Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 48


__ADS_3

''Mau apa dia kesini Lan''?.Jasmin balas berbisik,entah kenapa dirinya menjadi gugup sekarang,bagai mana ini''?.


''Mana gue tau''?.Wulan mengangkat bahunya.''Sudah ayo gue temanin''.sambungnya lagi.


''Tapi Lan''?.entah kenapa kini Jasmin merasa bersalah pada Rian, karna sudah melakukan ini semua.


''Udah buruan kasian''.sambung Wulan lagi,kedua tangannya menarik lengan Jasmin.


Jasmin yang ditarik dengan terpaksa mengikuti langkah Wulan,menuju pohon mangga yang ada disamping rumahnya.


Terlihat disana,Rian bersandar pada pohon mangga,kepalanya mendongak keatas.entah apa yang ada dipikiran laki-laki itu''?.


''Lan''?.Jasmin menghentikan Langkahnya,entah kenapa semakin dirinya dekat dengan Rian kakinya semakin berat untuk melangkah.


''Udah buruan''.mendorong tubuh Jasmin, hungga wanita itu kini berdiri tepat didepan Rian,yang sejak tadi masih mendongak.


Mendengar ada pergerakan disekitarnya perlahan mata Rian terbuka.


''Jasmin''?.pangilnya dengan nada bergetar dan mata berkaca-kaca.


Jasmin yang tak tahan melihat itu semua langsung memalingkan wajahnya.


''Jas,kita kesawah gue aja yuk''?.disini ngak enak dilihat para tetangga''.usul Wulan akhirnya.


Akhirnya Jasmin dan Rian setuju dan ketiganya melangkah menuju sawah milik kedua orang tua Wulan.


''Gue tunggu disini lu bacara aja berdua''.ucap Wulan,jakinya dengan cepat melangkah menuju pondok kecil tempat biasa mereka makan,jika mereka liburan disana.


Jasmin mengangukkan kepalanya,sementara Rian hanya diam dengan tatapan kosong, menatap hamparan padi yang sudah mulai dipanen.kedua tangannya iya jejelkan kedalam saku celana bahan yang iya kenakan.''Kenapa jadi seperti ini''?.kata yang pertama laki-laki ucapkan setelah diam beberapa saat,dengan situasi canggung.


''Maksudnya''?.Jasmin malah bertanya membuat Rian tersenyum masam.


''Apa kau mencintainya''?.


Jasmin diam,karna memang dirinya tak ada rasa dengan Abra.


''Kenapa Diam''?.tanya laki-kaki itu lagi dengan suara dingin.


''Maaf''?.hanya itu yang mampu Jasmin ucapkan. entah kenapa dadanya menjadi sesak,apa yang salah disini''?.kenapa hidupnya semakin rumit''?.


''Apa dia pelakunya''?.


Jasmin tersentak.


''Jawab aku Jasmin''.mengoyang pundak Jasmin.''Kenapa kau hanya diam''?.pekik Rian frustasi.


''Maafkan aku Rian''?.lirih Jasmin dengan lelehan air mata.


''Aaaarrrggg''.Rian mengusap wajahnya kasar.''Kenapa kau menolakku Jasmin''?.menatap wanita didepannya dengan wajah kecewa.''Apa karna aku bukan orang kaya''?.

__ADS_1


''Maafkan aku Rian''?.lirihnya sudah terisak.


''Mbak Jasmin,ada Om Tampan''.


Jasmin keketika menoleh,saat mendengarkan suara Dio.mengusap air matanya cepat.


''Sayang''?.semuanya menoleh kearah suara.


Bahkan Wulan yang sejak tadi berada ditas pondok segera melompat.''Wah,gawat ini mah''.celetuknya.kakinya dengan cepat melangkah mendekati sahabatnya.''Wah Pak Abra emang tampan ya''?.celetuk wanita itu sengaja untuk mencairkan situasi tegang.


Abra yang sejak tadi terpaku melihat penampilan Jasmin,seketika menoleh pada Wulan.


''Buk''.


Satu hantaman mendarat diwajah tampan laki-laki itu.


''Rian''???.pekik Wulan dan Jasmin secara bersamaan.


Abra menoleh,matanya menatap Rian tajam.kakinya dengan cepat melangkah mendekati Rian satu tangannya mencengkram kerah kemeja hitam yang laki-laki itu kenakan.''Apa masalahmu''?.pekiknya penuh emosi.


''Buk''.


Menghantam rahang Rian membuat Jasmin dan Wulan lagi-lagi terpekik.


''Pak,sudah''?.pintanya saat melihat Abra dan Rian lagi-lagi mengepalkan tangan dan siap melayangkan tinju.


''Ada apa dengan anda Pak Adrian''?.senyum mengejek terbit dibibirnya.


