
"Abang ikut kekota ngak''?.tanya Yongi saat melihat atasannya itu hanya diam saja,bahkan sedari tadi Ilham hanya berdiam diri dibawah sebuah pohon,entah sedang memikirkan apa''?.
Ilham menoleh.''Abang ikut''?.jawabnya sambil bangkit berdiri dan melangkah mendekati truk yang akan membawa mereka pergi kekota.
''Ada masalah Bang''?.tanya seniornya yang bernama Aldo.
Ilham mengeleng,senyum keterpaksaan terbit dibibirnya.''Tidak ada''.jawabnya siangkat.
Mobil truk melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang hanya bisa dilewati satu buah truk.sebulan sekali memeng mereka turun kekota untuk belanja semua kebutuhan bulanan.
''Ada apa''?.Yongi menepuk pundak sahabat sekaligus atasannya itu.''Cerita sama gue kalau ada apa-apa Bang''?.matanya menoleh kebelakang truk memperlihatkan gelapnya waktu sore didalam hutan.
Ilham menarik nafasnya panjang,jemari tangannya mengengam smartphone miliknya''Entah lah''.jawabnya pelan.
''Jasmin''?.tebak Yongi membuat laki-laki manis itu menganguk.
''Kayaknya hati Abang udah nyangkut banget sama dia''.ledek Yongi disertai kekehan.
''Mungkin''?.jawabnya dengan wajah datar.tatapan matanya lurus menatap jeniornya yang ada didepan dirinya.
Yongi langsung tergelak."Waw l..rekor muri"?.celetuknya masih disertai kekehan."Tapi ngak aneh sih,orang Jasminnya cantik gitu,gue juga mau kali"?.sambungnya lagi,jemari tangannya menepuk-nepuk pundak Ilham,membuat laki-laki itu kikuk dan mengaruk kepalanya yang mendadak canggung.
"Kapan ngelamar nie"?.Ilham tersenyum masam mendengar pertanyaan Yongi.
"Itu masalahnya"?.
Yongi mengerutkan keningnya bingung."Maksudnya"?.meraih rokok yang yang ada dikantung celananya."Ini"?.menyodorkannya pada Ilham dan langsung diraih laki-laki itu dan menyulutnya dengan mancis.
"Dio sudah tunangan"?.jawab Ilham pendek.
"Uhuk...uhuk..".mendengar apa yang Ilham katakan sontak membuat Yongi tersedak.
"Abang serius"?.
Ilham menepuk lengan laki-laki itu."Pelankan suaramu"?.matanya mendelik tajam.
Yongi terkekeh."Maaf Bang kecoplosan,abis kaget"?.cengirnya sambil mengaruk kepalanya yang mendadak gatal.
Ilham menghisap nikotin yang ada disela-sela jemarinya dalam.dan menghembusnya secara perlahan.
"Sabar Bang,sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan"?.menepuk pundak kokoh atasannya itu,sebagai bentuk dukungan.
Ilham mengangukkan kepalanya mencoba untuk berpikir optimis.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong,Abang tau dari mana dia udah tunangan"?.tanya Yongi sambil menghisap rokok yang ada disela-sela jarinya.
Ilham kembali menarik nafasnya panjang."Dari Bintang".sudut bibir Ilham tertarik saat mengingat bagai mana Bintang meraung saat dirinya menelfon dan Bintang menceritakan apa yang iya lihat.namun melihat kesedihan Bintang membuat Ilham bahagia dan semakin bersemangat untuk mendapatkan Jasmin.
Yah..Ilham tidak akan pernah menyerah meskipun wanita itu sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, Ilham tetap yakin jika jodoh tak akan kemana.
Truk yang mereka tumpangi sampai disebuah kota,beberapa angota sudah keluar dari truk diikuti Ilham dan juga Yongi.
"Abang nginap dimana"?.tanya laki-laki itu saat melihat Ilham melompat turun duluan dari truk.
"Dibarak"?.jawabnya singkat.
"Trus Abang sekarang mau kemana"?.herannya.
"Keluar sebentar ada perlu"!.meraih tas punggung miliknya dan menyampirkannya dibelakang,detik berikutnya laki-laki gagah itu langsung melangkahkan kakinya menuju jalanan kota.
"Aku ikut Bang"!.Yongi berlari mengikuti atasannya itu."Abang mau kemana emangnya"?.
"Mau ketoko,ada sesuatu yang ingin Abang beli".jawabnya.
