
Jasmin duduk termenung seorang diri diteras rumah Ilham.tubuhnya ada disana sekarang, tapi hatinya melayang kini entah kemana.
''Wulan''?.desisnya pelan,pikirannya menerawang jauh mengingat sahabat karibnya itu.
Bagai mana kabar Wulan sekarang''?.apakah sahabatnya itu sudah makan atau justru sebaliknya.
''Dek''?.
Suara lembut disertai tepukan dipundak membuat wanita itu seketika mendongak.terlihat kini sang suami sedang berdiri menatapnya dikeremangan lampu teras.
''Lagi apa,kenapa nggak masuk,udah malem''?.katanya,satu tangannya menarik kursi yang ada disamping Jasmin.detik berikutnya laki-laki manis itu langsung duduk disana.''Ada masalah''?.sambungnya lagi.tatapan matanya menatap Jasmin lekat.
Menarik nafasnya panjang,wanita berhijap itu balas menatap suaminya.''Tidak ada,ayo masuk''.bohongnya,bukan dirinya tak ingin jujur namun wanita cantik itu hanya tidak ingin menambah beban pikiran sang suami.
Ilham dengan cepat berdiri,memutar tubuhnya menghadap Jasmin,matanya menatap lekat wajah wanita yang baru saja iya nikahi itu.''Jangan bohong,apa lagi mikirin Wulan''?.
Jasmin mendongak,kepalanya mengangguk pelan.''Aku kawatir Mas''?.lirihnya pelan.
Ilham menganguk,wajar jika istrinya kawatir dengan Wulan,mengingat selama ini wanita itulah yang selalu ada untuk Jasmin.''Mau kesana sekarang''?.tawarnya.
Kepala yang awalnya menunduk kini kembali mendongak.''Serius Mas''?.wajah yang tadinya murung kini terlihat ceria kembali.
Ilham menganguk.''Iya sayang,ayo mumpung masih belum larut''?.
Jasmin reflek merangkul tubuh tegap suaminya dan menariknya kedalam dekapan.''Makasih Mas''!.
Ilham yang terkejut hanya diam membeku,namun itu hanya berlaku beberapa detik,detik berikutnya laki-laki manis itu mengangkat satu tangannya dan mengusap kepala istrinya lembut.''Ya sudah,ayo keburu malam''.katanya membuat Jasmin dengan cepat menjauh dengan wajah cangung dan malu.
''Maaf Mas''?.kata yang tak semestinya wanita itu ucapkan,membuat Ilham spontan terkekeh.
''Kenapa minta maaf''?.mas-kan suami Adek''?.
Pertanyaan Ilham membuat Jasmin kikuk.''Aku ganti baju dulu Mas''?.dengan cepat melangkah menjauh membuat Ilham mengelangkan kepalanya disertai kekehan.
Tepat pukul delapan malam,keduanya kini sudah berdiri didepan rumah kedua orang tua Wulan.
Suara gaduh yang berasal dari dalam rumah membuat keduanya menghentikan langkah.
''Mas''?.Jasmin memangil suaminya dengan nada lirih,kedua tangannya saling meremas,dari raut wajahnya jelas terlihat jika saat ini wanita itu sedang panik.
__ADS_1
Ilham menoleh pada istrinya."Mungkin ini bukan waktu yang tepat''.jemari tangannya meraih jemari istrinya.''Ayo kita pulang,besok kesini lagi''.ajaknya.
Jasmin mengelengkan kepalanya.''Tidak Mas,ayo masuk''.entah kenapa hati kecil Jasmin mengatakan Wulan sahabatnya sedang membutuhkan dirinya sekarang.
''Tapi Dek''?.masih mencoba mencegah.namun tarikan dilengannya menandakan jika istrinya itu sekarang sama sekali tidak ingin dibantah,hingga akhirnya Ilham hanya bisa pasrah,kakinya ikut melangkah mengikuti sang istri.
''SIAPA AYAH DARI BAYI YANG KAMU KANDUNGGGG''?.
Deg
Tidak mengucapka salam dan masuk tampa permisi,membuat Jasmin dan Ilham terpaku ditempatnya mendengar apa yang Ayah Wulan katakan.
Jasmin menepis jemari suaminya saat laki-laki itu mencoba menariknya keluar rumah.
"Pak boleh aku bicara dengan Wulan sebentar"?.mencoba memberanikan diri untuk melangkah mendekat,matanya melirik Wulan yang duduk berlimpuh dibawah kaki laki-laki paruh baya yang kini sedang diliputi amarah.
"Aaaaaahhhh....terserah"?.mendorong pundak puntrinya hingga Wulan tersungkir kelantai.detik berikutnya laki-laki paruh baya itu langsung melangkah menuju kamar yang tak jauh dari ruang tamu.
"Barrrak"?.pintu kamar dibanting dengan keras,membuat semua yang ada di sana terlonjak kaget.
mendengar suara sahabatnya, perlahan Wulan mengangkat kepalanya, tatapan matanya sayu memandang Jasmin. detik berikutnya wanita ringkih itu langsung berdiri dan menghambur memeluk Jasmin."gue harus gimana jas"!. lirih Wulan dengan suara sesegukan.
