Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 97


__ADS_3

"Mama mau kemana"?.Jasmin langsung berdiri dari duduknya saat melihat Mama mertuanya sudah rapi dan bersiap akan pergi.


"Oh itu,Mama ada perlu sebentar".jawab Ambar gugup,karna sebetulnya wanita paruh baya itu berniat menjemput suaminya yang pulang hari ini.


"Tante ayo,nanti Om keburu sampai"!.


Pundak Ambar merosot,tatapan matanya menatap Danu tajam.membuat laki-laki itu mengaruk kepalanya karna binggung.


"Jasmin ikut Ma,sebentar"?.dengan cepat wanita itu berlari menuju kamar.


"Jangan lari-lari Nak,nanti jatuh"!.jeritnya dengan wajah meringis.


Setelah memastikan Jasmin masuk kedalam kamar,Ambar langsung menatap Danu tajam."Kan Tente udah bilang,jangan berisik"?.ketusnya.


"Maaf Tante,Danu kecoplosan"?.lirihnya tersenyum cangung.


"Isss...dasar kamu itu,kalau udah begini mau gimana lagi"?.


"Ayo Ma"?.belum selesai Ambar mengomeli Danu,tau-tau Jasminnya sudah berdiri didepan mereka.


"Iya ayo".jawab Ambar dengan nada lesu.mau gimana lagi kalau sudah begini,bukan dirinya tidak suka Jasmin ikut,tapi dirinya takut jika Ilham masih belum ditemukan,apa yang akan terjadi nanti"?..


Tadi malam Rizal hanya mengatakan jika mereka akan pulang hari ini dan helikopter yang membawa mereka akan mendarat sore nanti,saat dirinya bertanya tentang Ilham Rizal sama sekali tidak menjawab,laki-laki paruh baya itu justru memutuskan sambungan telfon.


Didalam mobil semuanya hanya bungkam,tidak ada satu pun yang besuara,semuanya hanya sibuk dengan pikiran masing-masing,hingga suara Danu memecahkan kesunyian.


"Tante kita berhenti di pom bensin sebentar".


"Iya"?.jawab Ambar singkat.

__ADS_1


Sementara Jasmin masih berdiam diri, tatapan matanya menatap keluar jendela.


Menatap banyaknya mobil berlalu lalang,pandangannya boleh disana,tapi hatinya kini entah ada dimana.


'Kamu pasti menepati jajimu untuk pulang kan Mas'?.berkali-kali hatinya mengumamkan kata yang sama.


"Mau minum sayang"?.Jasmin menoleh saat pundaknya disentuh.


"Jasmin ngak haus Ma"?.jawabnya disertai gelengan kepala


"Gimana Tente mau"?.Danu yang masih berdiri dikios kecil yang ada disamping Pom bensin kembali bertanya.


"Belikan aja sekalian sama cemilan"?.


Danu menganguk."Pak air mineralnya tiga, sekalian sama ini"?.menyodorkan beberapa cemilan kepada sipedagang.


"Berapa Pak"?.


Danu meraih plastik yang disodorkan pemilik warung."Ini Pak"?.menyodorkan uang pecahan seratus.


"Empat lima lagi ya Mas"?.


"Iya Pak,makasih"?.meraih uang kembalian. detik berikutnya laki-laki tampan itu langsung melangkah kembali menuju mobil.


"Ini Tante"?.memutar tubuhnya dan menyodorkan plastik kepada Ambar,setelah mengambil satu botol air mineral untuk dirinya.


"Makasih Nak"?.


Danu memganguk,jemari tangannya sibuk membuka penutup botol setelah berhasil terbuka,laki-laki itu langsung menenggaknya.

__ADS_1


"Minum sayang"?.Ambar membukakan minuman untuk Jasmin kemudian menyodorkannya


Jasmin menoleh."Jasmin ngak haus Ma".


"Minum sayang ini panas,cucu Mama pasti kehausan".kekeh Ambar.


Mendengar anaknya disebut membuat Jasmin dengan cepat meraih botol yang mertuanya sodorkan


Danu yang ada didepan melirik Jasmin dari kaca sepion mobil,sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman,sementara kedua tangannya pokus menyetir mobil hingga beberapa menit kemudian mobil yang laki-laki itu kendarai sampai diparkiran bandara khusus untuk pasukan militer.


"Jasmin tunggu Nak"?.Ambar dengan cepat berlari saat melihat menantunya dengan bepat berlari memasuki lapangan.


"Jangan lari-lari sayang,ingat kamu sekarang lagi hamil"?.Ambar menarik nafas lega saat melihat langkah kaki menantunya kini mulai melambat."Ayo sama Mama"?.meraih lengan menantunya dan membawanya memasuki lapangan.


Ambar mengedarkan pandangan keseluruh lapangan"Apa belum sampai"?.tanya wanita paruh baya itu pada seorang wanita muda yang mungkin juga sedang menunggu suaminya pulang.


"Belum Bu"?.jawabnya ramah.


"Duduk disana dulu yuk sayang"?.menunjuk kursi yang tak jauh dari mereka berdiri sekarang.


"Jasmin disini aja Ma"?.Ambar menarik nafasnya panjang.


"Ya sudah"?.jawab wanita paruh baya itu akhirnya,bahkan dirinya juga ikut berdiri diterik panasnya matahari sore.


'Apa yang harus aku katakan nanti jika seandainya"?.batin Ambar disertai gelengan kepala.'Aku tidak boleh berpikir buruk tentang putraku'.


🍇🍇🍇🍇🍇


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.


Tbc.


__ADS_2