Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 32


__ADS_3

''Tok..tok..tok''.


Alin mengetuk pintu kos-kosan Jasmin dengan bertubu-tubi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Didalam.


''Siapa Lan''?.tanya Jasmin yang baru saja selesai mencuci piring dan membersihkan rumah.


''Ngak tau''.balas Wulan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


''Masak iya,Bayu balik lagi''?.gumam Jasmin yang berpikir jika yang kini sedang mengetuk pintu itu adalah Bayu,yang baru saja pamit pulang.beberapa saat yang lalu.


''Buka dulu aja Jas,siapa tau penting''.Wulan yang berada dikamar langsung menyahut.


''Tok...tok...tok''.


Kembali terdengar ketukan dipintu,hingga akhirnya Jasmin melangkah menuju pintu.


''Ceklek''.


Mata Jasmin menyipit saat melihat seorang wanita berpakian minim,kini berdiri didepan pintu kos miliknya.''Maaf,mau cari siapa ya''?.tanya wanita itu dengan nada lembut.


''Boleh kita bicara sebentar''?.Alin menatap Jasmin dari atas sampai kebawah.entah apa yang Abra lihat dari Jasmin''?. karna dilihat dari segi apa pun,dirinya jauh lebih cantik dan seksi dan yang pasti dirinya bisa memuaskan Abra kapanpun laki-laki itu inginkan.


''Maaf,Mbak siapa ya''?.Jasmin menatap wanita didepannya heran.


''Oh,saya temannya Abra,boleh ikut saya sebentar''?.saya mau bicara,ngak gangukan''?.tidak ingin berbasa basi Alin langsung saja mengatakan apa tujuannya datang ketempat ini.


''Siapa Jas''?.Wulan yang baru saja selesai mengenakan pakaian,langsung melangkah mendekati Jasmin yang kini sudah berada diambang pintu.


''Boleh kita bicara berdua saja''?.kembali Alin mengeluarkan suaranya,dirinya sudah sangat tidak betah jika harus berlama-lama disini.


''Oh iya boleh,Lan gue kesana sebentar ya''.


''Kemana''?.


Kemana''?. Jasmin saja bingung,kemana wanita ini akan membawa dirinya''?.


''Kecafe dekat sini saja,ayo''?.


''Kenapa ngak disini saja''?.Jasmin menatap wanita didepannya heran,jika ingin bicara kenapa harus membawa dirinya pergi dari sini''?.bukankah bicara bisa dimana saja''?.


''Disini berisik,kita tidak akan bisa leluasa berbicara''.


Malas berdebat akhirnya Jasmin mengangukkan kepalanya.''Gue pergi bentar''.menatap Wulan sekilas.detik berikutnya langsung melangkah pergi.


''Jas,hati-hati''?.pekik Wulan dari depan pintu.


Jasmin menganguk,kakinya melangkah dan masuk kedalam mobil Alin.


Cafe tempat Jasmin jadian dengan Rian dulu menjadi pilihan Alin,mungkin wanita licik ini sengaja mengajak Jasmin kesini,agar wanita itu kembali mengingat betapa indah masa lalunya bersama Rian.

__ADS_1


''Ayo masuk''.pintanya saat melihat Jasmin hanya diam terpaku.sudut bibirnya menyeringai melihat tatapan sendu Jasmin. wanita itu tau jika sekarang Jasmin merasa Djavu,tapi memang ini yang dirinya mau,Alin mau membuat Jasmin mengingat masa lalunya bersama Rian,hingga cinta Jasmin yang masih tersimpan rapi itu kembali mengebu-gebu,apa lagi setelah Jasmin tau semuanya.


Ah,Alin tidak sabar melihat wajah Jasmin yang hancur. jika tau siapa yang telah menghancurkan hidupnya.


Jasmin mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Cafe,tidak banyak yang berubah,Cafe ini masih tetap sama dan tetap ramai pengunjung.


''Ayo duduk''.tatapan mata Jasmin mengarah pada wanita yang membawanya keCafe ini tadi.


''Kamu mau pesan apa''?.tanya Alin.tatapan matanya menatap Jasmin lekat,entah apa yang ada diotak wanita itu.


''Aku sudah makan Mbak''.jawab Jasmin, memang benar adanya,tadi dikos-kosan dirinya sudah kenyang makan malam bersama dengan beberapa anak kos lainnya,dengan menu indomie rasa ayam bawang.


''Minum mungkin''?.sebanarnya Alin malas harus berbasa basi seperti ini,namun yah, demi Abra,apa boleh buat.


''Tidak,terima kasih''.


''Ok kalau gitu''.tatapan mata Alin beralih pada pelayan.''Mbak saya pesan jus jeruk dua ya''?.sebenarnya Alin memesan minuman karna tidak enak saja duduk dicafe tampa memesan apa-apa.


''Baik Kak,silahkan ditunggu''.pelayan itu langsung berlalu.