Jasmine diam, jemari tangannya mengusap punggung Wulan lembut, wanita itu bingung harus mengatakan apa"?. karena sungguh semua yang ia dengar membuatnya benar-benar terkejut.
''Ayo kekamar Lan''?. Jasmin menuntun sahabatnya menuju kamar.''mas, aku kekamar Wulan sebentar ya''?.
Ilham yang sejak tadi hanya diam terpaku, menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas permintaan istrinya.
Setelah mendapatkan izin dari suaminya Jasmin dengan cepat membawa Wulan melangkah menuju kamarnya.''minum dulu Lan''. ucapnya setelah mendudukkan Wulan di atas tempat tidur.
Wulan meraih minuman yang diberikan Jasmin dengan tangan bergetar.
Jasmine meraih gelas yang sudah kosong dari tangan Wulan dan meletakkannya di atas nakas yang ada di samping tempat tidur.
Detik berikutnya wanita berhijab itu langsung melangkah kembali mendekati Wulan,jemari tangannya mengusap lembut pundak Wulan.
Setelah melihat sahabatnya mulai tenang Jasmin mulai bertanya''Cerita sama gue lu ada masalah apa''?.
Wulan diam,tangisan yang tadinya mulai reda kini kembali pecah.''gue hamil Jasmin''?.pekiknya frustasi.jemari tangannya memukul-mukul perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Tanpa mengatakan sepatah kata pun Jasmin langsung menarik tubuh ringkih sahabatnya ke dalam dekapan.'' Lu tenang ya''?.gue akan bantu lu semampu gue''. Lirihnya ikut meneteskan air mata.sekuat tenaga Jasmin menarik kedua tangan Wulan agar tak lagi memukuli perutnya.
Wulan melongarkan pelukan setelah puas menangis,kepalanya mendongak menatap Jasmin.''Bisa gue minta tolong sama lu''?.pintanya yang langsung dianguki Jasmin.
''Boleh,apa''?.tanya wanita itu manik matanya menatap Wulan lekat.
''Tolong bebeskan Pak Abra''?.setelah berkata seperti itu Wulan langsung menundukkan kepalanya,pundak wanita manis itu berguncang kembali menandakan jika sekarang wanita itu kembali menangis.''Tolong gue Jas,Pak Abra harus tanggung jawab''?.masih dengan kepala menunduk.
Jasmin menarik nafasnya panjang,semua yang terjadi memang begitu rumit. bagai mana bisa mereka berdua diradupaksa oleh laki-laki yang sama''?.mengingat itu semua membuat Jasmin langsung mengepalkan tangannya geram.sungguh hukuman yang iya berikan pada Abra belum seberapa dibandingkan kebejatan laki-laki itu.
Andai Jasmin bisa memilih dirinya lebih memilih menghabisi Abra dengan tangannya sendiri,namun mengingat dirinya memeluk agama islam dan agamanya melarang umatnya untuk membunuh maka dari itu dirinya mengurungkan niatnya dan hanya mampu melakukan semua ini untuk membalas kebusukan Abra.
Kadang terlintas dibenak Jasmin untuk mengkebiri seorang Abra,agar laki-laki itu tak lagi menjadi penjahat kelamin,apa lagi sampai menghancurkan masa depan gadis lain lagi,seperti dirinya dan Wulan.
''Jas''?.pangilnya,jemari tangannya menarik jemari sahabatnya dan menggengamnya lembut.''Bantu gue Jas''?.wajahnya memelas.
''Baik''.jawabnya singkat,diiringi angukan kepala.
Namun mempu membuat sudut bibit Wulan sedikit tertarik membentuk sebuah senyuman keterpaksaan.''Makasih Jas''?.lirihnya.detik berikutnya Wulan langsung menghambur memeluk tubuh sahabatnya.
Pukul sebelas malam akhirnya Ilham dan Jasmin kembali kerumahnya setelah berbincang panjang lebar dengan Ibu Wulan,sementara Bapak Wulan,laki-laki paruh baya itu sejak pertama masuk kedalam kamar sampai Ilham dan Jasmin pulang tak lagi menampakkan batang hidungnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul delapan pagi
Seorang laki-laki jangkung kini duduk meringkuk disudut ruangan yang pengap dan sempit,sudah beberapa hari laki-laki itu berada ditempat menjijikkan itu.dan selama itu juga matanya tak bisa terlelap barang sedetik pun.
''Hey bung,sini''?.seorang laki-laki bertubuh tambun dengan tato hampir memenuhi tubuhnya kini melambaikan tangannya kearah laki-laki itu.
Laki-laki itu bergeming,karna dirinya sama sekali tidak perduli dengan apa yang terjadi disekitarnya.
''Sialllan''???.laki-laki tambun itu naik pitam, karna sudah beberapa hari satu ruangan dengan Abra, namun penghuni baru itu tak sedikit pun mau mengikuti perintahnya.''Mau mati dia rupanya.''Dengan tangan terkepal laki-laki itu melangkah mendekati Abra yang sedang meringkuk.
''Heh..heh..berdiri kau''?.
🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf udah lama libur,mulai sekarang outhor akan rutin updet lagi,trus kisah Wulan rencananya akan outhor lanjut disini Ok.mohon dukungannya.
Tbc.