Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 54


__ADS_3

Bintang yang diminta Ilham untung mengunjungi Jasmin,dengan cepat menyetujui permintaan Abangnya itu,selain dirinya merindukan Jasmin Bintang juga ingin bermain gitar lagi dengan Dio.


Namun saat sampai didepan gang rumah Jasmin,gadis remaja itu benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang iya lihat.


''Acara apa ini''?.gumamnya pelan.kakinya dengan cepat melangkah mendekati rumah Jasmin.


Matanya membulat semburna dengan mulut mengega,saat melihat wanita yang dicintai Kakaknya sedang bertukar cincin dengan laki-laki lain.


''Kak''??.Bintang memangil Jasmin dengan suara yang meninggi,hingga semua yang ada disana menatap remaja itu heran.


''Kenapa Kakak lakukan ini''?.air matanya bahkan sudah menetes membasahi wajahnya yang kesal.


''Bintang''?.kaki Jasmin yang ingin melangkah akhirnya urung saat lengannya ditarik Abra, hingga dengan terpaksa wanita itu kembali berdiri disamping Abra.namun matanya tak lepas menatap Bintang yang kini terlihat begitu kecewa dengan dirinya.


"Suatu saat kau akan tau apa yang Kakak lakukan Bintang"?.batinnya,mencoba untuk mengontrol gejolak hatinya yang ingin mengibaskan cengkraman tangan Abra dan berlari meraih tubuh ringkih Bintang.


"Kakak jahat"?.setelah berkata seperti itu Bintang langsung berlari meningalkan pesta dan masuk kedalam mobil yang membawanya tadi."Jalan Pak"?.pintanya pada sang sopir.


"Baik"?.mobil melaju meningalkan Jasmin yang kini masih menatap sendu mobil yang mulai menjauh meningalkan rumahnya.


"Maafkan Kakak Bintang"?.batinya merasa bersalah.


Acara berlanjut dengan menjamu para tamu yang datang,hingga tepat pukul satu siang acaranya selesai.


"Sayang ayo pulang"?.ajak Sopia pada putranya,ini entah sudah yang keberapa kalinya Sopia membawa Abra pulang,namun laki-laki itu tetap bergeming.


Mambuat Sopia kesal sendiri dan ingin menikahkan putranya itu sekarang juga."Pa nikahkan Abra langsung aja Pa kalau begini caranya"?.


"Jangan Mama"?.kata penolakan itu spontan keluar dari bibir Jasmin,hingga kini tatapan orang-orang tertuju pada dirinya.


"Maksudku jangan sekarang Mama"?.sambungnya lagi gugup.


"Oh,kirain"?.Sopia menarik nafasnya lega.


"Tapi apa yang Mama katakan benar lho sayang,lebih baik kita langsung menikah"?.Abra menyahut dengan semangatnya."Iya kan Ma"?.sambungnya lagi


Sopia menganguk,tapi tidak dengan Adlan.laki-laki paruh baya itu tau,jika calon menantunya tidak mengiginkan ini semua terjadi.dirinya tau itu.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya"?.Adlan bukan orang yang bodoh.iya seorang pengacara,dirinya tau memembaca mimik wajah seseorang.termasuk Jasmin.


"Ngak,aku ngak mau.bagai mana ini"?.Jasmin memutar otaknya untuk mencari ide bagai mana caranya menolak pernikahan ini,dirinya tidak boleh terjebak dengan perangkapnya sendiri.tidak boleh"?.


"Bagai mana kalau dua bulan lagi Ma"?.kata itu meluncur begitu saja,dua bulan"?. ya dua bulan,itu lebih baik dari pada sekarang,paling tidak waktu dua bulan bisa iya gunakan untuk mencari tau siapa pelaku pemerkosaan itu.


Jika memang terbukti bukan Abra pelakunya mungkin tak ada salahnya dirinya menerima Abra sebagai pendamping hidupnya,seperti apa yang pernah Wulan katakan.dirinya harus mencari pendamping hidup,lagian tak mungkin dirinya hidup sendiri terus.lagi pula kedua orang tua Abra memperlakukan dirinya dengan baik.tapi jika memang Abra terbukti bersalah"!.entah pembalasan yang seperti apa nanti yang akan iya berikan"?.yang jelas pembalasan yang akan membuat Abra terpukul.


"Yah..lama sayang"?.keluh Abra membuat Adlan terkekeh.