Yongi mengangukkan kepalanya.kakinya setengah berlari mengikuti Ilham yang sudah melangkah duluan."Makan dulu yuk"?.ajaknya"Lapar banget gua Bang"?.mengusap perutnya yang sudah mulai keroncongan minta diisi.
Ilham mengangukkan kepalanya,kerna perutnya juga sudah lapar,karna memperjungkan cinta juga butuh tenaga.Kaki laki-laki gagah nan manis itu langsung melangkah menuju sebuah warung makan.
"Iya nie Dek"?.bukan Ilham yang menjawab, melainkan Yongi yang menjawab disertai senyum maut khas miliknya.
Wanita didepannya tersenyum kecut,karna lain yang ditanya,lain yang menjawab."Mas Ilham mau pesan apa"?.kakinya melangkah mendekati Ilham yang kebetulan sudah duduk,tas yang sejak tadi iya bawa laki-laki itu letakkan dikursi kosong yang ada disampingnya.
"Nasi ples,ayam bakar Adek.seperti biasa"?.lagi-lagi Yongi yang bersuara,mambuat wanita bernama Melati itu mendengus kesal.
"Melatikan nanyak Mas Ilham,kenapa yang jawab Bang Yongi"?.kesalnya dengan wajah cemberut.
"Sama aja Dek,Mas Ilhamnya jangan digangu sudah ada yang punya"?.menepuk-nepuk pundak Ilham lembut."Yang punya galak Dek,teman Abang aja pernah dikarate tangannya,hampir patah"?.benar apa yang Yongi katakan mengingat kekasihnya Mayang pernah mendapatkan amukan dari Jasmin saat kekasihnya itu menuduh Jasmin sebagai pelakor.
Melati meneguk salivanya kasar,tubuhnya bergidik ngari."Serius Bang"?.tanya wanita manis itu dengan wajah pias.
Yongi mengangukkan kepalanya,tanda membenarkan apa yang tadi iya katakan."Ya benar,tanya aja langsung sama orangnya"?.Yongi menyikut lengan Ilham."Benar ngak Bang"?.
Ilham menganguk,membenarkan apa yang bawahannya itu katakan.karna Jasmin memang sejago itu tentang bela diri.wanita seperti Melati akan remuk jika wanita itu sudah mengamuk.
Namun pertanyaannya"!.mungkinkah Jasmin akan mengamuk hanya untuk memperjuangkan dirinya.
Ilham mengelangkan kepalanya,membuang pikiran konyolnya sendiri."Buruan siapkan pesanan kami berdua"?.pintanya tampa senyum membuat nyali Melati langsung ciut.kaki wanita itu dengan cepat melangkah menjauhi Ilham dan juga Yongi.jemari tangannya dengan cekatan menyiapkan pesanan kedua tentara itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain.
Jemari tangan Jasmin bergetar membaca buku kecil yang ada ditangannya,sejak pulang dari rumah Abra wanita itu mengurung dirinya dikamar,berkali-kali Bayu mau pun Wulan memangil dirinya meminta wanita itu membukakan pintu.namun Jasmin tetap bergeming didalam kamar.
"Gimana dong ini"!.Wulan mondar-mandir didepan pintu kamar sahabatnya itu,sudah hampir dua jam Jasmin berdiam diri didalam kamar.membuat wanita itu benar-benar kawatir.
Setiap kali dirinya meminta bukakan pintu,Jasmin selalu menjawab.
"Gue pengen sendiri"?.
Namun kata itu mampu membuat Wulan ketakutan dan kawatir.
Sungguh.
"Bay,gimana dong ini"?.mengoyang-gotang pundak Bayu membuat laki-laki itu tersedak ludahnya sendiri.
"Idih Lan,gue bisa mati ini"?.keluhnya sambil menepis tangan Wulan yang mencengkram pundaknya.
"Tapi ini gimana Bay"?.
"Pppyyyaaarrr"?.
"Allah huakbar"?.Wulan langsung terlonjak kaget,saat mendengar benda pecah yang sengaja dibanting.
"Jasmin buka pintunya Jas,jangan begini"?.tangis wanita itu pecah,karna terlalu kawatir."Jangan gini Jas"?.tubuhnya langsung luruh dilantai,berselonjoran dan meraung disana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam.
Jasmin mengeluarkan semua barang-barang hantaran yang Abra antarkan tempo hari dan melemparnya disembarang arah.emosi wanita itu benar-benar memuncak.
Kecewa,benci,ingin membunuh.kini tumbuh menjadi satu.
"Aaaaarrrgggg"?.
🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.