Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 71


__ADS_3

''Jasmin,boleh bicara sebentar''?.


Umi Arum dan Jasmin seketika menoleh kesumber suara.


Rian,kini laki-laki itu sedang berdiri disana dengan setelan koko berwarna wardah,tampa peci.


''Pergilah Nak''.mengusap pundak Jasmin lembut.''Itu siapa''?.tunjuknya pada Wulan,sehingga Wulan melangkah mendekati dirinya dan menyalami tangan wanita itu dengan sopan.


''Saya Wulan Ibu''.jawabnya singkat.


Umi Arum terkekeh.''Pangil Umi saja Nak''?.pintanya yang dianguki Wulan.''Sana temani mereka berbicara''.pintanya.''Supaya jangan jadi fitnah''.sambubnnya lagi,disertai senyum lembut miliknya.


''Kami pamit Umi''?.pamit Bayu setelah menyalami Umi Arum dan diminta wanita paruh baya itu memangilnya Umi,hingga akhirnya keempat manusia itu melangkah menuju taman.


''Siapa Bang''?.sapa adik sepupunya Rian,tatapan matanya menatap Jasmin dan Wulan secara bergantian.


''Teman Abang,ya sudah Abang permisi''?.


''Boleh kenalan ngak Bang''?.sambung Abg labil itu lagi,hingga membuat Rian mendengus kesal.


''Elah bocil,sekolah dulu yang bener''?.celetuk Bayu membuat remaja itu mencabik kesal.


''Bang Andri ikut ya''?.pintanya membuat Rian menghentikan langkahnya.


''Jangan ikut,tetap disana atau Abang akan menghukummu''.wajah dingin dan serius Rian membuat Bocah sembilan belas tahun itu menurut.


''Ayo duduk''?.pinta Rian pada Jasmin setelah mereka sampai ditaman tempat biasa Rian termenung,sementara Wulan dan Bayu melangkah mengelilingi taman.


''Eh iya''.langsung mendaratkan bokongnya tepat disamping Rian.


''Maaf''?.kata yang pertama kali Rian ucapkan setelah keduanya duduk dan diam beberapa saat.


Jasmin menoleh.''Untuk''?.


''Untuk kesalah fahamanku selama ini''.katanya,disertai tarikan nafasnya yang panjang.


Jasmin tersenyum masam.''Bukan salahmu''.matanya menatap hamparan bungga yang ada didepan matanya dengan tatapan biasa saja,perasaan yang biasanya mengebu-gebu pada Rian,kini menjadi biasa saja.entah karna apa''?.

__ADS_1


''Aku masih mencitaimu''.


Jasmin menoleh sekilas,jika dulu mendengar Rian mengatakan cinta pada dirinya hatinya akan bahagia,kini entah kenapa menjadi biasa saja,kata-kata Rian seolah-olah angin lalu baginya.


Rian tersenyum masam melihat Jasmin tak merespon apa yang iya katakan.''Aku sudah berusaha untuk meminta restu sama Umi untuk menikahimu,tapi Umi merasa tidak enak,karna aku sudah meminang anak dari sahabat Abi''.Rian menoleh sekilas pada Jasmin.''Jujur aku terpaksa melakukan ini semua''.sambungnya lagi disertai tarik nafasnya yang berat.


Jasmin diam.tatapan matanya menatap kupu-kupu yang berterbangan ditaman.''Kita tidak berjodoh,aku harap kamu jangan mengangap sebuah pernikahan adalah sebuah keterpaksaan''.menoleh sekilas.''Menikah bukan hanya mengukir janji pada pasangan,tapi juga pada Allah''.nasehatnya bijak.


''Tapi aku cintanya sama kamu Jasmin''?.mencoba meraih tangannya Jasmin,namun wanita itu dengan cepat mengelak.''Menikahlah denganku,setelah aku menikahi wanita pilihan Umi''!.


Apa yang diucapkan Rian mempu membuat Jasmin mengaga tak percaya.''Kau gila ya''?.bangkit berdiri dari duduknya,matanya menatap Rian tajam,sungguh dirinya tidak menyengka Rian akan berbicara seperti itu padanya,Rian pikir dirinya wanita yang tidak punya hati.


''Ya,aku gila karnamu''.balas Rian tak kalah lantang.


''Eh kalian kenapa malah bertengkar''?.Wulan dan Bayu dengan cepat melerai kedua manusia beda jenis itu,karna jika dibiarkan keduanya akan membuat situasi pesta menjadi ricuh.


