karna emosi.
''Maafkan kami Mayor''?.tapi kita sudah hampir satu minggu mencari,tapi hasilnya tetap nihil''.disertai gelengan kepala.
''Apa maksudmu''?.Rizal melangkah cepat,satu tangannya mencengkram kerah seragam yang dikenakan laki-laki yang ada didedannya.
__ADS_1
''Mayor sabar''.Yongi dengan cepat menarik lengan laki-laki itu agar segera melepaskan tangannya dari lehar Kapten 1 itu.
''Uhuk..uhuk''.laki-laki yang biasa dipanggil Kapten Jefri itu langsung terbatuk-batuk saat kerah seragamnya dilepas.''Maafkan saya Mayor,bukan saya tidak mau mencari Kapten Ilham,tapi Mator lihat sendiri,stok makanan kita sudah menipis,mungkin makanan yang ada hanya bertahan sampai besok sore''.
Benar mereka sekarang ada dihutan,dimana mereka bisa mendapatkan bahan makanan''?.
''Jika kita tetap berada disini,itu artinya kita semua akan mati kelaparan,bukan maksud saya egois.tapi anak,istri dan keluarga yang lainnya juga menunggu kami dirumah''.
Apa yang dikatakan laki-laki didepannya benar,para anggota sudah lama berada disini,mereka pasti merindukan keluarga masing-masing,apa lagi kemaren ada angota yang gugur.otomatis angota yang ada disini berniat untuk melayat.dirinya tidak boleh egois.
'Tapi,apa mungkin aku akan meningalkan putraku begitu saja,saat dia membutuhkan uluran tanganku'?.batinnya serba salah.
Rizal hanya berharap semoga besok mereka bisa menemukan putranya,agar hatinya bisa tenang dan tidak perlu lagi menghadapi kehancuran keluarganya yang ditinggalkan.
''Istirahatlah Om,kita butuh tenaga''?.Yongi menepuk pundak laki-laki paruh baya itu pelan,detik berikutnya dirinya langsung melangkah memasuki tenda yang sengaja mereka dirinya beberapa hari yang lalu untuk memudahkan angota melakukan pencarian.
Subuh pukul empat,Rizal sudah bangun dari tidurnya,rasa kawatir dan sebuah keinginan yang besar untuk bisa menemukan putranya membuat laki-laki paruh baya itu abai dengan kesehatannya sendiri.
__ADS_1
Diumurnya yamg sudah hampir setengah abad membuatnya mudah lelah dan tidak bisa sekuat dulu lagi,memang umur tak bisa dibohongi.
Kakinya melangkah mendekati sungai yang berada tak jauh dari sana.''Andai yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan,apa yang mesti Papa lakukan Nak''?.jemari tangannya meremas dadanya yang sesak,bahkan setitik air matanya jatuh tampa bisa iya tahan.
''Ya Allah kenapa aku berpikir buruk''.kepalanya mengeleng untuk mengusir pikiran bodohnya sendiri.''Putraku pasti selamat''.setelahnya Rizal dengan cepat mengambil Wudhu.
Saat ini hanya pada yang maha memiliki kehidupan tempatnya mengadu,dengan peralatan seadanya Rizal langsung melaksanakan sholat subuh setelah menunggu beberapa saat.
Suara tangis lirih dari laki-laki itu membuat sebagian angota yang masih terlelap langsung terjaga.
''Tuhan jangan kau ambil putraku dariku,hamba tau,hamba tidak pantas untuk meminta itu semua,karna enkaulah yang berhak menentukan segalanya,namun hamba mohon lindungilah putra hamba dimana pun iya berada ya Allah.kasihanilah cucu hamba yang masih didalam kandungan,hamba tidak akan kuat ya Allah, jika nanti cucu hamba lahir tampa sosok seorang ayah''.kembali laki-laki itu terisak hingga lidahnya terasa kelu,bahkan doa yang sudah beberapa saat iya panjatkan terhenti,karna dadanya yang begitu sesak.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih.banyak typo.
__ADS_1
Tbc.