"Sabar Ra"?.laki-laki paruh baya itu menepuk pundak putranya pelan.


"Iya sayang sabar,lagian baru aja tunangan, masak langsung nikah"?.akhirnya Sopia mencoba memberikan pengertian pada putranya itu.


Abra menatap Mamanya dengan wajah masam.''Kan ngak masalah Ma,ada juga orang nikah ngak pakai acara tunangan''?.


''Hey,Pak Abra kok ngebet banget''?.tiba-tiba Wulan berdiri tepat ditengah-tengah mereka.


Jasmin menarik nafasnya lega,jika sudah ada Wulan begini,isya Allah semuanya akan aman.


''Yuk Pak makan dulu,bahas masalah nikahnya nanti,setelah dua bulan kemudian''?.Wulan langsung menarik lengan Abra menuju meja prasmanan.


''Makan Pak, jangan diam saja''?.Wulan menarik satu buah kursi dan mendudukkan Abra disana,detik berikutnya wanita itu juga ikut duduk.


''Mau makan apa Pak,biar Wulan yang cantik jelita ini ambilkan''.celetuknya,disertai kerlingan mata.


''Ck''.Abra berdecak.


Wulan tau laki-laki itu sedang kesal sekarang, namun Wulan tidak pedulu,mau ditendang juga ngak apa-apa,asalkan sahabatnya tidak terjebak pernikahan dengan Abra sekarang.


''Nah ini Pak,ikan bakar kakap super duper enak,banyak gizinya lagi''.kakinya melangkah dengan semangat mendekati meja yang menyajikan bebagai macam makanan.


''Mau kemana Pak''?.


Abra melirik laki-laki yang ada dibelakangnya.''Ck''.Bayu mau apa laki-laki itu''?.dirinya ingin membujuk Mamanya agar mereka segera dinikahkan,Abra tak mau menunggu lebih lama lagi,jika pernikahan mereka bisa lebih dipercepat,menunggu dua bulan itu cukup lama menurut Abra,iya tidak mau itu.


''Mau kemana Pak,ini nasinya udah saya ambilin,sebakul lagi''.Wulan membawa dua piring nasi lengkap dengan lauknya.''Bapak tunggu disini,saya pangil Jasmin''?.meletakkan piring yang ada ditangannya,kemudian melangkah mendekati Jasmin.

__ADS_1


Sementara Bayu tetap berdiri disamping meja Abra seperti kacung.


''Makan Pak,jangan diliatin aja,enak lho''.ucap Bayu,kaki laki-laki itu melangkah,detik berikutnya langsung duduk disamping Abra.


''Tente ayo kita makan dulu,pasti belum makan-kan''?.


Sopia menoleh,begitu juga dengan kedua orang tuanya yang menatap wanita itu aneh.


''Oh iya ayo,kamu benar Tante belum makan lapar sekali''.Sopia langsung berdiri dari duduknya.''Ayo Pa,kita makan dulu''.meraih lengan suaminya.detik berikutnya tatapan wanita paruh baya itu beralih pada kedua orang tua Wulan dan Jasmin.''Ayo kita makan sama-sama''?.sambungnya yang dianguki semua yang ada disana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain.


''Lho,sayang kamu kenapa''?.Ambar Mamanya Ilham melangkah mendekati putrinya saat melihat anak bungsunya itu masuk kerumah sambil menangis.


''Mama''?.Bintang semakin meraung,membuat Ambar semakin binggung.


''Cerita sama Mama,ayo duduk dulu''?.menuntun putrinya untuk duduk disofa yang ada diruang tamu.


''Lho Bintang kenapa''?.Safrizal Papanya Ilham dan Bintang menatap putrinya heran.


''Tau nie,pulang-pulang langsung nangis''.Ambar mengusap pipi putrinya.''Kenapa,cerita sama Mama''?.


''Gini Ma''!.akhirnya Bintang menceritakan apa yang tadi iya lihat.


Ambar melirik suaminya,sudut bibir sepasang suami istri itu tertarik,lucu sekali melihat tingkah Bintang,kenapa masnya yang patah hati,justru malah bintang yang meraung''?.


Lagi pula biasanya Bintang tak pernah perduli dengan wanita yang dekat dengan Ilham''?.ada apa dengan putrinya''?.


''Tumben,biasanya ngak pernah perduli sama teman wanitanya Mas-mu''?.tanya Papa Rizal sambil menahan senyum saat melihat mata putrinya yang mendelik tajam.


🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2