''Oh iya,tadi katanya mau bicara,memangnya Mbak mau bicara apa ya''?.


''Jangan pangil Mbak,pangil Alin saja,kita hanya beda satu tahun''.


''Lho,kok tahu''?.memangnya Mbak''?.Eh..Alin maksudnya,kenal sama saya''?.


''Kenal-lah,kitakan satu sekolah''.Alin meraih jus jeruk yang baru saja diantarkan pelayan.


''Maksud Mbak kita satu sekolah''?.


Alin menganguk.''Begitu juga dengan Abra''.


Jasmin mendongak,mendengar apa yang Alin katakan.''Pak Abra''?.wajahnya terlihat terkejut.


Alin memgangguk.''Ya begitulah"?.menyeruput jus jeruk miliknya.''Apa kamu benar-benar tidak mengenal Abra''?.menatap wajah Jasmin lekat.


Jasmin mengelang lemah.''Tidak''.jawaban yang memang benar adanya,karna sungguh dirinya tidak mengenal Abra.


''Apa kau mengenal laki-laki ini''?.menunjuk layar ponsel yang tadi sempat iya otak-atik.


Mata Jasmin menyipit,mengingat-ingat siapa laki-laki yang mengenakan kacam mata didalam foto''?.


''Apa kau mengenalnya''?.


Jasmin kembali mengelang,karna sungguh dirinya tidak mengingat laki-laki yang ada dilayar ponsel Alin.


''Apa kamu pernah mendapatkan coklat,bungga dan juga beberapa hadiah lainnya''?.


Jasmin kembali termenung,mengingat-ingat sesuatu.''Oh''.matanya membulat.


''Apa kamu ingat''?.tanya Alin antusiasi.


''Ya aku ingat,dulu setiap hari pasti aku menerima bungga,coklat dan masih banyak hadiah lain lagi,aku lupa''.matanya menatap Alin.''Apa kau tau siapa yang mengirimkan itu''?.dari dulu sampai sekarang dirinya benar-benar tidak tau siapa pengirim misterius itu.

__ADS_1


''Ya,sangat tau''.Alin mengangukkan kepalanya mantap.


''Siapa''?.Jasmin mendekatkan wajahnya didepan Alin,dari dulu dirinya begitu penasaran dengan pengirim hadiah itu.


''Hei..sayang,kau sedang apa disini''?.entah kebetulan atau memang Abra mengikuti Alin sejak tadi,namun yang pasti kini laki-laki itu ada disana,menatap wajah Alin dengan tatapan membunuh.


''Saya permisi dulu''.Alin dengan cepat berlalu namun sebelum pergi wanita itu menyelipkan sebuah kertas kecil ditangan Jasmin,dari bawah meja.


''Lho,kok buru-buru''?.kita kan belum selesai''.Jasmin menatap Alin heran.


''Maaf ya,aku ada perlu mendadak''.setelah mengatakan itu semua Alin dengan cepat berlari keluar dari cafe.


''Dia kenapa ya''?.Jasmin menatap wanita yang kini sudah menghilang dari pandangannya.


''Siapa sayang''?.


Mata Jasmin menyipit.''Bukannya dia teman Bapak ya''?.


Abra gelagapan,hatinya mengerutu kesal. ingin sekali dirinya membunuh Alin saat itu juga.tangannya terkepal kuat dengan rahang mengeras.


"Kau akan menyesal Alin"?.batinya dengan gigi mengemeletuk kuat.


"Oh,benarkah"?.jawaban Abra membuat kening Jasmin mengernyit binggung.


"Tapi Alin bilang dia mengenal Bapak"?.entah kenapa dirinya merasa curiga dan berpikir jika Abra menyembunyikan sesuatu.


Dan ya..kalau dilihat-lihat Abra begitu mirip dengan laki-laki culun difoto tadi.


"Sayang jalan yuk"?.mengulurkan tangannya.mencoba mengalihkan perhatian Jasmin agar tidak bertanya tentang dirinya dan Alin lagi.


"Kemana"?.


"Kemana saja asalkan bersamamu Mas bahagia"?.Jasmin mengerutkan keningnya saat kata Mas keluar dari bibir Abra.


Abra terkekeh."Ngak apa-apa ya,mangilnya Mas"?.sepertinya Abra tidak mau kalah dengan Ilham.


"Terserah Bapak,asalkan jangan manggil yang aneh-aneh kalau lagi dikantor"?.Jasmin langsung bangkit berdiri.


"Mbak maaf,bayar dulu minumannya"?.


Memalukan sekali,saat keduanya mau beranjak pergi,seorang pelayan berlari mendekati mereka.


"Biar Mas yang bayar"?.Abra mengeluarkan kartu miliknya dan menyodorkan pada pelayan.


"Maaf ya"?.Jasmin mendongak menatap wajah kesal Abra,Jasmin yakin jika sekarang Abra benar-benar malu karna dipangil pelayan cafe.


🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2