''Bruk''?.


Rian mendorong dada Abra,hingga cengkraman kerah kemejanya terlepas.detik berikutnya laki-laki itu tertawa putus asa.''Apa kau pelakunya''?.kepalanya menoleh menatap Abra lekat,senyum membunuh terbit dibibir tipis peria itu.


''Apa maksud anda''?.Abra terlihat binggung.


''Sudah Pak ayo kita pergi dari sini''.Jasmin menarik lengan calon tunangannya itu menjauh dari Rian.


Itu semua iya lakukan agar Rian tidak sampai kecoplosan dan mengunkit masa lalunya.


''Jasmin jangan pergi''?.Rian menarik lengan wanita yang mengunakan hijap itu cepat.


''Lepas''.pinta Abra,matanya menatap lengan calon istrinya yang digangam Rian.


''Jas tolong jangan pergi sayang,menikahlah denganku,Jasmin bukankah kita saling mencintai''?.Jasmin hanya diam terpaku, lidahnya kelu bahkan untuk berkata sepatah katapun dirinya tak mampu.


Mendengar apa yang Rian katakan Abra tersenyum sinis.detik berikutnya laki-laki itu bersuara.''Miris sekali kau ini''?.ejeknya menatap Rian pogah.


''Diam kau bajingan''?.Rian melangkah cepaten mendekati Abra.''Kau jangan senang dulu,suatu saat nanti kupastikan kau akan menangis''.setelah mengatakan itu semua Rian langsung melangkah pergi menjauh.


Mendengar apa yang Rian katakan entah kenapa hati Abra rasanya was-was.namun lagi-lagi hati kecilnya mencoba mengatakan semuanya baik-baik saja.

__ADS_1


''Sudah ayo balik,lama-lama disini ntar datang siluman''.celetuk Wulan membuat lamunan Jasmin dan Abra buyar.


''Ayo''.Abra meraih jemari wanita berhijap itu dan membawanya melangkah menuju rumah Jasmin,karna kebetulan Mamanya juga ada disana,dirinya bela-belain libur kerja hanya untuk bertemu wanita pujaan hatinya,eh..pas sampai dirumah Jasmin''!.wanita itu malah ngak ada,saat dicari malah melihat pemandangan yang membuat dadanya sesak.


''Eh,sayang dari mana saja''?.Sopia berlari mendekati Jasmin saat melihat calon menantunya itu baru saja memasuki rumah.


''Tadi ada perlu sebentar Ma''.jawab Jasmin pendek,jemari tangannya meraih tangan Sopia dan menciumnya dengan takzim.


''Lho,itu pipi kamu kenapa sayang''?.Sopia terpekik saat melihat pipi putranya yang biru bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


''Oh,ini Ma.tadi Abra jatuh''.jawab laki-laki itu berbohong.


''Jangan bohong sama Mama,kamu bertengkar sama siapa''?.Sopia menyentak tangan putranya yang menutupi luka dibibirnya.


''Biasalah Ma,namanya juga laki-laki''.jawab laki-laki itu sambil meringis saat Sopia menekan lukanya kuat.


''Sakitkan,katanya biasa''?.omel wanita paruh baya itu,wajahnya terlihat cemas dan kesal.''Sayang,Mama pinjam kotak obat sebentar''.


''Iya sebentar Jasmin ambil Ma''.wanita itu dengan cepat melangkah menuju kamar miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain.


''Lagi ngapain ''?.Yongi menepuk punda atasan sekaligus sahabatnya itu,sejak mereka berada disana dirinya melihat laki-laki itu selalu melamun.


Ilham menoleh.''Ngak ada,lagi duduk aja''.jawabnya dengan nada lesu.entah kenapa sejak tadi pagi hatinya was-was tak tau karna apa"?.


"Yang lain mana"?.sambungnya lagi.


"Ada dibarak"?.jawab Yongi sambil mendaratkan bokongnya disamping Ilham.''Pak Kapten Ilham ini yakin banget kayaknya sama Jasmin"?.sambung laki-laki itu lagi pada atasannya itu.


"Entah,sulit kujelaskan"?.jawabnya diiringi tarikan nafasnya yang panjang.


"Tapi tadi barusan Bayu ngasi kabar, besok acara pertunangan Jasmin".


Ilham menarik nafasnya panjang."Gue tau"?.wajahnya terlihat lelah dan menyimpan banyak beben.


"Trus bagai mana dengan lu"?.Kapten Ilham yang bucin"?.ledek Yongi disertai kekehan.bukan maksudnya mentertawakan penderitaan Ilham,namun dirinya tak ingin melihat atasannya itu melamun sepanjang hari,seperti ini.


''Entahlah''.tatapan matanya pokus menatap hamparan bintang yang ada dilangit.


🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2