''Jas,aku serius''?.Rian menatap Jasmin dengan wajah memelas.suangguh menikahi wanita pilihan Uminya adalah sebuah keterpaksaan bukan mau dirinya,namun apa yang bisa iya lakukan jika Uminya sudah mengancam akan membuang dirinya dari KK jika sampai dirinya tidak patuh pada kedua orang tuanya.


Jasmin tak menjawab,kakinya dengan cepat melangkah melewati Rian dan masuk kedalam rumah.


Saat dirinya berada diambang pintu bertepatan dengan Abra yang akan melangkah menyusul mereka ditaman.situasi hatinya yang sudah buruk kini menjadi semakin buruk.


''Ah,ini dia Jasminnya''.tatapan Jasmin beralih pada wanita paruh baya yang ada disamping Abra.''Dicariin dari tadi sama nak Abra''.menepuk pundak Abra lembut.''Ya sudah Umi tingal dulu''.pamitnya


''Iya Umi''?.jawab semuanya serentak.


''Oh iya,Rian mana''?.menoleh kekiri dan kekanan saat melihat putranya tak ada disana.


''Oh itu Umi,dikursi taman''.menunjuk seorang laki-laki yang kini masih duduk dikursi taman dengan kepala menunduk,entah apa yang laki-laki itu lakukan.


''Oh iya itu dia.biar Umi panggil dulu,buat siap-siap,sebentar lagi acara akan dimilai''.semuanya menganguk,termasuk Abra yang berubah darastis menjadi laki-laki manis super sopan.


Setelah kepergian Arum semua yang ada disana melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah.termasuk Abra,meskipun Jasmin masih terlihat cuek dengan dirinya laki-laki itu sama sekali tidak perduli dirinya akan berusaha terus mendapatkan hati dan cinta Jasmin.


...****************...


Sementara Ditaman.

__ADS_1


''Rian''?.pangil Umi dengan nada lirih,wanita patuh baya itu tau apa yang sekarang putranya rasakan,bukan maksud memaksakan kegendak.namun jika memutuskan hubungan pertunangan dengan anak sahabat suaminya itu,itu sama saja mencari musuh,sahabat suaminya akan marah besar dan yang pasti tidak akan pernah bisa sedekat sekarang ini lagi.


Itu yang iya takutkan,dan Arum yakin seiring berjalannya waktu Rian akan bisa mencintai istrinya,lagi pula wanita pilihan mereka tidak buruk,meskipun lebih cantik Jasmin.


''Jangan seperti ini nak''?.mengusap pungung kokoh putranya lembut.


''Rian ngak bisa Umi''?.tangisnya pecah saat Umi Arum menarik laki-laki itu kedalam dekapan.


''Sabar nak,jodoh maut,allah yang menentukan''.nasehat Umi dengan nada lembut.


''Tapi kenapa harus dengan cara seperti ini Umi''?.membenamkan kepalanya didada Umi Arum.


''Ini takdir Nak,ya sudah ayo masuk.sebentar lagi kita akan kemesjid untuk acara ijap qabul''.mengusap air mata putranya lembut.''Ayo,jangan cengeng''.pintanya lagi.


...****************...


Waktu berlalu begitu cepat kini semua keluarga sanak saudara sudah berkumpul dimesjid yang tak jauh dari rumah mempelai wanita.


Sementara Jasmin,wanita itu memutuskan untuk tidak ikut kemesjid karna takut akan mengangu kelancaran acara.


Jasmin memilih untuk tetap dirumah Rian, bantu-bantu warga yang bergotong royong memasak dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya.


''Jas,lu yakin ngak mau ikut''?.tanya Wulan yang sudah siap akan pergi kemesjid.


Jasmin mendongak.''Iya''.jawabnya singkat.''Gue bantu-bantu disini saja''.sambungnya lagi.''Mas kalau mau pergi kemesjid,pergi aja''.pintanya,agar Abra tak lagi mengikuti kemana pun dirinya pergi.


Karna apa yang dilakukan Abra sungguh membuatnya merasa risih dan sungkan dengan orang-orang yang menatap dirinya dan Abra aneh.


''Mas disini saja''.kakinya dengan cepat melangkah mengikuti langkah Jasmin yang kini ingin mengangkat panci dan membawanya keatas kompor,namun belum sempat wanita itu melakukannya Abra sudah lebih dulu merebut panci yang akan iya ambil dari atas meja.


''Biar Mas saja,ini mau dibawa kemana''?.tanya laki-laki itu dengan wajah serius,meskipun didalam hatinya kini mengerutu kesal.


''Pak Abra yuk kemesjid aja,soalnya disini ngak ada laki-laki,apa Bapak ngak malu kalau nanti hanya bapak sendiri yang laki-laki''?.


🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2